Javascript must be enabled to continue!
RITUAL TENUN IKAT PUA KUMBU DALAM BUDAYA WANITA IBAN
View through CrossRef
Tenun ikat Iban, adalah tenunan khas dari masyarakat Dayak Iban khususnya wanita Iban di kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Salah satu produk dari tenun ikat ini adalah kain Pua/Pua Kumbu yang memiliki bentuk seperti selimut. Pua merupakan hasil tenun ikat yang rumit dan sangat dibutuhkan dalam upacara adat. Kain Pua dianggap sakral dan memiliki roh karena dibuat dengan rangkaian upacara tersendiri. Keunikan motif, proses pembuatan, dan pantangan yang berlaku menjadikan kain pua sebagai simbol identitas budaya khas wanita Iban yang dapat meningkatkan status dan kehormatan keluarga mereka. Seiring dengan masuknya arus modernisasi dan migrasi perkotaan, aktifitas menenun menjadi sesuatu yang langka dan tidak dilakukan oleh mayoritas Iban. Aktifitas menenun diteruskan oleh beberapa keluarga yang masih menghargai budaya mereka. Literatur tentang tenun Iban juga sulit ditemukan. Pada akhirnya, para wanita Iban dikhawatirkan akan jarang bisa menenun dengan baik dan memperhatikan ritual terkait pembuatan Pua yang diturunkan dari generasi ke generasi. Tulisan ini membahas ritual pembuatan Pua dan referensi visual untuk kebutuhan merancang ensiklopedia digital tenun ikat Iban sebagai sarana penyimpanan budaya Iban dalam aplikasi smartphone.
Universitas Komputer Indonesia
Title: RITUAL TENUN IKAT PUA KUMBU DALAM BUDAYA WANITA IBAN
Description:
Tenun ikat Iban, adalah tenunan khas dari masyarakat Dayak Iban khususnya wanita Iban di kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Salah satu produk dari tenun ikat ini adalah kain Pua/Pua Kumbu yang memiliki bentuk seperti selimut.
Pua merupakan hasil tenun ikat yang rumit dan sangat dibutuhkan dalam upacara adat.
Kain Pua dianggap sakral dan memiliki roh karena dibuat dengan rangkaian upacara tersendiri.
Keunikan motif, proses pembuatan, dan pantangan yang berlaku menjadikan kain pua sebagai simbol identitas budaya khas wanita Iban yang dapat meningkatkan status dan kehormatan keluarga mereka.
Seiring dengan masuknya arus modernisasi dan migrasi perkotaan, aktifitas menenun menjadi sesuatu yang langka dan tidak dilakukan oleh mayoritas Iban.
Aktifitas menenun diteruskan oleh beberapa keluarga yang masih menghargai budaya mereka.
Literatur tentang tenun Iban juga sulit ditemukan.
Pada akhirnya, para wanita Iban dikhawatirkan akan jarang bisa menenun dengan baik dan memperhatikan ritual terkait pembuatan Pua yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Tulisan ini membahas ritual pembuatan Pua dan referensi visual untuk kebutuhan merancang ensiklopedia digital tenun ikat Iban sebagai sarana penyimpanan budaya Iban dalam aplikasi smartphone.
Related Results
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
Sarawak Pua Kumbu: Aesthetics Lies in The Eye Of The Beholder
Sarawak Pua Kumbu: Aesthetics Lies in The Eye Of The Beholder
The beauty of Pua Kumbu is not merely a cultural expression but it also represents the wealth of information to pass from one generation to another. The art of creating Pua Kumbu d...
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenuh Ikat di Desa Kloangpopot
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Partisipasi Perempuan Dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Kearifan Lokal Tenun Ikat dan Mengetahui Kendala Yang Dihadapi Perempuan Dal...
Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang
Pelatihan Manajemen Usaha UKM Sebagai Upaya Bangkit dari Pandemi Bagi Kelompok Perempuan Pengrajin Tenun Ikat di Kampoeng Tenun Alor Kota Kupang
Perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur tidak terlepas dari dukungan industri ekonomi kreatif yang secara aktif memasarkan produk-produk unggulan lokal salah satunya tenun i...
KAIN PUA: PERANAN DAN STATUS WANITA IBAN MELALUI RITUAL NAKAR
KAIN PUA: PERANAN DAN STATUS WANITA IBAN MELALUI RITUAL NAKAR
Kaum Iban merupakan kaum sangat menghargai adat dan budaya dalam kehidupan seharian mereka. Mereka masih kuat berpegang pada adat serta budaya nenek moyang mereka. Hal ini dapat di...
STRATEGI IBU-IBU PENENUN DALAM MEMASARKAN PRODUK TENUN IKAT (Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende)
STRATEGI IBU-IBU PENENUN DALAM MEMASARKAN PRODUK TENUN IKAT (Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende)
Penelitian ini berjudul “Strategi Ibu-Ibu Penenun dalam Memasarkan Produk Tenun Ikat; Studi di Dusun La’i, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.” Penelitian ini dilatarbelaka...
The Iban Textiles
The Iban Textiles
The Iban traditional textiles are very well decorated with beautiful motifs. Some motifs are small and simple but some are complex (Durin, 2011). Both the simple and complex motifs...
PERAN PEREMPUAN BOTI DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT: KAJIAN ETNOGRAFI DI DESA BOTI, NUSA TENGGARA TIMUR
PERAN PEREMPUAN BOTI DALAM PELESTARIAN TENUN IKAT: KAJIAN ETNOGRAFI DI DESA BOTI, NUSA TENGGARA TIMUR
Penelitian ini mengkaji peran perempuan Boti dalam pelestarian tradisi tenun ikat di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Tenun ikat merupakan warisan bu...

