Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)

View through CrossRef
Tubuh kita sering terpapar radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit. Untuk menangkal kerusakan ini, tubuh membutuhkan antioksidan. Antioksidan alami, seperti yang ditemukan pada buah-buahan dan tanaman, dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Bawang merah, khususnya pada bagian daunnya, kaya akan senyawa antioksidan. Penelitian ini ingin mengetahui seberapa aktivitas antioksidan, parameter spesifik dan non spesifik, seberapa besar nilai IC50 dengan metode DPPH, sebuah metode umum untuk mengukur aktivitas antioksidan. Untuk mendapatkan ekstrak daun bawang merah, daun tersebut direndam dalam etanol 96% selama 24 jam. Proses perendaman ini disebut maserasi. Ekstrak yang dihasilkan kemudian diuji aktivitas antioksidannya dengan cara mengukur kemampuannya untuk menghentikan aktivitas radikal bebas DPPH. Hasilnya dinyatakan dalam nilai IC50 yang menunjukkan seberapa banyak ekstrak yang dibutuhkan untuk menghambat 50% aktivitas radikal bebas. Selain itu, kandungan senyawa fenol dan flavonoid dalam ekstrak juga ditentukan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Untuk mengetahui jenis senyawa lain yang terkandung, dilakukan skrining fitokimia menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun bawang merah memiliki kemampuan untuk menangkal radikal bebas, dengan nilai IC50 sebesar 445,476 ppm dengan kategori lemah. Ekstrak ini juga mengandung flavonoid dan fenol, masing-masing sebesar 1,9470% dan 1,9939%. Selain itu, daun bawang merah menghasilkan nilai kadar abu sebesar 9,951% dan susut pengeringan sebesar 5,271%. Proses pembuatan ekstrak ini juga menghasilkan rendemen sebesar 16,383%. 
Title: UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
Description:
Tubuh kita sering terpapar radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit.
Untuk menangkal kerusakan ini, tubuh membutuhkan antioksidan.
Antioksidan alami, seperti yang ditemukan pada buah-buahan dan tanaman, dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas.
Bawang merah, khususnya pada bagian daunnya, kaya akan senyawa antioksidan.
Penelitian ini ingin mengetahui seberapa aktivitas antioksidan, parameter spesifik dan non spesifik, seberapa besar nilai IC50 dengan metode DPPH, sebuah metode umum untuk mengukur aktivitas antioksidan.
Untuk mendapatkan ekstrak daun bawang merah, daun tersebut direndam dalam etanol 96% selama 24 jam.
Proses perendaman ini disebut maserasi.
Ekstrak yang dihasilkan kemudian diuji aktivitas antioksidannya dengan cara mengukur kemampuannya untuk menghentikan aktivitas radikal bebas DPPH.
Hasilnya dinyatakan dalam nilai IC50 yang menunjukkan seberapa banyak ekstrak yang dibutuhkan untuk menghambat 50% aktivitas radikal bebas.
Selain itu, kandungan senyawa fenol dan flavonoid dalam ekstrak juga ditentukan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis.
Untuk mengetahui jenis senyawa lain yang terkandung, dilakukan skrining fitokimia menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT).
Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun bawang merah memiliki kemampuan untuk menangkal radikal bebas, dengan nilai IC50 sebesar 445,476 ppm dengan kategori lemah.
Ekstrak ini juga mengandung flavonoid dan fenol, masing-masing sebesar 1,9470% dan 1,9939%.
Selain itu, daun bawang merah menghasilkan nilai kadar abu sebesar 9,951% dan susut pengeringan sebesar 5,271%.
Proses pembuatan ekstrak ini juga menghasilkan rendemen sebesar 16,383%.
 .

Related Results

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium) DAN PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium) DAN PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL
Tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) merupakan familia Myrtaceae yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman hias. Uji fitokimia daun berwarna merah Syzygium my...
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAWANG HITAM (BLACK GARLIC) DENGAN VARIASI LAMA PEMANASAN
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BAWANG HITAM (BLACK GARLIC) DENGAN VARIASI LAMA PEMANASAN
AbstrakSenyawa radikal dalam tubuh sangat reaktif terhadap sel-sel, sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit. Senyawa yang mampu menangkal radikal bebas disebut antioksidan. Ba...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...
Potensi Aktivitas Antioksidan dari Daun Tin
Potensi Aktivitas Antioksidan dari Daun Tin
Abstract. The fig plant (Ficus carica L.) is from West Asia. Fig leaf extract has secondary metabolites flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids. These compounds make fig l...
Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dengan Metode DPPH
Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dengan Metode DPPH
Kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kulit bawang...

Back to Top