Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DAN KONFLIK SOSIAL: STUDI KECAMATAN PAMINGGIR, KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

View through CrossRef
Dana desa merupakan upaya dari pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan dan pemerataan, namun juga hal tersebut bisa memicu konflik sosial terhadap penggunaan alokasinya Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memetakan serta memitigasi konflik sosial pada penggunaan dana desa. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder dengan beberapa permasalahan yang menjadi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat adanya baik vertical maupun horizontal maupun internal-eksternal pada stakeholder dana desa. Konflik sosial alokasi dana desa melibatkan para aktor di pedesaan, aktor tersebut terbagi menjadi dua, aktor internal dan aktor eksternal. Pembagian alokasi dana desa di Kecamatan Paminggir berdasarkan hak pengelolaan. Aktor bersifat internal seperti Pemerintahan desa yang terdiri dari Kepala Desa serta perangkat Desa. Aktor eksternal berada diluar aparatur pemerintahan desa, aktor tersebut adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat desa, Pendamping lokal desa, dan Pendamping Desa . Konflik sosial terjadi antara aktor internal atau eksternal sendiri, Pemicu konflik sosial dari ketidaksiapan, kecurigaan, ketidakpedulian dan kepentingan yang terjadi. Peningkatan kesiapan dan kualitas sumber daya manusia, sosialisasi dan mediasi dapat mengurangi potensi konflik sosial.Kata kunci : dana desa, konflik, stakeholder
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DAN KONFLIK SOSIAL: STUDI KECAMATAN PAMINGGIR, KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Description:
Dana desa merupakan upaya dari pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan dan pemerataan, namun juga hal tersebut bisa memicu konflik sosial terhadap penggunaan alokasinya Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memetakan serta memitigasi konflik sosial pada penggunaan dana desa.
Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder dengan beberapa permasalahan yang menjadi sumber data.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat adanya baik vertical maupun horizontal maupun internal-eksternal pada stakeholder dana desa.
Konflik sosial alokasi dana desa melibatkan para aktor di pedesaan, aktor tersebut terbagi menjadi dua, aktor internal dan aktor eksternal.
Pembagian alokasi dana desa di Kecamatan Paminggir berdasarkan hak pengelolaan.
Aktor bersifat internal seperti Pemerintahan desa yang terdiri dari Kepala Desa serta perangkat Desa.
Aktor eksternal berada diluar aparatur pemerintahan desa, aktor tersebut adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat desa, Pendamping lokal desa, dan Pendamping Desa .
Konflik sosial terjadi antara aktor internal atau eksternal sendiri, Pemicu konflik sosial dari ketidaksiapan, kecurigaan, ketidakpedulian dan kepentingan yang terjadi.
Peningkatan kesiapan dan kualitas sumber daya manusia, sosialisasi dan mediasi dapat mengurangi potensi konflik sosial.
Kata kunci : dana desa, konflik, stakeholder.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Artikel ini berfokus pada pembahasan tentang Minimnya kesadaran, pengetahuan, pengalaman dan konsep diri masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan. Tujuan Dalam ...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN TERNAK KERBAU RAWA DI DESA PAMINGGIR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN TERNAK KERBAU RAWA DI DESA PAMINGGIR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Sistem pemeliharaan ternak kerbau yang masih menganut cara tradisional karena campur tangan manusia dan teknologi yang digunakan boleh dikatakan minim, sehingga prestasi yang dihar...
PERSEPEKTIF OLAHRAGA TINJU DALAM MENDUKUNG PRESTASI OLAHRAGA KABUPATEN ROKAN HULU
PERSEPEKTIF OLAHRAGA TINJU DALAM MENDUKUNG PRESTASI OLAHRAGA KABUPATEN ROKAN HULU
Boxing is a sport and a martial art that features two participants of similar weight competing with each other by using their fists in a series of one or three minute intervals cal...
Efisiensi Pemasaran Kerbau Rawa di Desa Sapala Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara
Efisiensi Pemasaran Kerbau Rawa di Desa Sapala Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara
Desa Sapala adalah salah satu desa yang mempunyai populasi kerbau rawa terbanyak di Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam menghasilkan sistem pemasaran yang efekti...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...

Back to Top