Javascript must be enabled to continue!
Prediksi Potensi Erosi Kawasan Taman Hutan Raya Murhum Kota Kendari
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mevaluasi potensi erosi di Kawasan Taman Hutan Raya Murhum Kota Kendari. Metode yang digunakan adalah USLE dan menentukan arahan penggunaan lahan pada setiap unit lahan di lokasi penelitian. Metode pengambilan data di lapangan menggunakan metode survey dengan pendekatan analitik. Pengamatan intensif dilakukan pada setiap unit lahan yang menjadi sampel area dengan jarak observasi free survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi aktual tertinggi terjadi pada unit lahan 14 sebesar 5496,42 ton/ha/th sedangkan erosi terendah terdapat pada unit 3 sebesar 1,11 ton/ha/th. Erosi Aktual (A) lebih besar dari erosi terbolehkan (ETOL) terjadi pada unit 1,4,5,8,10,11 dan 14, maka lahan ini diarahkan kepenggunaan lahan lain dan tindakan konservasi yang tepat. Hasil indeks bahaya erosi yang sangat tinggi terjadi pada unit lahan 4,5,7,8,10,11,14. Bagi unit lahan yang masih memiliki vegetasi lahan hutan alami seperti lahan 2,3,6,9 dan 13 perlu dipertahankan kondisi hutan alaminya melalui penegakan hukum dan pengawasan terhadap setiap bentuk dan ancaman yang dapat merusak keutuhan kawasan. Sedangkan unit lahan yang sudah terganggu vegetasi hutan alaminya perlu dihutankan kembali atau dikelola kembali untuk kemaslahatan masyarakat sekitar kawasan Tahura Murhum dengan jenis vegetasi bertingkat yang berfungsi konservasi dan bernilai ekonomi, pola tanam searah kontur dan pembuatan teras.
Title: Prediksi Potensi Erosi Kawasan Taman Hutan Raya Murhum Kota Kendari
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mevaluasi potensi erosi di Kawasan Taman Hutan Raya Murhum Kota Kendari.
Metode yang digunakan adalah USLE dan menentukan arahan penggunaan lahan pada setiap unit lahan di lokasi penelitian.
Metode pengambilan data di lapangan menggunakan metode survey dengan pendekatan analitik.
Pengamatan intensif dilakukan pada setiap unit lahan yang menjadi sampel area dengan jarak observasi free survey.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi aktual tertinggi terjadi pada unit lahan 14 sebesar 5496,42 ton/ha/th sedangkan erosi terendah terdapat pada unit 3 sebesar 1,11 ton/ha/th.
Erosi Aktual (A) lebih besar dari erosi terbolehkan (ETOL) terjadi pada unit 1,4,5,8,10,11 dan 14, maka lahan ini diarahkan kepenggunaan lahan lain dan tindakan konservasi yang tepat.
Hasil indeks bahaya erosi yang sangat tinggi terjadi pada unit lahan 4,5,7,8,10,11,14.
Bagi unit lahan yang masih memiliki vegetasi lahan hutan alami seperti lahan 2,3,6,9 dan 13 perlu dipertahankan kondisi hutan alaminya melalui penegakan hukum dan pengawasan terhadap setiap bentuk dan ancaman yang dapat merusak keutuhan kawasan.
Sedangkan unit lahan yang sudah terganggu vegetasi hutan alaminya perlu dihutankan kembali atau dikelola kembali untuk kemaslahatan masyarakat sekitar kawasan Tahura Murhum dengan jenis vegetasi bertingkat yang berfungsi konservasi dan bernilai ekonomi, pola tanam searah kontur dan pembuatan teras.
Related Results
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
ANALISIS SPASIAL TINGKAT EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG HULU
ANALISIS SPASIAL TINGKAT EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG HULU
Berkurangnya luasan kawasan hutan yang dijadikan lahan pertanian dan pemukiman di bagian Hulu DAS menyebabkan terjadinya kerusakan sumberdaya alam dan menurunkan fungsi-fungsi hidr...
PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
<p>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN.BTS) memiliki luas 50.273,3 ha dikelilingi 4 kabupaten di Jawa Timur : Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan yang merupakan d...
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
Sejak dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 lalu, Taman Krucuk yang berada di jalan Lohbener, Kesenden, Kejaksan, kota Cirebon, Jawa Barat belum kunjung sele...
Penerapan Fungsi Pengelolaan Hutan Di Kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa (Implementation of Forest Management Function In The Nipa-Nipa Park Area)
Penerapan Fungsi Pengelolaan Hutan Di Kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa (Implementation of Forest Management Function In The Nipa-Nipa Park Area)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pengelolaan hutan yang dilakukan oleh KTPH Ndawi-Ndawi di kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa Kendari. Penelitian dilaku...
Kesesuaian Komponen Fisik Taman Kota dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Kota Surakarta: Studi Kasus Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari
Kesesuaian Komponen Fisik Taman Kota dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Kota Surakarta: Studi Kasus Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari
<p><em>Kota Surakarta </em><em>memiliki visi </em><em>menjaga keseimbangan kebutuhan lahan dan daya tampung lingkungan dengan pertumbuhan pendud...
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh)
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh)
<p><span lang="IN">Konsep </span><em><span lang="IN">green city</span></em><span lang="IN"> menerapkan konsep ramah lingkungan yang ...
Pengaruh Elemen Ekowisata Sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Terhadap Motivasi Berkunjung Di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
Pengaruh Elemen Ekowisata Sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Terhadap Motivasi Berkunjung Di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah suatu taman untuk melestarikan flora dan fauna. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan salah satu kawasan konservasi. Taman Hutan Raya Ir....

