Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Aktivitas Antioksidan Krim Luka Bakar Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe Pinnata L.) Menggunakan Metode DPPH

View through CrossRef
Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata Lam. Pers) merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris mampu menyembuhkan luka bakar. Tumbuhan ini memiliki potensi antioksidan yang poten untuk dikembangkan sebagai sediaan krim. Senyawa fenolik seperti flavonoid yang terdapat pada daun cocor bebek diduga mempunyai aktivitas anti radikal bebas pada proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan krim luka bakar ekstrak daun cocor bebek 5 % dengan metode DPPH. Ekstrak etanol 96% daun cocor bebek diperoleh dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96%. Sediaan krim dengan basis M/A menggunakan ekstrak cocor bebek sebesar 5 %.  Selanjutnya dilakukan uji evaluasi sediaan fisik krim yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, dan uji pH kemudian dilanjutkan dengan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap berbagai variasi konsentrasi krim luka bakar ekstrak daun cocor bebek 5 % yaitu 50, 100, 150 dan 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim luka bakar ekstrak daun cocor bebek 5 % memenuhi persyaratan evaluasi sediaan fisik krim dengan sifar organoleptik memenuhi syarat warna, bau, dan bentuk.  Krim memiliki tekstur yang homogen dan pH 6,7. Aktivitas antioksidan bersifat lemah dengan nilai IC50 sebesar 156,52 ppm dibandingkan dengan vitamin C dengan IC50 2,85 ppm. Berdasarkan hasil uji bahwa krim luka bakar ekstrak daun cocor bebek 5 % yang telah dibuat memenuhi syarat evaluasi sediaan fisik dan tergolong kedalam golongan senyawa dengan antioksidan lemah.
Title: Uji Aktivitas Antioksidan Krim Luka Bakar Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe Pinnata L.) Menggunakan Metode DPPH
Description:
Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata Lam.
Pers) merupakan salah satu tumbuhan yang secara empiris mampu menyembuhkan luka bakar.
Tumbuhan ini memiliki potensi antioksidan yang poten untuk dikembangkan sebagai sediaan krim.
Senyawa fenolik seperti flavonoid yang terdapat pada daun cocor bebek diduga mempunyai aktivitas anti radikal bebas pada proses penyembuhan luka.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan krim luka bakar ekstrak daun cocor bebek 5 % dengan metode DPPH.
Ekstrak etanol 96% daun cocor bebek diperoleh dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96%.
Sediaan krim dengan basis M/A menggunakan ekstrak cocor bebek sebesar 5 %.
  Selanjutnya dilakukan uji evaluasi sediaan fisik krim yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, dan uji pH kemudian dilanjutkan dengan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH.
Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap berbagai variasi konsentrasi krim luka bakar ekstrak daun cocor bebek 5 % yaitu 50, 100, 150 dan 200 ppm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim luka bakar ekstrak daun cocor bebek 5 % memenuhi persyaratan evaluasi sediaan fisik krim dengan sifar organoleptik memenuhi syarat warna, bau, dan bentuk.
  Krim memiliki tekstur yang homogen dan pH 6,7.
Aktivitas antioksidan bersifat lemah dengan nilai IC50 sebesar 156,52 ppm dibandingkan dengan vitamin C dengan IC50 2,85 ppm.
Berdasarkan hasil uji bahwa krim luka bakar ekstrak daun cocor bebek 5 % yang telah dibuat memenuhi syarat evaluasi sediaan fisik dan tergolong kedalam golongan senyawa dengan antioksidan lemah.

Related Results

Potensi Antioksidan Vitex pinnata Linn Secara In Vivo
Potensi Antioksidan Vitex pinnata Linn Secara In Vivo
ABSTRAK Stres oksidatif merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan antioksidan dimana kadar radikal bebas lebih tinggi dibandingkan antioksidan....
Efektivitas Madu Hutan dan Krim Daun Singkong terhadap Penyembuhan Luka Bakar derajat-IIA
Efektivitas Madu Hutan dan Krim Daun Singkong terhadap Penyembuhan Luka Bakar derajat-IIA
Abstract—The skin is a line of defense in protecting the body from various trauma and injuries such as burns. Grade IIA burns are characterized by red, blistered skin and blisters....
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK INFUSA DAUN LEUNCA ( Solanum nigrum L ) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK INFUSA DAUN LEUNCA ( Solanum nigrum L ) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi potensi ekstrak infusa daun leunca (Solanum nigrum L.) dalam formulasi granul effervecsent dan melakukan pengujian aktifitas ant...
Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper ornatum N.E.Br.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus
Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper ornatum N.E.Br.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus
Luka bakar (combustio) adalah kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas sepeti air, api, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar akan mengakibatkan tidak...

Back to Top