Javascript must be enabled to continue!
Gotong Royong Pokok dari Toleransi Antar Umat Beragama Ditinjau dari Natura Negara
View through CrossRef
Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan agama memiliki masyarakat yang hidup dan berkembang di tengah-tengah perbedaan suku dan agama. Dari perbedaan ini sering terjadi konflik yang berkepanjangan antar masyarakat akibat perbedaan agama. Sebagai salah satu contoh, kasus Pengeboman Tiga Gereja di Surabaya pada bulan Mei 2018. Menurut berita, kasus ini terjadi karena adanya motif “pencucian otak”. Mengarah kepada ajaran sesat tentang pemahaman yang salah mengenai “JIHAD” bagi orang Muslim, yang ditandai dengan bom bunuh diri. Serta menewaskan orang-orang non muslim dan supaya mereka yang melakukan bom bunuh diri, mati dalam keadaan membela agamanya untuk dapat masuk Surga. Kasus ini merupakan salah satu contoh tidak menghargai toleransi antar agama. Namun, ada suatu sisi dimana dari perbedaan agama ini, timbul rasa toleransi antar umat beragama dan menumbuhkan rasa menghormati satu sama lain dan kebersamaan yang erat antar masyarakat. Bentuk toleransi ini di aktualisasikan dengan saling Gotong Royong antar umat beragama. Bentuk Gotong Royong inilah yang menjadi pokok rasa toleransi antar umat beragama untuk saling membantu dan menghargai satu sama lain. Sehingga masyarakat dapat menjadi masyarakat yang tumbuh dan berkembang semakin dewasa serta dapat bersatu untuk memperkuat kerukunan Bangsa Indonesia. Melalui Gotong Royong antar umat beragama akan semakin mencerminkan kepribadian Bangsa Indonesia yang memiliki Dasar Negara Pancasila.
Title: Gotong Royong Pokok dari Toleransi Antar Umat Beragama Ditinjau dari Natura Negara
Description:
Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan agama memiliki masyarakat yang hidup dan berkembang di tengah-tengah perbedaan suku dan agama.
Dari perbedaan ini sering terjadi konflik yang berkepanjangan antar masyarakat akibat perbedaan agama.
Sebagai salah satu contoh, kasus Pengeboman Tiga Gereja di Surabaya pada bulan Mei 2018.
Menurut berita, kasus ini terjadi karena adanya motif “pencucian otak”.
Mengarah kepada ajaran sesat tentang pemahaman yang salah mengenai “JIHAD” bagi orang Muslim, yang ditandai dengan bom bunuh diri.
Serta menewaskan orang-orang non muslim dan supaya mereka yang melakukan bom bunuh diri, mati dalam keadaan membela agamanya untuk dapat masuk Surga.
Kasus ini merupakan salah satu contoh tidak menghargai toleransi antar agama.
Namun, ada suatu sisi dimana dari perbedaan agama ini, timbul rasa toleransi antar umat beragama dan menumbuhkan rasa menghormati satu sama lain dan kebersamaan yang erat antar masyarakat.
Bentuk toleransi ini di aktualisasikan dengan saling Gotong Royong antar umat beragama.
Bentuk Gotong Royong inilah yang menjadi pokok rasa toleransi antar umat beragama untuk saling membantu dan menghargai satu sama lain.
Sehingga masyarakat dapat menjadi masyarakat yang tumbuh dan berkembang semakin dewasa serta dapat bersatu untuk memperkuat kerukunan Bangsa Indonesia.
Melalui Gotong Royong antar umat beragama akan semakin mencerminkan kepribadian Bangsa Indonesia yang memiliki Dasar Negara Pancasila.
Related Results
“BERUBAHNYA SIKAP GOTONG ROYONG MENJADI SIKAP INDIVIDUALISME DALAM TEORI SOEKARNO, ARISTOTELES, DAN MUHAMMAD HATTA”
“BERUBAHNYA SIKAP GOTONG ROYONG MENJADI SIKAP INDIVIDUALISME DALAM TEORI SOEKARNO, ARISTOTELES, DAN MUHAMMAD HATTA”
AbstrakGotong royong berasal dari kata gotong yang artinya “bekerja” dan royong yang artinya “bersama”, dan jika digabugkan gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai...
Penerapan Karakter Gotong Royong di SDN Gili Barat dalam Implementasi nilai sila ke 4 Pancasila
Penerapan Karakter Gotong Royong di SDN Gili Barat dalam Implementasi nilai sila ke 4 Pancasila
Saat ini banyak anak-anak di SD yang karakter gotong royong dan tanggung jawabnya itu masih rendah hal tersebut dikarenakan oleh kemajuan teknologi salah satunya gadget. Penelitian...
PESTA DEMOKRASI PEMILIHAN PRESIDEN 2019
PESTA DEMOKRASI PEMILIHAN PRESIDEN 2019
Indonesia merupakan negara Kesatuan yang memiliki dasar negara yaitu Pancasila, semua perbuatan ada hukumnya sendiri dan diatur oleh perundang-undangan dan disebut sebagai negara d...
Aktualisasi Sila Persatuan Indonesia dalam Semangat Gotong Royong Bangsa
Aktualisasi Sila Persatuan Indonesia dalam Semangat Gotong Royong Bangsa
This research aims to examine and analyze the actualization of the third principle of Pancasila, namely "Unity in Indonesia," in the context of the spirit of gotong royong, which i...
Pudarnya sikap gotong royong di masa modern ditinjau dari Ir.Soekarno
Pudarnya sikap gotong royong di masa modern ditinjau dari Ir.Soekarno
Pengamatan yang saya buat ini bertujuan untuk meningkatkan kembali mengenai makna gotong royong yang ada di Indonesia. Alasan yang melatar belakangi pengamatan ini dikarenakan sema...
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Dalam era globalisasi dan multicultural yang semakin berkembang, pemahaman dan praktik toleransi beragama menjadi aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis. Pendidika...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
Interaksi Sosial antar Umat Beragama di Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah
Interaksi Sosial antar Umat Beragama di Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah
This article aims to discuss the views of in Lut Tawar Subdistrict regarding religious life that occurs within society, especially the relationship between religious people. Also t...

