Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemilihan Metode Analisis Debit Banjir Rancangan Embung Coyo Kabupaten Grobogan

View through CrossRef
Debit banjir rancangan merupakan salah satu parameter perencanaan bangunan air. Besaran debit banjir rancangan akan sangat berpengaruh pada dimensi serta tingkat stabilitas struktur bangunan. Rencana embung Coyo terletak di sungai Lampis, secara administrasi berada di antara desa Sidorejo dan desa Mlowokarangtalun kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Untuk merencanakan dimensi bangunan pengelak digunakan Q25th, sementara untuk bangunan pelimpah digunakan Q100th. Tidak tersedianya data debit pengamatan pada lokasi kajian mengakibatkan analisis debit banjir dilakukan dengan model hujan-limpasan berdasarkan karakteristik DAS. Adanya fungsi tampungan maka diperlukan banjir rancangan dalam bentuk hidrograf. Beberapa metode analisis hidrograf yang sering digunakan di Indonesia di antaranya model Hidrograf satuan sintetik (HSS) Snyder dan HSS Nakayasu. Pemilihan besaran debit banjir dengan membandingkan hasil analisis dari berbagai metode tersebut dengan kapasitas penampang sungai (full bank capacity), dengan debit rencana kala ulang 2-5 tahun. Berdasarkan hujan rancangan dan karakteristik DAS Coyo dengan luas 69,56 km2 , metode analisis debit banjir yang paling sesuai adalah HSS Nakayasu. Besarnya debit banjir rancangan Q25th = 255.31m3/det, dan Q100th = 327.70 m3/det.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Pemilihan Metode Analisis Debit Banjir Rancangan Embung Coyo Kabupaten Grobogan
Description:
Debit banjir rancangan merupakan salah satu parameter perencanaan bangunan air.
Besaran debit banjir rancangan akan sangat berpengaruh pada dimensi serta tingkat stabilitas struktur bangunan.
Rencana embung Coyo terletak di sungai Lampis, secara administrasi berada di antara desa Sidorejo dan desa Mlowokarangtalun kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan.
Untuk merencanakan dimensi bangunan pengelak digunakan Q25th, sementara untuk bangunan pelimpah digunakan Q100th.
Tidak tersedianya data debit pengamatan pada lokasi kajian mengakibatkan analisis debit banjir dilakukan dengan model hujan-limpasan berdasarkan karakteristik DAS.
Adanya fungsi tampungan maka diperlukan banjir rancangan dalam bentuk hidrograf.
Beberapa metode analisis hidrograf yang sering digunakan di Indonesia di antaranya model Hidrograf satuan sintetik (HSS) Snyder dan HSS Nakayasu.
Pemilihan besaran debit banjir dengan membandingkan hasil analisis dari berbagai metode tersebut dengan kapasitas penampang sungai (full bank capacity), dengan debit rencana kala ulang 2-5 tahun.
Berdasarkan hujan rancangan dan karakteristik DAS Coyo dengan luas 69,56 km2 , metode analisis debit banjir yang paling sesuai adalah HSS Nakayasu.
Besarnya debit banjir rancangan Q25th = 255.
31m3/det, dan Q100th = 327.
70 m3/det.

Related Results

PENELUSURAN BANJIR PADA EMBUNG LAMBADEUK KABUPATEN ACEH BESAR
PENELUSURAN BANJIR PADA EMBUNG LAMBADEUK KABUPATEN ACEH BESAR
Abstract: Lambadeuk Dam whose construction was completed in 2013. The main source of water from Lambadeuk Dam comes from a river channel located in the Lambadeuk mountain area whic...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERENCANAAN EMBUNG HIANG, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
PERENCANAAN EMBUNG HIANG, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
Embung Hiang adalah embung desa yang terletak di Desa Haur Kuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Embung Hiang merupakan bagian dari program pemerintah daerah ...
Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang
Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang
East Nusa Tenggara Province is a dry area where the rain season is relatively short and the rainfall intensity is low. This causes the production of food crops can not be maximized...
Kajian Teknis Bangunan Pelimpah Embung Pinang Merah Di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi
Kajian Teknis Bangunan Pelimpah Embung Pinang Merah Di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi
Embung merupakan bangunan konservasi air sejenis waduk berukuran mikro yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan dimusim hujan dan aliran sungai kecil di sekitarnya. Air ya...
Analisis Hidrologi Perencanaan Embung Bratayudha
Analisis Hidrologi Perencanaan Embung Bratayudha
Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang berada di Provinsi Jawa Barat yang beriklim tropis basah, hal ini menyebabkan curah hujannya cukup tinggi sehingga terdapat beberap...
Mendeteksi kejadian banjir di sungai Tande Kabupaten Lingga dengan simulasi HEC-RAS
Mendeteksi kejadian banjir di sungai Tande Kabupaten Lingga dengan simulasi HEC-RAS
Sungai Tande merupakan sungai yang terletak di desa Daik Kabupaten Lingga dengan total panjang 9,41 km dan memiliki luas daerah aliran sungai (DAS) sebesar 3.170,42 ha. Penelitian ...

Back to Top