Javascript must be enabled to continue!
Pemberdayaan Industri Gamelan di Desa Wirun Melalui Optimalisasi Pemasaran Berbasis Website
View through CrossRef
Gamelan sebagai alat musik tradisional khas Indonesia menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan. Selain menjadi alat musik yang khas, gamelan sudah menjadi maskot untuk Desa Wirun sendiri. Ia memiliki lebih dari dua pengrajin gamelan dan telah berdiri bahkan sebelum Indonesia merdeka. Mayoritas pemilik industri gamelan sudah diteruskan oleh generasinya. Banyak dari mereka yang sudah peduli akan keberlanjutan industri gamelan ini. Diluar dari warisan nenek moyang, industri gamelan ini juga membuka lapangan kerja serta telah menjadi sumber nafkah utama oleh masyarakat sekitar sehingga kepedulian akan keberlanjutan industri sangat disadari oleh mereka. Namun, dalam beberapa industri ditemukan kendala dalam memperluas pemasaran gamelan. Mayoritas dari pengrajin memproduksi gamelan dengan cara by request oleh pelanggan yang sudah lama berlangganan dengan jumlah pelanggan yang terbilang sedikit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kendala yang dialami pengrajin ada pada sempitnya jangkauan pemasaran gamelan. Latar belakang tersebut memunculkan inisiatif tim KKN MAs 56 untuk melaksanakan pengabdian dalam perluasan wilayah pemasaran dalam hingga luar negeri. Pengabdian yang dilakukan berupa pembuatan website industri gamelan Desa Wirun dalam penanggulangan jangkauan wilayah pemasaran baik di kancah nasional hingga internasional. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni survey dan wawancara. Kegiatan pengabdian ini melibatkan direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wirun serta pengrajin gamelan lokal. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara bersama pengrajin yang kemudian diolah secara rapi menjadi konten dasar website. Langkah selanjutnya yakni pembuatan desain dengan tahap akhir berupa pengunggahan website pada platform digital yang mana hal tersebut dapat diakses oleh berbagai macam konsumen dari berbagai negara di penjuru dunia. Dampak adanya website pada jangkauan pemasaran gamelan meningkat secara progresif sehingga mendapatkan feedback memuaskan.
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Title: Pemberdayaan Industri Gamelan di Desa Wirun Melalui Optimalisasi Pemasaran Berbasis Website
Description:
Gamelan sebagai alat musik tradisional khas Indonesia menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan.
Selain menjadi alat musik yang khas, gamelan sudah menjadi maskot untuk Desa Wirun sendiri.
Ia memiliki lebih dari dua pengrajin gamelan dan telah berdiri bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Mayoritas pemilik industri gamelan sudah diteruskan oleh generasinya.
Banyak dari mereka yang sudah peduli akan keberlanjutan industri gamelan ini.
Diluar dari warisan nenek moyang, industri gamelan ini juga membuka lapangan kerja serta telah menjadi sumber nafkah utama oleh masyarakat sekitar sehingga kepedulian akan keberlanjutan industri sangat disadari oleh mereka.
Namun, dalam beberapa industri ditemukan kendala dalam memperluas pemasaran gamelan.
Mayoritas dari pengrajin memproduksi gamelan dengan cara by request oleh pelanggan yang sudah lama berlangganan dengan jumlah pelanggan yang terbilang sedikit.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kendala yang dialami pengrajin ada pada sempitnya jangkauan pemasaran gamelan.
Latar belakang tersebut memunculkan inisiatif tim KKN MAs 56 untuk melaksanakan pengabdian dalam perluasan wilayah pemasaran dalam hingga luar negeri.
Pengabdian yang dilakukan berupa pembuatan website industri gamelan Desa Wirun dalam penanggulangan jangkauan wilayah pemasaran baik di kancah nasional hingga internasional.
Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni survey dan wawancara.
Kegiatan pengabdian ini melibatkan direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wirun serta pengrajin gamelan lokal.
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara bersama pengrajin yang kemudian diolah secara rapi menjadi konten dasar website.
Langkah selanjutnya yakni pembuatan desain dengan tahap akhir berupa pengunggahan website pada platform digital yang mana hal tersebut dapat diakses oleh berbagai macam konsumen dari berbagai negara di penjuru dunia.
Dampak adanya website pada jangkauan pemasaran gamelan meningkat secara progresif sehingga mendapatkan feedback memuaskan.
Related Results
Onomatope dalam Istilah-istilah Gamelan Jawa
Onomatope dalam Istilah-istilah Gamelan Jawa
Onomatopoeia in Javanese is attached to the Javanese musical art activity called gamelan or Karawitan. Just as music is related to sounds, there are various gamelan terms which are...
GAMELAN GONG KEBYAR SEMBILAN BILAH DI DESA KELECUNG
GAMELAN GONG KEBYAR SEMBILAN BILAH DI DESA KELECUNG
Gamelan merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia yang telah berkembang sebagai musik sejak jaman prasejarah hingga saat ini. Perkembangan gamelan di Bali...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Eksistensi Gamelan Gong Gede Saih Pitu Dalam Ritual Agama Hindu Di Banjar Kebon Singapadu ( Perspektif Teologi Hindu )
Eksistensi Gamelan Gong Gede Saih Pitu Dalam Ritual Agama Hindu Di Banjar Kebon Singapadu ( Perspektif Teologi Hindu )
<p><em>Types of gamelan that exist in the earth comes from the voice of Genta Pinara Pitu which became the inspiration of the birth gamelan in the realms of the Gods, R...
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Artikel ini berfokus pada pembahasan tentang Minimnya kesadaran, pengetahuan, pengalaman dan konsep diri masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan. Tujuan Dalam ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...

