Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia

View through CrossRef
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagrass coverage and seagrass density in Teluk Bakau Village. The research was conducted at two stations, Beralas Pasir Island and Teluk Bakau Village Beach. Seagrass data collections are computed using transect quadrat method. The results of this study show that there is total 8 species of seagrasses found in the conservation area of seagrass ecosystem in Teluk Bakau, namelu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, Halophila minor, Syringodium isoetifolium and Halodule uninervis. The highest seagrass cover value was found at Beralas Pasir Island station about 47%, while in Teluk Bakau Village Beach station the seagrass coverage value was arround 29%. Based on these coverage value, the seagrass ecosystem in Teluk Bakau area fall in the category of medium conditon. The excistence of seagrass ecosystem in Teluk Bakau village is utilized by the community in small scale fisheries activity, therefore it is utmost important that its biodiversity and level of coverage are maintaned or even improved.Keywords: Bintan, conservation, coverage, seagrass, teluk bakau Abstrak. Desa Teluk Bakau merupakan salah satu kawasan konservasi ekosistem padang lamun yang terletak di Pulau Bintan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran spesies, tutupan dan kerapatan lamun di Desa Teluk Bakau. Metode pengamatan ekosistem padang lamun dengan menggunakan metode transek kuadrat. Penelitian dilakukan di dua stasiun yaitu Pantai Timur Teluk Bakau dan Pulau Beralas Pasir. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa total terdapat 8 spesies lamun yang ditemukan di kawasan konservasi ekosistem padang lamun di Teluk Bakau, meliputi spesies Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, Halophila minor, Syringodium isoetifolium dan Halodule uninervis. Nilai tutupan lamun tertinggi ditemukan di stasiun Pulau Beralas Pasir sebesar 47% dan stasiun Pantai Desa Teluk Bakau memiliki nilai tutupan lamun sebesar 29%. Berdasarkan nilai tutupannya ekosistem padang lamun di kawasan Teluk Bakau berada dalam kondisi sedang. Keberadaan ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau dimanfaatkan oleh masyarakat dalam aktivitas perikanan skala kecil, sehingga sangat penting untuk menjaga keberagaman dan nilai tutupan ekosistem lamun.Kata Kunci: Bintan, konservasi, lamun, Teluk Bakau, tutupan
Institute of Postgraduate Studies, Syiah Kuala University
Title: Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Description:
Abstract.
Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island.
This research aim to study the distribution of species, seagrass coverage and seagrass density in Teluk Bakau Village.
The research was conducted at two stations, Beralas Pasir Island and Teluk Bakau Village Beach.
Seagrass data collections are computed using transect quadrat method.
The results of this study show that there is total 8 species of seagrasses found in the conservation area of seagrass ecosystem in Teluk Bakau, namelu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, Halophila minor, Syringodium isoetifolium and Halodule uninervis.
The highest seagrass cover value was found at Beralas Pasir Island station about 47%, while in Teluk Bakau Village Beach station the seagrass coverage value was arround 29%.
Based on these coverage value, the seagrass ecosystem in Teluk Bakau area fall in the category of medium conditon.
The excistence of seagrass ecosystem in Teluk Bakau village is utilized by the community in small scale fisheries activity, therefore it is utmost important that its biodiversity and level of coverage are maintaned or even improved.
Keywords: Bintan, conservation, coverage, seagrass, teluk bakau Abstrak.
Desa Teluk Bakau merupakan salah satu kawasan konservasi ekosistem padang lamun yang terletak di Pulau Bintan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran spesies, tutupan dan kerapatan lamun di Desa Teluk Bakau.
Metode pengamatan ekosistem padang lamun dengan menggunakan metode transek kuadrat.
Penelitian dilakukan di dua stasiun yaitu Pantai Timur Teluk Bakau dan Pulau Beralas Pasir.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa total terdapat 8 spesies lamun yang ditemukan di kawasan konservasi ekosistem padang lamun di Teluk Bakau, meliputi spesies Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, Halophila minor, Syringodium isoetifolium dan Halodule uninervis.
Nilai tutupan lamun tertinggi ditemukan di stasiun Pulau Beralas Pasir sebesar 47% dan stasiun Pantai Desa Teluk Bakau memiliki nilai tutupan lamun sebesar 29%.
Berdasarkan nilai tutupannya ekosistem padang lamun di kawasan Teluk Bakau berada dalam kondisi sedang.
Keberadaan ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau dimanfaatkan oleh masyarakat dalam aktivitas perikanan skala kecil, sehingga sangat penting untuk menjaga keberagaman dan nilai tutupan ekosistem lamun.
Kata Kunci: Bintan, konservasi, lamun, Teluk Bakau, tutupan.

Related Results

STUDI KETERKAITAN EKOSISTEM LAMUN DAN PERIKANAN SKALA KECIL (Studi Kasus: Desa Malang Rapat dan Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau)
STUDI KETERKAITAN EKOSISTEM LAMUN DAN PERIKANAN SKALA KECIL (Studi Kasus: Desa Malang Rapat dan Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau)
Ekosistem lamun merupakan salah satu bagian penting sebagai bagian penyusun kesatuan ekosistem pesisir bersama dengan mangrove dan terumbu karang. Secara spesifik, keterkaitan masy...
Urgensi Pendekatan Social-Ecological System (SES) dalam Pengelolaan Ekosistem Lamun Indonesia
Urgensi Pendekatan Social-Ecological System (SES) dalam Pengelolaan Ekosistem Lamun Indonesia
Tiga ekosistem penting di wilayah pesisir adalah ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Dari ketiga ekosistem pesisir itu, ekosistem lamun masih termarginalkan, padahal ekos...
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecil yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya p...
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecilyang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya pe...
Peran Padang Lamun Terhadap Hewan Asosiasi di Perairan Indonesia
Peran Padang Lamun Terhadap Hewan Asosiasi di Perairan Indonesia
Ekosistem lamun banyak dijumpai di daerah estuary dan memiliki produktivitas tinggi. Ekosistem ini memiliki beragam hewan asosiasi yang memanfaatkan padang lamun untuk menunjang ak...
PENGENALAN EKOSISTEM PADANG LAMUN
PENGENALAN EKOSISTEM PADANG LAMUN
Padang lamun merupakan ekosistem laut dangkal yang didominasi oleh vegetasi lamun. Ekosistem padang lamun memiliki peran penting dalam ekologi kawasan pesisir, karena menjadi habit...
DINAMIKA TEMPORAL KOMUNITAS LAMUN PADA MUSIM KEMARAU DI INTERTIDAL MADASANGER, KABUPATEN SUMBAWA BARAT
DINAMIKA TEMPORAL KOMUNITAS LAMUN PADA MUSIM KEMARAU DI INTERTIDAL MADASANGER, KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Lamun merupakan salah satu komunitas di intertidal Madasanger. Kawasan intertidal merupakan kawasan yang dinamis, dipengaruhi oleh perubahan pasang dan surut yang membuat kondisi l...

Back to Top