Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Deteksi Berita Hoaks Berbahasa Indonesia Menggunakan One-Dimensional Convolutional Neural Network

View through CrossRef
Kemajuan teknologi informasi yang pesat telah memfasilitasi penyebaran informasi secara global, tetapi juga meningkatkan prevalensi berita hoaks, khususnya di Indonesia. Berita hoaks memiliki potensi untuk menciptakan disinformasi yang dapat memengaruhi opini publik, stabilitas sosial, dan keamanan. Oleh karena itu, diperlukan solusi berbasis teknologi yang efektif untuk mendeteksi dan mengidentifikasi hoaks atau berita palsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan model one-dimensional convolutional neural network (1D-CNN) guna mendeteksi berita hoaks dengan tingkat akurasi yang tinggi. Dataset yang digunakan terdiri atas 12.151 artikel, yang mencakup 5.276 berita valid dan 6.875 berita hoaks, yang diperoleh dari sumber tepercaya serta platform antihoaks. Tahapan prapemrosesan teks meliputi pembersihan data, case folding, penghapusan tanda baca, penghapusan angka, dan penghapusan stopword. Data tekstual selanjutnya diproses melalui tahapan tokenisasi dan padding untuk persiapan pelatihan model. Arsitektur 1D-CNN yang diusulkan mengintegrasikan lapisan-lapisan embedding, conv1d, batch normalization, globalmaxpooling1d, dense, dan dropout, untuk meningkatkan kemampuan generalisasi serta mengurangi risiko overfitting. Model dilatih menggunakan optimizer Adam dan evaluasi kinerja menggunakan 10-fold cross-validation. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model menghasilkan rata-rata akurasi 97,74%, presisi 97,75%, recall 97,74%, dan F1-score 97,73%. Model yang dikembangkan mampu mengungguli metode sebelumnya, seperti kombinasi convolutional neural network- bidirectional long short – term memory neural network (CNN-BiLSTM), gated recurrent unit (GRU), dan metode konvensional seperti naïve Bayes atau support vector machine (SVM), baik dari segi akurasi maupun efisiensi waktu pelatihan. Penelitian ini menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan yang andal dalam mengidentifikasi berita hoaks, baik dari segi tingkat deteksi yang akurat maupun konsistensi kinerja.
Title: Deteksi Berita Hoaks Berbahasa Indonesia Menggunakan One-Dimensional Convolutional Neural Network
Description:
Kemajuan teknologi informasi yang pesat telah memfasilitasi penyebaran informasi secara global, tetapi juga meningkatkan prevalensi berita hoaks, khususnya di Indonesia.
Berita hoaks memiliki potensi untuk menciptakan disinformasi yang dapat memengaruhi opini publik, stabilitas sosial, dan keamanan.
Oleh karena itu, diperlukan solusi berbasis teknologi yang efektif untuk mendeteksi dan mengidentifikasi hoaks atau berita palsu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan model one-dimensional convolutional neural network (1D-CNN) guna mendeteksi berita hoaks dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Dataset yang digunakan terdiri atas 12.
151 artikel, yang mencakup 5.
276 berita valid dan 6.
875 berita hoaks, yang diperoleh dari sumber tepercaya serta platform antihoaks.
Tahapan prapemrosesan teks meliputi pembersihan data, case folding, penghapusan tanda baca, penghapusan angka, dan penghapusan stopword.
Data tekstual selanjutnya diproses melalui tahapan tokenisasi dan padding untuk persiapan pelatihan model.
Arsitektur 1D-CNN yang diusulkan mengintegrasikan lapisan-lapisan embedding, conv1d, batch normalization, globalmaxpooling1d, dense, dan dropout, untuk meningkatkan kemampuan generalisasi serta mengurangi risiko overfitting.
Model dilatih menggunakan optimizer Adam dan evaluasi kinerja menggunakan 10-fold cross-validation.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model menghasilkan rata-rata akurasi 97,74%, presisi 97,75%, recall 97,74%, dan F1-score 97,73%.
Model yang dikembangkan mampu mengungguli metode sebelumnya, seperti kombinasi convolutional neural network- bidirectional long short – term memory neural network (CNN-BiLSTM), gated recurrent unit (GRU), dan metode konvensional seperti naïve Bayes atau support vector machine (SVM), baik dari segi akurasi maupun efisiensi waktu pelatihan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan yang andal dalam mengidentifikasi berita hoaks, baik dari segi tingkat deteksi yang akurat maupun konsistensi kinerja.

Related Results

Hoaks Kategori Satire Sebagai Cyberbullying dalam Hoaks Isu Politik
Hoaks Kategori Satire Sebagai Cyberbullying dalam Hoaks Isu Politik
Cyberbullying atau perundungan di dunia digital merupakan kekerasan atau penindasan melalui perangkat yang terhubung ke media cyber. Cyberbullying dapat berupa tindakan menyebarkan...
Media Tracking Jabar Saber Hoaks sebagai Upaya Mengendalikan Hoaks
Media Tracking Jabar Saber Hoaks sebagai Upaya Mengendalikan Hoaks
Abstract. The rapid development of technology and the rapid growth of internet users, especially social media in Indonesia, has made hoax information more easily spread. The spread...
Penerapan Metode SVM dan Random Forest untuk Mendeteksi Berita Hoaks pada PT. Global Arrow
Penerapan Metode SVM dan Random Forest untuk Mendeteksi Berita Hoaks pada PT. Global Arrow
Berdasarkan statistik aduan konten yang tercatat di website  kominfo yaitu https://www.kominfo.go.id pada bulan Maret 2022, total laporan mencapai 16.370 laporan dan sejak tanggal ...
Strategi Komunikasi Jabar Saber Hoaks
Strategi Komunikasi Jabar Saber Hoaks
Abstract. Communication strategy includes various steps designed to achieve communication goals. Of course, communication strategies can involve choosing the right media, clear and...
Dinas Pelayanan Jabar Saber Hoaks Menuju Pergantian Pemimpin di Tahun 2024
Dinas Pelayanan Jabar Saber Hoaks Menuju Pergantian Pemimpin di Tahun 2024
Abstract. The existence of the West Java Saber Hoaks Service Division in the face of the change of leadership scheduled for 2024 is still a question. This division is under the aus...
Hoaks Dalam Perspektif Islam dan Hukum Positif
Hoaks Dalam Perspektif Islam dan Hukum Positif
Hoaks yang berasal dari “hocus pocus” aslinya dari bahasa latin “hoc est corpus”, berarti berita bohong. Hoaks juga berasal dari Bahasa Inggris Hoax, yang berarti berita palsu. Sec...
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Implementasi Algoritma Naïve Bayes Clasifier untuk Mengelompokkan Naskah Berita Pendidikan dan berita Covid-19
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak lembaga penyaluran informasi yang pada awalnya menyampaikan berita melalui media cetak atau media elektronik, seperti koran dan televisi, ...
IMPLEMENTASI ALGORITMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK UNTUK MENGIDENTIFIKASI BERITA HOAKS BERBAHASA INDONESIA
IMPLEMENTASI ALGORITMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK UNTUK MENGIDENTIFIKASI BERITA HOAKS BERBAHASA INDONESIA
Penyebaran berita hoaks, khususnya dalam sektor politik, telah menjadi masalah serius di era digital yang dapat menimbulkan kebingungan dan konflik sosial. Penelitian ini bertujuan...

Back to Top