Javascript must be enabled to continue!
Keanekaragaman Jenis Makroalga di Perairan Teluk Gilimanuk Bali
View through CrossRef
Makroalga di pesisir Indonesia memiliki keanekaragaman spesies biodiversity yang tinggi, namun organisme ini sangat rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan baik secara alami seperti faktor angin, gelombang, arus dan musim menjadi faktor pemicu perubahan habitat makroalga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan kelimpahan jenis makroalga yang terdapat di kawasan perairan Teluk Gilimanuk. Data yang dikumpulkan berupa data primer, metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode obsevasi pada 3 stasiun dengan jarak antar stasiun 20 meter. Selain itu dilakukan pengamatan parameter fisika dan kimia perairan sesuai dengan lokasi penelitian. Hasil penelitian ditemukan makroalga yang terbagi kedalam 3 devisi makroalga yaitu alga hijau (Chlorophyta), alga merah (Rhodophyta) dan alga coklat (Phaeophyta) yang terdiri dari 6 genus yaitu Ulva, Halimeda, Amphiroa, Gracilaria, Rosenvingea, dan Dictyota. Nilai Indeks keanekaragaman makroalga dikategorikan rendah hingga sedang, Nilai indeks keseragaman pada stasiun satu rendah dan pada stasiun dua dan tingga dikategorikan tinggi. Adapun nilai indeks dominansi (C) pada stasiun satu dikategorikan tinggi.
Title: Keanekaragaman Jenis Makroalga di Perairan Teluk Gilimanuk Bali
Description:
Makroalga di pesisir Indonesia memiliki keanekaragaman spesies biodiversity yang tinggi, namun organisme ini sangat rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan baik secara alami seperti faktor angin, gelombang, arus dan musim menjadi faktor pemicu perubahan habitat makroalga.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan kelimpahan jenis makroalga yang terdapat di kawasan perairan Teluk Gilimanuk.
Data yang dikumpulkan berupa data primer, metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode obsevasi pada 3 stasiun dengan jarak antar stasiun 20 meter.
Selain itu dilakukan pengamatan parameter fisika dan kimia perairan sesuai dengan lokasi penelitian.
Hasil penelitian ditemukan makroalga yang terbagi kedalam 3 devisi makroalga yaitu alga hijau (Chlorophyta), alga merah (Rhodophyta) dan alga coklat (Phaeophyta) yang terdiri dari 6 genus yaitu Ulva, Halimeda, Amphiroa, Gracilaria, Rosenvingea, dan Dictyota.
Nilai Indeks keanekaragaman makroalga dikategorikan rendah hingga sedang, Nilai indeks keseragaman pada stasiun satu rendah dan pada stasiun dua dan tingga dikategorikan tinggi.
Adapun nilai indeks dominansi (C) pada stasiun satu dikategorikan tinggi.
Related Results
Identifikasi Makroalga di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta
Identifikasi Makroalga di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta
Saat ini banyak hasil penelitian terkait penyebaran makroalga di Indonesia. Namun informasi terkait penyebaran makroalga di Pulau Tidung di kawasan Kepulauan Seribu cukup sulit dit...
SPESIES MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI DESA HATU KABUPATEN MALUKU TENGAH
SPESIES MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI DESA HATU KABUPATEN MALUKU TENGAH
Makroalga merupakan komponen penting di dalam ekosistem perairan karena berfungsi sebagai produsen yang menentukan kelangsungan hidup dari berbagai organisme perairan. Dengan kata ...
Keanekaragaman Jenis Makroalga di Pantai Afuik, Desa Dualaus, Kabupaten Belu
Keanekaragaman Jenis Makroalga di Pantai Afuik, Desa Dualaus, Kabupaten Belu
Pantai Afuik, Desa Dualaus, Kabupaten Belu, merupakan kawasan pesisir yang memiliki potensi keanekaragaman hayati makroalga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekayaan jeni...
Identifikasi Makroalga Yang Tersebar Di Perairan Kapihak Desa Mondu Kecamatan Kanatang
Identifikasi Makroalga Yang Tersebar Di Perairan Kapihak Desa Mondu Kecamatan Kanatang
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumberdaya hati termasukĀ makroalga. Sumba Timur merupakan salah satu daerah sebaran makroalga yang cukupĀ melimpah. Hasil peneli...
Identifikasi Keanekaragaman Makroalga di Pantai Nangahale Doi Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur
Identifikasi Keanekaragaman Makroalga di Pantai Nangahale Doi Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur
Makroalga memiliki beragam manfaat, namun informasi awal yang didapatkan peneliti bahwa jenis-jenis Makroalga yang ditemukan di PantaiĀ Nangahale Doi belum diketahui sampai saat in...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
PERBANDINGAN STRUKTUR DAN KOMPOSISI MAKROALGA DI PANTAI DRINI DAN PANTAI KRAKAL
PERBANDINGAN STRUKTUR DAN KOMPOSISI MAKROALGA DI PANTAI DRINI DAN PANTAI KRAKAL
ABSTRACTDrini and Krakal Beach are two beaches in the Gunungkidul area which are crowded with visitors. The high human activity, directly and indirectly will affect marine organism...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...

