Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang

View through CrossRef
East Nusa Tenggara Province is a dry area where the rain season is relatively short and the rainfall intensity is low. This causes the production of food crops can not be maximized, even crop failure. The limited water resources in East Nusa Tenggara Province can be optimized by doing construction the Manikin Dam. In water resources planning, realistic flood discharge is needed by using the Synthetic Unit Hidrograph Method. The purpose of this research is to analyze the design flood discharge using the Methods of Synthetic Unit Hidrograph Nakayasu, ITB-1, and Limantara in Manikin Watershed of Kupang Regency. The calculation of the design flood discharge is carried out after obtaining the design rainfall value by using Normal, Log Normal, Gumbel, and Log Pearson Type III distribution methods. The results obtained are tested for suitability and the design rainfall value that passed can be use in the calculation of the design flood discharge. The results showed that the design flood discharge from the calculation of Nakayasu SUH method is 1597,16 m3/sec, that the design flood discharge from the calculation of ITB-1 SUH method is 965,64 m3/sec, and that the design flood discharge from the calculation of Limantara SUH method is 401,32 m3/sec. Based on the results, the value of the calculation of Nakayasu SUH method is the most suitable method and the closest to the conditions in the Manikin watershed.Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah kering dimana musim basah (hujan) relatif pendek dan intensitas curah hujan yang kecil. Hal ini menyebabkan terjadinya produksi tanaman pangan tidak dapat maksimal, bahkan gagal panen. Terbatasnya sumber daya air di Propinsi Nusa Tenggara Timur dapat dioptimalkan dengan melakukan pembangunan Bendungan Manikin. Pada perencanaan bidang sumber daya air, dibutuhkan data debit banjir yang realistis dengan menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetis. Penelitian bertujuan untuk menganalisis debit banjir rancangan dengan menggunakan ketiga metode Hidrograf Satuan Sintetis yaitu HSS Nakayasu, ITB-1, dan Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang. Perhitungan debit banjir rancangan dilakukan setelah mendapat nilai hujan rancangan dengan menggunakan metode distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson Type III. Hasil yang diperoleh diuji kembali kesesuaiannya dan nilai hujan rancangan yang lolos digunakan dalam perhitungan debit banjir Damayanti, A. C. et al., Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 0 No. 0 (2021) p. 0-0 2 rancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai debit banjir rancangan perhitungan metode HSS Nakayasu sebesar 1597,16 m3 /det, debit banjir rancangan perhitungan metode HSS ITB-1 sebesar 965,64 m3 /det, dan debit banjir rancangan perhitungan metode HSS Limantara sebesar 401,32 m3 /det. Berdasarkan hasil analisis, nilai dari perhitungan metode HSS Nakayasu merupakan metode yang sesuai dan paling mendekati dengan kondisi di DAS Manikin.
Title: Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang
Description:
East Nusa Tenggara Province is a dry area where the rain season is relatively short and the rainfall intensity is low.
This causes the production of food crops can not be maximized, even crop failure.
The limited water resources in East Nusa Tenggara Province can be optimized by doing construction the Manikin Dam.
In water resources planning, realistic flood discharge is needed by using the Synthetic Unit Hidrograph Method.
The purpose of this research is to analyze the design flood discharge using the Methods of Synthetic Unit Hidrograph Nakayasu, ITB-1, and Limantara in Manikin Watershed of Kupang Regency.
The calculation of the design flood discharge is carried out after obtaining the design rainfall value by using Normal, Log Normal, Gumbel, and Log Pearson Type III distribution methods.
The results obtained are tested for suitability and the design rainfall value that passed can be use in the calculation of the design flood discharge.
The results showed that the design flood discharge from the calculation of Nakayasu SUH method is 1597,16 m3/sec, that the design flood discharge from the calculation of ITB-1 SUH method is 965,64 m3/sec, and that the design flood discharge from the calculation of Limantara SUH method is 401,32 m3/sec.
Based on the results, the value of the calculation of Nakayasu SUH method is the most suitable method and the closest to the conditions in the Manikin watershed.
Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah kering dimana musim basah (hujan) relatif pendek dan intensitas curah hujan yang kecil.
Hal ini menyebabkan terjadinya produksi tanaman pangan tidak dapat maksimal, bahkan gagal panen.
Terbatasnya sumber daya air di Propinsi Nusa Tenggara Timur dapat dioptimalkan dengan melakukan pembangunan Bendungan Manikin.
Pada perencanaan bidang sumber daya air, dibutuhkan data debit banjir yang realistis dengan menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetis.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis debit banjir rancangan dengan menggunakan ketiga metode Hidrograf Satuan Sintetis yaitu HSS Nakayasu, ITB-1, dan Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang.
Perhitungan debit banjir rancangan dilakukan setelah mendapat nilai hujan rancangan dengan menggunakan metode distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson Type III.
Hasil yang diperoleh diuji kembali kesesuaiannya dan nilai hujan rancangan yang lolos digunakan dalam perhitungan debit banjir Damayanti, A.
C.
et al.
, Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol.
0 No.
0 (2021) p.
0-0 2 rancangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai debit banjir rancangan perhitungan metode HSS Nakayasu sebesar 1597,16 m3 /det, debit banjir rancangan perhitungan metode HSS ITB-1 sebesar 965,64 m3 /det, dan debit banjir rancangan perhitungan metode HSS Limantara sebesar 401,32 m3 /det.
Berdasarkan hasil analisis, nilai dari perhitungan metode HSS Nakayasu merupakan metode yang sesuai dan paling mendekati dengan kondisi di DAS Manikin.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pemilihan Metode Analisis Debit Banjir Rancangan Embung Coyo Kabupaten Grobogan
Pemilihan Metode Analisis Debit Banjir Rancangan Embung Coyo Kabupaten Grobogan
Debit banjir rancangan merupakan salah satu parameter perencanaan bangunan air. Besaran debit banjir rancangan akan sangat berpengaruh pada dimensi serta tingkat stabilitas struktu...
Analisis Intensitas Hujan dan Karakteristik Das Piring Kota Madiun
Analisis Intensitas Hujan dan Karakteristik Das Piring Kota Madiun
Penelitian ini yang berjudul Analisis Intensitas Hujan Dan Karakteristik DAS Piring Kota Madiun bertujuan untuk mendapatkan nilai intensitas hujan berdasarkan data curah hujan, men...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Mendeteksi kejadian banjir di sungai Tande Kabupaten Lingga dengan simulasi HEC-RAS
Mendeteksi kejadian banjir di sungai Tande Kabupaten Lingga dengan simulasi HEC-RAS
Sungai Tande merupakan sungai yang terletak di desa Daik Kabupaten Lingga dengan total panjang 9,41 km dan memiliki luas daerah aliran sungai (DAS) sebesar 3.170,42 ha. Penelitian ...

Back to Top