Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Daun Rosemary (Rosmarinus officinalis L.)

View through CrossRef
Abstract. The increase in free radicals due to exposure to pollution, stress, and unhealthy lifestyles can lead to oxidative stress, which contributes to various degenerative diseases. Antioxidants are compounds capable of neutralizing free radicals and preventing cellular damage. One natural source of antioxidants is the Rosemary plant (Rosmarinus officinalis L.), which is known to contain bioactive compounds such as flavonoids and polyphenols. This study aims to evaluate the antioxidant activity of rosemary leaf extract using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Extraction was carried out using the reflux method with 96% ethanol as the solvent. The antioxidant activity was assessed based on the IC₅₀ value, which indicates the concentration required to inhibit 50% of DPPH free radicals. The results showed that rosemary leaf extract exhibited strong antioxidant activity, as indicated by an IC₅₀ value of 9.7877 µg/mL. Therefore, rosemary leaves have the potential to be developed as a natural source of antioxidants in the fields of health and pharmaceuticals. Abstrak. Peningkatan radikal bebas akibat paparan polusi, stres, dan gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Salah satu sumber antioksidan alami adalah tanaman Rosemary (Rosmarinus officinalis L.), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak daun rosemary dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan dievaluasi berdasarkan nilai IC₅₀, yaitu konsentrasi yang dibutuhkan untuk meredam 50% radikal bebas DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun rosemary memiliki aktivitas antioksidan yang cukup kuat, ditandai dengan nilai IC₅₀ sebesar 9,7877 µg/mL. Dengan demikian, daun rosemary berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang kesehatan dan farmasi.
Title: Uji Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Daun Rosemary (Rosmarinus officinalis L.)
Description:
Abstract.
The increase in free radicals due to exposure to pollution, stress, and unhealthy lifestyles can lead to oxidative stress, which contributes to various degenerative diseases.
Antioxidants are compounds capable of neutralizing free radicals and preventing cellular damage.
One natural source of antioxidants is the Rosemary plant (Rosmarinus officinalis L.
), which is known to contain bioactive compounds such as flavonoids and polyphenols.
This study aims to evaluate the antioxidant activity of rosemary leaf extract using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method.
Extraction was carried out using the reflux method with 96% ethanol as the solvent.
The antioxidant activity was assessed based on the IC₅₀ value, which indicates the concentration required to inhibit 50% of DPPH free radicals.
The results showed that rosemary leaf extract exhibited strong antioxidant activity, as indicated by an IC₅₀ value of 9.
7877 µg/mL.
Therefore, rosemary leaves have the potential to be developed as a natural source of antioxidants in the fields of health and pharmaceuticals.
Abstrak.
Peningkatan radikal bebas akibat paparan polusi, stres, dan gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif.
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel.
Salah satu sumber antioksidan alami adalah tanaman Rosemary (Rosmarinus officinalis L.
), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak daun rosemary dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).
Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 96%.
Aktivitas antioksidan dievaluasi berdasarkan nilai IC₅₀, yaitu konsentrasi yang dibutuhkan untuk meredam 50% radikal bebas DPPH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun rosemary memiliki aktivitas antioksidan yang cukup kuat, ditandai dengan nilai IC₅₀ sebesar 9,7877 µg/mL.
Dengan demikian, daun rosemary berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang kesehatan dan farmasi.

Related Results

Potensi Aktivitas Antioksidan dari Daun Tin
Potensi Aktivitas Antioksidan dari Daun Tin
Abstract. The fig plant (Ficus carica L.) is from West Asia. Fig leaf extract has secondary metabolites flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids. These compounds make fig l...
Aktivitas Antidiabetes Tanaman Rosemary (Rosmarinus officinalis L.)
Aktivitas Antidiabetes Tanaman Rosemary (Rosmarinus officinalis L.)
Abstract. Diabetes is a chronic disease characterized by increased blood glucose levels in the body because the pancreas is unable to produce insulin or the body is unable to use i...
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Luka Bakar Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe Pinnata L.) Menggunakan Metode DPPH
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Luka Bakar Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe Pinnata L.) Menggunakan Metode DPPH
Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata Lam. Pers) merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris mampu menyembuhkan luka bakar. Tumbuhan ini memiliki potensi antioksidan yang poten...
Aktivitas Antioksidan dan Skrining Fitokimia dari Ekstrak Daun Matoa Pometia pinnata
Aktivitas Antioksidan dan Skrining Fitokimia dari Ekstrak Daun Matoa Pometia pinnata
Senyawa yang  memiliki aktivitas antioksidan Antioksidan dapat digunakan menghilangkan, mencegah pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Senyawa yang bersifat sebagai antioksidan...
Keunggulan Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) dalam Melawan Radikal Bebas
Keunggulan Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) dalam Melawan Radikal Bebas
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keunggulan ekstrak daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) sebagai sumber antioksidan dalam melawan radikal bebas. Radikal bebas merupak...
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
Tubuh kita sering terpapar radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit. Untuk menangkal kerusakan ini, tubuh membutuhkan antioksidan. Antioksidan al...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...

Back to Top