Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sifat reologi larutan tapioka

View through CrossRef
Rheological properties of tapioca solutionThe special characteristic of tapioca starch is raising the water absorption index (WAI) which causing the value of tapioca starch's viscosity varying. Changing of viscosity is discussed in rheology. Knowledge about rheology of tapioca starch is crucial for process and utility design. The objectives of this research are to determine the correlation of tapioca starch viscosity with the changes of temperature and tapioca starch concentration and also to model the rheology of tapioca starch. Research will be conducted by hydrolyzing tapioca starch by a-amylase. The experimental variables are tapioca starch concentration (20, 30 and 40%-wt) and operation temperature (55,70 and 900°C). Tapioca starch viscosity is measured by Brookfield Viscometer model RV Fserial 76452. From there search results we can conclude that viscosity of tapioca starch will increase by decreasing temperature and also viscosity of tapioca starch will increase by increasing tapioca starch concentration. For the same condition, viscosity of unmodified tapioca starch is higher than modified one. Modified tapioca starch is pseudo-plastic fluid with 9.000-460.000 cP of viscosity while unmodified one is Bingham fluid with 40-240cP of viscosity.Keywords : Rheology, tapioca starch, viscosity AbstrakSalah satu karakteristik pati tapioka adalah peningkatan kemampuan dalam menyerap air yang menyebabkan nilai viskositas larutan tapioca turut berubah. Perubahan nilai viskositas ini dibahas dalam ilmu reologi. Pengetahuan mengenai sifat reologi pasta tapioka ini sangat diperlukan dalam perancangan proses maupun sistem utilitas pabrik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara nilai viskositas larutan tapioca terhadap perubahan temperatur dan konsentrasi pati serta memodelkan perilaku reologis dari larutan tapioka. Penelitian dilakukan dengan menghidrolisis pati tapioka menggunakan katalis enzim a-amylase. Variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah konsentrasi pati tapioca dalam umpan sebesar 20, 30 dan 40%-b, serta temperatur operasi sebesar 55, 70 dan 90 (ºC) Pengukuran nilai viskositas larutan pati tapioka dilakukan dengan menggunakan Brookfield Viscometer model RVF serial 76452. Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai viskositas larutan tapioka akan meningkat seiring dengan menurunnya temperatur larutan, dan meningkatnya konsentrasi pati tapioka. Pada setiap variasi, nilai viskositas larutan tapioka tak termodifikasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan viskositas larutan tapioka termodifikasi. Larutan tapioka termodifikasi bersifat sebagai fluida pseudoplastic dengan rentang nilai viskositas antara 9.000-460.000 cP, sedangkan larutan tapioka termodifikasi bersifat sebagai fluida Bingham dengan nilai viskositas antara 40-240 cP.Kata Kunci: reologi; pati tapioka; viskositas
The Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB
Title: Sifat reologi larutan tapioka
Description:
Rheological properties of tapioca solutionThe special characteristic of tapioca starch is raising the water absorption index (WAI) which causing the value of tapioca starch's viscosity varying.
Changing of viscosity is discussed in rheology.
Knowledge about rheology of tapioca starch is crucial for process and utility design.
The objectives of this research are to determine the correlation of tapioca starch viscosity with the changes of temperature and tapioca starch concentration and also to model the rheology of tapioca starch.
 Research will be conducted by hydrolyzing tapioca starch by a-amylase.
The experimental variables are tapioca starch concentration (20, 30 and 40%-wt) and operation temperature (55,70 and 900°C).
Tapioca starch viscosity is measured by Brookfield Viscometer model RV Fserial 76452.
From there search results we can conclude that viscosity of tapioca starch will increase by decreasing temperature and also viscosity of tapioca starch will increase by increasing tapioca starch concentration.
For the same condition, viscosity of unmodified tapioca starch is higher than modified one.
Modified tapioca starch is pseudo-plastic fluid with 9.
000-460.
000 cP of viscosity while unmodified one is Bingham fluid with 40-240cP of viscosity.
Keywords : Rheology, tapioca starch, viscosity AbstrakSalah satu karakteristik pati tapioka adalah peningkatan kemampuan dalam menyerap air yang menyebabkan nilai viskositas larutan tapioca turut berubah.
Perubahan nilai viskositas ini dibahas dalam ilmu reologi.
Pengetahuan mengenai sifat reologi pasta tapioka ini sangat diperlukan dalam perancangan proses maupun sistem utilitas pabrik.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara nilai viskositas larutan tapioca terhadap perubahan temperatur dan konsentrasi pati serta memodelkan perilaku reologis dari larutan tapioka.
Penelitian dilakukan dengan menghidrolisis pati tapioka menggunakan katalis enzim a-amylase.
Variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah konsentrasi pati tapioca dalam umpan sebesar 20, 30 dan 40%-b, serta temperatur operasi sebesar 55, 70 dan 90 (ºC) Pengukuran nilai viskositas larutan pati tapioka dilakukan dengan menggunakan Brookfield Viscometer model RVF serial 76452.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai viskositas larutan tapioka akan meningkat seiring dengan menurunnya temperatur larutan, dan meningkatnya konsentrasi pati tapioka.
Pada setiap variasi, nilai viskositas larutan tapioka tak termodifikasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan viskositas larutan tapioka termodifikasi.
Larutan tapioka termodifikasi bersifat sebagai fluida pseudoplastic dengan rentang nilai viskositas antara 9.
000-460.
000 cP, sedangkan larutan tapioka termodifikasi bersifat sebagai fluida Bingham dengan nilai viskositas antara 40-240 cP.
Kata Kunci: reologi; pati tapioka; viskositas.

Related Results

PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Pengaruh Ajaran Tri Guna Dalam Pendidikan Budhi Pekerti Anak Di  TK Sari Mekar Banguntapan Bantul Yogyakarta, Dalam mencapai pendidikan Budhi pekerti di dalam ajarangama Hindu terd...
Karakteristik Kimia dan Organoleptik Otak-Otak Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster) dengan Penambahan Tepung Tapioka dan Tepung Sagu
Karakteristik Kimia dan Organoleptik Otak-Otak Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster) dengan Penambahan Tepung Tapioka dan Tepung Sagu
Otak-otak ikan merupakan produk gel dari daging ikan yang dicampur dengan tapioka dan bumbu-bumbu seperti garam, gula, santan kental, bawang putih, bawang merah, dan lada. Ikan eko...
FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU
FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU
Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari bahan berpati, bersifat kering dan renyah. Kerupuk yang berbahan dasar sagu pada umumnya dikenal dengan nama kerupuk sagu. Kerupuk sa...
Sifat Sensori dan Karakteristik Fisik Tortila Jagung
Sifat Sensori dan Karakteristik Fisik Tortila Jagung
Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi serta potensi pengembangan karena sebagai sumber karbohidrat dan protein terpenting setelah beras....
PAPAYA (Carica papaya L.) CANDY PRESERVATIVE STUDY
PAPAYA (Carica papaya L.) CANDY PRESERVATIVE STUDY
<p><em>Perendaman dalam larutan kapur dan larutan gula jenuh memengaruhi kualitas manisan pepaya sedangkan tingkat konsentrasi larutan kapur memengaruhi kandungan vitam...
Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dan Tepung Terigu serta Lama Waktu Pengukusan terhadap Mutu Kerupuk Sape
Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dan Tepung Terigu serta Lama Waktu Pengukusan terhadap Mutu Kerupuk Sape
Kerupuk sape merupakan salah satu jenis kerupuk khas daerah Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kerupuk ini menggunanakan tepung terigu sebagai bahan utama namun hingga saat i...

Back to Top