Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS LENGAN AYUN PADA MESIN PENGAYAK TEPUNG SAGU KAPASITAS 10 KG

View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi pada pengolahan tepung sagu yang masih dilakukan manual atau dengan mesin seadanya khususnya pada daerah Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan kekuatan tarik pada lengan ayun dan lengan penahan yang bekerja pada mesin pengayak otomatis dengan beban sebesar 10 kg serta menentukan dimensi ukuran yang sesuai dengan alat mesin otomatis pengayak tepung sagu. Penelitian ini difokuskan pada pengayakan tepung sagu di UD. Barokah Kabupaten Bengkalis yang menggunakan mesin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melakukan studi literatur dengan menganalisis hasil eksperimen dan perhitungan numerik. Adapun uji coba mesin dilakukan dengan perhitungan waktu 5 menit dengan mesin pengayak sagu 10 kg dengan kecepatan elektromotor 1.425 rpm dan variasi panjang lengan ayun 21 cm, 19 cm dan 17 cm. Berdasarkan eksperimen dan analisis data didapat hasil penelitian, tepung sagu yang terayak terbanyak dari jumlah awal sebelum tepung diayak yaitu pada kecepatan elektromotor 1425 rpm dengan hasil ayakan (PL 21 cm = 8.6 kg, PL 19 cm = 8.1 kg dan PL 17 cm = 8.5 kg). Sedangkan untuk panjang lengan ayun yang terbaik yaitu terdapat pada panjang lengan ayun 21 cm.
Title: ANALISIS LENGAN AYUN PADA MESIN PENGAYAK TEPUNG SAGU KAPASITAS 10 KG
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi pada pengolahan tepung sagu yang masih dilakukan manual atau dengan mesin seadanya khususnya pada daerah Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan kekuatan tarik pada lengan ayun dan lengan penahan yang bekerja pada mesin pengayak otomatis dengan beban sebesar 10 kg serta menentukan dimensi ukuran yang sesuai dengan alat mesin otomatis pengayak tepung sagu.
Penelitian ini difokuskan pada pengayakan tepung sagu di UD.
Barokah Kabupaten Bengkalis yang menggunakan mesin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini melakukan studi literatur dengan menganalisis hasil eksperimen dan perhitungan numerik.
Adapun uji coba mesin dilakukan dengan perhitungan waktu 5 menit dengan mesin pengayak sagu 10 kg dengan kecepatan elektromotor 1.
425 rpm dan variasi panjang lengan ayun 21 cm, 19 cm dan 17 cm.
Berdasarkan eksperimen dan analisis data didapat hasil penelitian, tepung sagu yang terayak terbanyak dari jumlah awal sebelum tepung diayak yaitu pada kecepatan elektromotor 1425 rpm dengan hasil ayakan (PL 21 cm = 8.
6 kg, PL 19 cm = 8.
1 kg dan PL 17 cm = 8.
5 kg).
Sedangkan untuk panjang lengan ayun yang terbaik yaitu terdapat pada panjang lengan ayun 21 cm.

Related Results

ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
<p><strong><em>Feasibility and Perspective Analysis of Sagu Processing Development in South Sulawesi</em></strong><em>.</em><em> <...
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
Sagu di kabupatem Merauke sebagai salah satu sumbermakanan pokok dan sekaligus tanaman endemik yang sangat berpotensi sebagai salah satu komoditi pangan domestik amaupun export. Na...
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Sagu merupakan salah satu komoditi sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi sagu sebagai bahan pangan lokal ...
MANUFAKTUR MESIN PENGGILING DAN PENGAYAK GARAM
MANUFAKTUR MESIN PENGGILING DAN PENGAYAK GARAM
Proses Mesin penggiling dan pengayak mampu mengolah garam dari bentuk krosok menjadi garam serbuk. Mesin ini dapat melakukan dua pekerjaan secara bersamaan setelah garam melalui pr...
Pengaruh Perendaman Terhadap Mutu Tepung Sagu (Metroxylon sp.) di Kampung Tambat Kabupaten Merauke
Pengaruh Perendaman Terhadap Mutu Tepung Sagu (Metroxylon sp.) di Kampung Tambat Kabupaten Merauke
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mutu tepung sagu “Dwitrap” kemasan 1 kg dengan memberikan perlakuan perendaman dengan variasi jenis air: air yang berasal dari K...
Pengaruh Tepung Sagu dan Kacang Merah terhadap Kadar Protein dalam Pembuatan Nastar
Pengaruh Tepung Sagu dan Kacang Merah terhadap Kadar Protein dalam Pembuatan Nastar
Potensi ketersediaan pangan lokal di Indonesia sangat melimpah antara lain serealia, palmae, umbi-umbian yang tumbuh subur di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tepung sagu untuk pe...

Back to Top