Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REPRESENTASI TOKOH DEWI SINTA DALAM FILM ANIMASI WAYANG INDONESIA JERITAN HATI SINTA (KAJIAN FEMINISME)

View through CrossRef
Nama Dewi Sinta merupakan satu tokoh dalam cerita Ramayana. Dewi Sinta adalah isteri dari Prabu Rama Wijaya yang menjadi pewaris tahta Ayodya. Kisah klasik Ramayana ini menjadi berbeda ketika disajikan dalam bentuk animasi film. Animasi sebagai hasil pengolahan gambar tangan menjadi gambar bergerak yang terkomputerisasi. Tujuan  pembahasan  permasalahan  yang  sudah dirumuskan  dalam  rumusan masalah adalah menjelaskan bentuk‐bentuk representasi pada tokoh Dewi Sinta dalam film animasi Jeritan Hati Sinta. Data dikumpulkan dengan cara studi Pustaka dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif dengan langkah sebagai berikut; (1) Membaca  karya sastra  secara cermat, (2) Menandai bagian dari karya sastra yang berhubungan dengan representasi tokoh berdasarkan gender, (3) Data dianalisis dengan teori gender dan feminisme, (4) Dilakukan interpretasi data. Kemudian, hasil analisis dan interpretasi dideskripsikan. Hasil dari penelitian ini adalah representasi tokoh Sinta pada film animasi wayang diungkapkan melalui marginalisasi (peminggiran atau pemiskinan ekonomi), subordinasi (penomorduaan), stereotip (citra baku), kekerasan (violence), dan beban kerja ganda  (double burden). Berdasarkan sudut pandang feminism, dapat dikatakan bahwa wanita Indonesia masih mengalami ketidakadilan gender.Kata-kata kunci: Representasi Tokoh, Film Animasi, Wayang, Feminisme
Title: REPRESENTASI TOKOH DEWI SINTA DALAM FILM ANIMASI WAYANG INDONESIA JERITAN HATI SINTA (KAJIAN FEMINISME)
Description:
Nama Dewi Sinta merupakan satu tokoh dalam cerita Ramayana.
Dewi Sinta adalah isteri dari Prabu Rama Wijaya yang menjadi pewaris tahta Ayodya.
Kisah klasik Ramayana ini menjadi berbeda ketika disajikan dalam bentuk animasi film.
Animasi sebagai hasil pengolahan gambar tangan menjadi gambar bergerak yang terkomputerisasi.
Tujuan  pembahasan  permasalahan  yang  sudah dirumuskan  dalam  rumusan masalah adalah menjelaskan bentuk‐bentuk representasi pada tokoh Dewi Sinta dalam film animasi Jeritan Hati Sinta.
Data dikumpulkan dengan cara studi Pustaka dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif dengan langkah sebagai berikut; (1) Membaca  karya sastra  secara cermat, (2) Menandai bagian dari karya sastra yang berhubungan dengan representasi tokoh berdasarkan gender, (3) Data dianalisis dengan teori gender dan feminisme, (4) Dilakukan interpretasi data.
Kemudian, hasil analisis dan interpretasi dideskripsikan.
Hasil dari penelitian ini adalah representasi tokoh Sinta pada film animasi wayang diungkapkan melalui marginalisasi (peminggiran atau pemiskinan ekonomi), subordinasi (penomorduaan), stereotip (citra baku), kekerasan (violence), dan beban kerja ganda  (double burden).
Berdasarkan sudut pandang feminism, dapat dikatakan bahwa wanita Indonesia masih mengalami ketidakadilan gender.
Kata-kata kunci: Representasi Tokoh, Film Animasi, Wayang, Feminisme.

Related Results

Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Visualisasi Wayang Beber Pacitan dalam mendukung dialog tokoh
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan artefak peninggalan nenek moyang salah satu yang mendunia adalah Wayang, Wayang di Indonesia sangat banyak jenis...
CITRA TOKOH PEREMPUAN LAKON “SINTA BOYONG” SEBAGAI REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA MASA KINI (WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA)
CITRA TOKOH PEREMPUAN LAKON “SINTA BOYONG” SEBAGAI REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA MASA KINI (WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengungkapan citra tokoh perempuan pewayangan karakter Dewi Sinta dan representasi karakter Dewi Sinta dengen perempuan Jawa mas...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan
ABSTRACT This paper is a study on the potential  of puppet (wayang)  in the scope of Sundanese  culture of  Priangan subculture,  especially  dance.  Formerly  the term  ...
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
Wayang merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang ada di Bali. Sebagai sebuah kesenian wayang tentunya memiliki nilai yang sarat dengan religiusitas. Wayang merupakan kesenian yan...
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
Animasi berjudul Bul adalah karya animasi terbaik kategori film animasi 2 Dimensi dalam lomba Animafest Film Animasi di MNCTV. Animasi ini diproduksi oleh salah satu studio animasi...
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
Generasi muda saat ini mengalami krisis karakter yang ditandai dengan ketidakpedulian terhadap budaya sejak adanya perkembangan teknologi yang telah memasuki perkembangan era 4.0. ...
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
Abstract : Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana karakter tokoh dalam novel “Sogi karya Faika Burhan?”Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Sog...

Back to Top