Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI YEH HO DENGAN METODE HSS NAKAYASU
View through CrossRef
Sumber daya air adalah elemen esensial bagi kehidupan manusia dan ekosistem yang memerlukan pengelolaan yang bijaksana untuk memastikan keberlanjutan. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan komponen kunci dalam strategi pengelolaan sumber daya air, karena berfungsi sebagai penerima, penyimpan, dan penyalur air hujan ke sungai utama. Pengelolaan DAS yang efektif dapat mengurangi risiko bencana seperti banjir dan kekeringan, serta menjaga kualitas air dan tanah. Salah satu parameter penting dalam pengelolaan ini adalah debit rancangan, yang digunakan untuk merancang infrastruktur seperti bendungan dan saluran irigasi. Ketidakakuratan dalam perhitungan debit rancangan dapat mengakibatkan kerugian ekonomi dan sosial yang signifikan.Penelitian ini fokus pada analisis debit rancangan di DAS Yeh Ho di Bali menggunakan metode HSS Nakayasu. DAS Yeh Ho, dengan luas 172,943 km², mengalami masalah banjir dan kekeringan akibat luas lahan kritis yang signifikan. Metode HSS Nakayasu dipilih karena kesederhanaannya dan kemampuannya memberikan estimasi akurat meskipun dengan data terbatas. Penelitian melibatkan pengolahan data curah hujan dari tiga stasiun pengamatan selama sepuluh tahun, analisis frekuensi, dan uji kesesuaian distribusi. Hasil analisis menunjukkan fluktuasi curah hujan maksimum dan memperkirakan debit banjir maksimum untuk berbagai periode ulang, dari 361,490 m³/detik pada periode ulang 2 tahun hingga 650,323 m³/detik pada periode ulang 1000 tahun. Hasil ini menekankan perlunya perencanaan dan pengelolaan DAS yang lebih baik untuk mengurangi dampak banjir dan memastikan keberlanjutan lingkungan serta ekonomi melalui perencanaan infrastruktur yang tepat dan konservasi sumber daya.
Title: ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI YEH HO DENGAN METODE HSS NAKAYASU
Description:
Sumber daya air adalah elemen esensial bagi kehidupan manusia dan ekosistem yang memerlukan pengelolaan yang bijaksana untuk memastikan keberlanjutan.
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan komponen kunci dalam strategi pengelolaan sumber daya air, karena berfungsi sebagai penerima, penyimpan, dan penyalur air hujan ke sungai utama.
Pengelolaan DAS yang efektif dapat mengurangi risiko bencana seperti banjir dan kekeringan, serta menjaga kualitas air dan tanah.
Salah satu parameter penting dalam pengelolaan ini adalah debit rancangan, yang digunakan untuk merancang infrastruktur seperti bendungan dan saluran irigasi.
Ketidakakuratan dalam perhitungan debit rancangan dapat mengakibatkan kerugian ekonomi dan sosial yang signifikan.
Penelitian ini fokus pada analisis debit rancangan di DAS Yeh Ho di Bali menggunakan metode HSS Nakayasu.
DAS Yeh Ho, dengan luas 172,943 km², mengalami masalah banjir dan kekeringan akibat luas lahan kritis yang signifikan.
Metode HSS Nakayasu dipilih karena kesederhanaannya dan kemampuannya memberikan estimasi akurat meskipun dengan data terbatas.
Penelitian melibatkan pengolahan data curah hujan dari tiga stasiun pengamatan selama sepuluh tahun, analisis frekuensi, dan uji kesesuaian distribusi.
Hasil analisis menunjukkan fluktuasi curah hujan maksimum dan memperkirakan debit banjir maksimum untuk berbagai periode ulang, dari 361,490 m³/detik pada periode ulang 2 tahun hingga 650,323 m³/detik pada periode ulang 1000 tahun.
Hasil ini menekankan perlunya perencanaan dan pengelolaan DAS yang lebih baik untuk mengurangi dampak banjir dan memastikan keberlanjutan lingkungan serta ekonomi melalui perencanaan infrastruktur yang tepat dan konservasi sumber daya.
Related Results
Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang
Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang
East Nusa Tenggara Province is a dry area where the rain season is relatively short and the rainfall intensity is low. This causes the production of food crops can not be maximized...
Evaluasi data curah hujan terukur dan satelit PERSIANN-CCS dalam analisis debit banjir rancangan terhadap debit banjir terukur di DAS Tukad Petanu
Evaluasi data curah hujan terukur dan satelit PERSIANN-CCS dalam analisis debit banjir rancangan terhadap debit banjir terukur di DAS Tukad Petanu
Analisis debit banjir rancangan diperlukan dalam perencanaan bangunan air, terutama untuk mengetahui besarnya debit banjir rancangan di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Metode hid...
Analisis debit banjir menggunakan metode hidrograf satuan sintetis nakayasu dan soil conservation service (SCS) pada sungai krueng kala Aceh besar
Analisis debit banjir menggunakan metode hidrograf satuan sintetis nakayasu dan soil conservation service (SCS) pada sungai krueng kala Aceh besar
Sungai Krueng Kala adalah salah satu sungai yang terletak di Kecamatan Lhoong dengan panjang 8,258 km dan luas DAS 15,701 km2. Kecamatan Lhoong merupakan salah satu kawasan yang ke...
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Kota Bima mengalami banjir besar tanggal 21 dan 23 Desember 2016. Banjir berasal luapan Sungai Padolo dan Sungai Melayu. Sungai Padolo memberikan dampak...
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Batang Tambuo adalah sebuah sungai yang mengalir melewati di Kecamatan Aur Birugo, Kota Bukittinggi. Daerah Aliran Sungai Batang (DAS) Tambuo ini sering kali mengalami banjir. Musi...
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN MENGGUNAKAN METODE HSS NAKAYASU PADA BENDUNGAN BENER KABUPARTEN PURWOREJO
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN MENGGUNAKAN METODE HSS NAKAYASU PADA BENDUNGAN BENER KABUPARTEN PURWOREJO
Bendungan merupakan sebuah struktur atau bangunan yang memberikan banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai pengendali banjir. Oleh karena itu, dalam perencanaan bendungan diper...
EVALUASI KAPASITAS BANGUNAN PENGELAK TIPE CONDUIT PADA BENDUNGAN TEMEF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
EVALUASI KAPASITAS BANGUNAN PENGELAK TIPE CONDUIT PADA BENDUNGAN TEMEF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Pembangunan bendungan Temef terdiri dari beberapa tahapan yaitu, persiapan pembangunan,
perencanaan pembangunan, pelaksanaan konstruksi, dan pengisian awal waduk. Bangunan...
PEMETAAN WILAYAH BAHAYA BANJIR DI KOTA SUNGAI PENUH
PEMETAAN WILAYAH BAHAYA BANJIR DI KOTA SUNGAI PENUH
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk, 1) mengetahui tingkat bahaya banjir di Kota Sungai Penuh. 2) mengetahui Persebaran dan luas area bahaya banjir di Kota Sungai Penuh. 3...

