Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAJELIS AZZAHIR SEBAGAI WUJUD UPAYA UMAT MUSLIM DALAM MEREDUKSI RADIKALISME ISLAM DI INDONESIA

View through CrossRef
Pasca reformasi terjadi banyak perubahan dalam struktur sosial keagamaan di Indonesia yaitu mulai munculnya tindakan ekstrimisme dan radikalisme Islam. Ledakan terorisme atas nama Islam yang terjadi antara tahun 1998 hingga tahun 2019 menjadikan wajah Islam Indonesia mendapat sorotan di dunia. Padahal sejatinya Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang mengedepankan prinsip moderat (tawassuth/washatiah). Begitu juga dalam majelis Azzahir merupakan salah satu media dakwah yang memuat sholawat dan mau’idhoh hasanah sekaligus merupakan salah satu majelis yang mengedepankan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Karakteristik Islam inilah yang menjadi benteng pencegahan faham keagamaan radikal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Majelis Azzahir dapat mereduksi Radikalisme Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan epistimologis-historis-holistik ingin menelisik konsep moderasi Islam dalam konteks bangsa Indonesia dan kedangkalan nalar beragama. Subjek penelitian ini adalah buku, media sosial, media berita atau sumber lain yang dapat dijadikan rujukan. Objek penelitian ini adalah Majelis Azzahir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pengumpulan literatur baik buku atau literatur online, dan wawancara. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah reduksi data, display, dan verifikasi kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Majelis Azzahir sebagai majelis sholawat dapat menjadi salah satu media atau alat dalam mereduksi Radikalisme Islam di Indonesia.
Title: MAJELIS AZZAHIR SEBAGAI WUJUD UPAYA UMAT MUSLIM DALAM MEREDUKSI RADIKALISME ISLAM DI INDONESIA
Description:
Pasca reformasi terjadi banyak perubahan dalam struktur sosial keagamaan di Indonesia yaitu mulai munculnya tindakan ekstrimisme dan radikalisme Islam.
Ledakan terorisme atas nama Islam yang terjadi antara tahun 1998 hingga tahun 2019 menjadikan wajah Islam Indonesia mendapat sorotan di dunia.
Padahal sejatinya Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang mengedepankan prinsip moderat (tawassuth/washatiah).
Begitu juga dalam majelis Azzahir merupakan salah satu media dakwah yang memuat sholawat dan mau’idhoh hasanah sekaligus merupakan salah satu majelis yang mengedepankan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Karakteristik Islam inilah yang menjadi benteng pencegahan faham keagamaan radikal.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Majelis Azzahir dapat mereduksi Radikalisme Islam di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan epistimologis-historis-holistik ingin menelisik konsep moderasi Islam dalam konteks bangsa Indonesia dan kedangkalan nalar beragama.
Subjek penelitian ini adalah buku, media sosial, media berita atau sumber lain yang dapat dijadikan rujukan.
Objek penelitian ini adalah Majelis Azzahir.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pengumpulan literatur baik buku atau literatur online, dan wawancara.
Teknik pengolahan data yang digunakan adalah reduksi data, display, dan verifikasi kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah Majelis Azzahir sebagai majelis sholawat dapat menjadi salah satu media atau alat dalam mereduksi Radikalisme Islam di Indonesia.

Related Results

Strategi Dakwah Majelis At-tazkiyah Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Pemuda
Strategi Dakwah Majelis At-tazkiyah Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Pemuda
  Abstract. Majelis Ta’lim serves as a learning forum with the purpose of studying and teaching religious knowledge, particularly in Islam. It is generally attended by individuals...
Strategi Kepala Sekolah Dalam Menangkal Faham Radikalisme Di MASS Jombang Tebuireng
Strategi Kepala Sekolah Dalam Menangkal Faham Radikalisme Di MASS Jombang Tebuireng
Radikalisme merupakan sebuah paham dan gerakan yang sampai saat ini masih menjadi tantangan berat bagi masyarakat Indonesia termasuk umat Islam. Lembaga Pendidikan Nasional memilik...
Penanggulangan Penyebaran Radikalisme Melalui Media Sosial dalam Hukum Pidana Indonesia
Penanggulangan Penyebaran Radikalisme Melalui Media Sosial dalam Hukum Pidana Indonesia
Media sosial kini menjadi faktor penting  dalam penyebaran radikalisme di Indonesia, hal ini didukung oleh pemakaian internet yang menunjukkan tren peningkatan di Indonesia. Peneli...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract: The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
RADIKALISME DALAM ISLAM. MELACAK AKAR PERMASALAHAN RADIKALISME DAN BAGAIMANA PENCEGAHANNYA
RADIKALISME DALAM ISLAM. MELACAK AKAR PERMASALAHAN RADIKALISME DAN BAGAIMANA PENCEGAHANNYA
Berada di titik ekstrim atau melewati batas kewajaran dikenal sebagai radikalisme. Radikalisme dalam Islam dapat didefinisikan sebagai paham atau gerakan yang menginterpretasikan a...
MUHAMMAD RASYID RIDHA: SEJARAH DAN PEMIKIRANNYA
MUHAMMAD RASYID RIDHA: SEJARAH DAN PEMIKIRANNYA
Abad ke-19 yang merupakan abad kebangkitan industri di dunia Barat telah memunculkan respon baru terutama bagi dunia pemikiran Islam. Respon itu muncul sebagai reaksi intelektual a...
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
AbstrakMUI Sumatra Barat masa kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar memahami pergolakan dan perubahan sosial seperti perubahan. Masa kepemimpinnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sum...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...

Back to Top