Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Jenis Dipterocarpus retusus Blume di Kawasan Hutan Situ Gunung Sukabumi

View through CrossRef
<p>Potential of Dipterocarpus retusus Blume Species in Situ Gunung Forest, Sukabumi. Titi Kalima and Marfu'ah Wardani. Analysis of the potential of Dipterocarpus retusus Blume species in Situ Gunung forest, Sukabumi, West Java, carried out in 2010 in a village location Kadudampit, Kadudampit districts, with the goal of uncovering potential and habitat conditions D. retusus in Situ Gunung forest. Data collection using the Systematic Sampling Strip with units such examples observation of 50 m x 20 m. The results showed that D. retusus recorded five induvidu stems of tree, the saplings (four individu) and seedlings (11 individu) at an altitude of 864-865 m above sea level, slope of 45%, and the soil pH from 6.0 to 6.9. The potential of D. retusus diameter rods &gt;10 cm are 50 stems per ha with 35,061 volume m3/ha. The level distribution D. retusus low, grow clustered and sparse. Abundance values for trees 2.50 stems/ha, 2.00 stems/ha for sapling and 2.20 seedling/ha.</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p><strong><br /></strong>Analisis potensi jenis Dipterocarpus retusus Blume di kawasan hutan Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat dilakukan pada tahun 2010 di lokasi Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, dengan tujuan mengungkap potensi dan kondisi habitat D. retusus di kawasan hutan Situ Gunung. Pengumpulan data dengan menggunakan metode Systematic Strip Sampling dengan unit contoh berupa jalur pengamatan 50 m dan lebar 20 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa D. retusus tercatat lima induvidu batang tingkat pohon, tingkat pancang empat batang, dan semai diperoleh 11 batang pada ketinggian 864- 865 m dpl, kemiringan 45%, dan pada pH tanah 6,0-6,9. Potensi D. retusus berdiameter batang &gt;10 cm adalah 50 batang/ha dengan volume pohon sebesar 35,061 m3/ha. Tingkat persebaran D. retusus rendah, tumbuh mengelompok dan jarang. Nilai kelimpahan untuk pohon 2,50 batang/ha, pancang 2,00 batang/ha, dan semai 2,20 batang/ha.</p><p> </p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Potensi Jenis Dipterocarpus retusus Blume di Kawasan Hutan Situ Gunung Sukabumi
Description:
<p>Potential of Dipterocarpus retusus Blume Species in Situ Gunung Forest, Sukabumi.
Titi Kalima and Marfu'ah Wardani.
Analysis of the potential of Dipterocarpus retusus Blume species in Situ Gunung forest, Sukabumi, West Java, carried out in 2010 in a village location Kadudampit, Kadudampit districts, with the goal of uncovering potential and habitat conditions D.
retusus in Situ Gunung forest.
Data collection using the Systematic Sampling Strip with units such examples observation of 50 m x 20 m.
The results showed that D.
retusus recorded five induvidu stems of tree, the saplings (four individu) and seedlings (11 individu) at an altitude of 864-865 m above sea level, slope of 45%, and the soil pH from 6.
0 to 6.
9.
The potential of D.
retusus diameter rods &gt;10 cm are 50 stems per ha with 35,061 volume m3/ha.
The level distribution D.
retusus low, grow clustered and sparse.
Abundance values for trees 2.
50 stems/ha, 2.
00 stems/ha for sapling and 2.
20 seedling/ha.
</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p><strong><br /></strong>Analisis potensi jenis Dipterocarpus retusus Blume di kawasan hutan Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat dilakukan pada tahun 2010 di lokasi Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, dengan tujuan mengungkap potensi dan kondisi habitat D.
retusus di kawasan hutan Situ Gunung.
Pengumpulan data dengan menggunakan metode Systematic Strip Sampling dengan unit contoh berupa jalur pengamatan 50 m dan lebar 20 m.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa D.
retusus tercatat lima induvidu batang tingkat pohon, tingkat pancang empat batang, dan semai diperoleh 11 batang pada ketinggian 864- 865 m dpl, kemiringan 45%, dan pada pH tanah 6,0-6,9.
Potensi D.
retusus berdiameter batang &gt;10 cm adalah 50 batang/ha dengan volume pohon sebesar 35,061 m3/ha.
Tingkat persebaran D.
retusus rendah, tumbuh mengelompok dan jarang.
Nilai kelimpahan untuk pohon 2,50 batang/ha, pancang 2,00 batang/ha, dan semai 2,20 batang/ha.
</p><p> </p>.

Related Results

Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
ABSTRACT The Gunung Kembang Sarolangun City Forest is located in the Sarolangun Regency Government Office Complex. The urban forest was originally a biodiversity park and is includ...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih fungsi lahan dapat diartikan sebagai berubahnya fungsi sebagian atau seluruh kawasan dari fungsinya semula, seperti direncanakan menjadi fungsi lain yang berdampak negatif ter...
Hukum Kebijakan Hukum Pembangunan Daerah dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Hidup Kawasan Hutan Bima-NTB
Hukum Kebijakan Hukum Pembangunan Daerah dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Hidup Kawasan Hutan Bima-NTB
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Model Kebijakan Pembangunan Daerah dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Hidup Kawasan Hutan Daerah Bima, serta menawarkan model pembanguna...
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Kemajuan teknologi di bidang farmakologi tidak hanya menguatkan dominasi obat modern yang berbasis bahan kimia anorganik, back to nature dengan pengobatan herbal selama dua dekade ...

Back to Top