Javascript must be enabled to continue!
MUHAMMAD RASYID RIDHA: SEJARAH DAN PEMIKIRANNYA
View through CrossRef
Abad ke-19 yang merupakan abad kebangkitan industri di dunia Barat telah memunculkan respon baru terutama bagi dunia pemikiran Islam. Respon itu muncul sebagai reaksi intelektual atas kematian panjang umat Islam dari kejayaan masa silam yang telah tercapai. Kejayaan silam bagi umat Islam boleh dicatat telah merekam dinamika historis yang sangat spektakuler, bahkan pernah menjadi buaian nostalgia yang tidak menguntungkan umat.Munculnya abad kebangkitan industri seolah-olah menjadi pukulan berat bagi umat Islam untuk menggugah kesadaran umat dari kemunduran. Kondisi umat Islam saat ini memang sangat kontras dengan kemajuan yang dicapai Barat dalam abad kebangkitan Islam. Umat Islam di zaman ini tidak lagi jaya seperti dulu.Dahulu umat Islammenggunakan akal atau nalarnya yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis untuk menggugah kemajuan. Tapi kini terjerat di alam ketumpulan akal dengan mencintai tahayul, khurafat dan membenci kemajuan. Sementara yang paling kritis dialami umat Islam adalah belum menghilangnya situasi pembenaran terhadap adanya klaim ijtihad tertutup.Dalam situasi inilah, lahir para pembaharu yang menggugah pentingnya merumuskan kembali pemikiran keagamaan yang sejalan dengan perkembangan zaman. Dengan kata lain, ijtihad harus dibuka kembali sebagai satu-satunya metode yang dapat mengentaskan kebekuan umat berhadapan dengan dinamika dan komplekitas perubahan zaman.Rasyird Ridha adalah salah satu pembahau/pemikir Islam yang sangat tangguh dan gigih mendengungkan kembali peran ijtihad. Ia dalam tulisannya menyoroti pentingnya akal diperankan untuk membuktikan keunggulan syari'ah Islam di atas hukum Barat. Menurut Rasyid Ridha, umat Islam dengan akalnya tidak boleh taklid (terikat) membabi-buta pada pikiran orang lain, tetapi juga harus toleran (terbuka) menggali dan mnyerapi pemikiran orang lain tanpa melakukan liberalisasi. Dengan pengaruh umat Islam akan mampu mengejar kemajuan, seperti yang dialami dahulu.Kata Kunci : Rarsid Ridha, Metode Pemikiran, Qur'an, hadits.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Title: MUHAMMAD RASYID RIDHA: SEJARAH DAN PEMIKIRANNYA
Description:
Abad ke-19 yang merupakan abad kebangkitan industri di dunia Barat telah memunculkan respon baru terutama bagi dunia pemikiran Islam.
Respon itu muncul sebagai reaksi intelektual atas kematian panjang umat Islam dari kejayaan masa silam yang telah tercapai.
Kejayaan silam bagi umat Islam boleh dicatat telah merekam dinamika historis yang sangat spektakuler, bahkan pernah menjadi buaian nostalgia yang tidak menguntungkan umat.
Munculnya abad kebangkitan industri seolah-olah menjadi pukulan berat bagi umat Islam untuk menggugah kesadaran umat dari kemunduran.
Kondisi umat Islam saat ini memang sangat kontras dengan kemajuan yang dicapai Barat dalam abad kebangkitan Islam.
Umat Islam di zaman ini tidak lagi jaya seperti dulu.
Dahulu umat Islammenggunakan akal atau nalarnya yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis untuk menggugah kemajuan.
Tapi kini terjerat di alam ketumpulan akal dengan mencintai tahayul, khurafat dan membenci kemajuan.
Sementara yang paling kritis dialami umat Islam adalah belum menghilangnya situasi pembenaran terhadap adanya klaim ijtihad tertutup.
Dalam situasi inilah, lahir para pembaharu yang menggugah pentingnya merumuskan kembali pemikiran keagamaan yang sejalan dengan perkembangan zaman.
Dengan kata lain, ijtihad harus dibuka kembali sebagai satu-satunya metode yang dapat mengentaskan kebekuan umat berhadapan dengan dinamika dan komplekitas perubahan zaman.
Rasyird Ridha adalah salah satu pembahau/pemikir Islam yang sangat tangguh dan gigih mendengungkan kembali peran ijtihad.
Ia dalam tulisannya menyoroti pentingnya akal diperankan untuk membuktikan keunggulan syari'ah Islam di atas hukum Barat.
Menurut Rasyid Ridha, umat Islam dengan akalnya tidak boleh taklid (terikat) membabi-buta pada pikiran orang lain, tetapi juga harus toleran (terbuka) menggali dan mnyerapi pemikiran orang lain tanpa melakukan liberalisasi.
Dengan pengaruh umat Islam akan mampu mengejar kemajuan, seperti yang dialami dahulu.
Kata Kunci : Rarsid Ridha, Metode Pemikiran, Qur'an, hadits.
Related Results
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
SEJARAH DAKWAH RASYID RIDHA TOKOH PEMBAHARUAN ISLAM (JURNALIS DAN PEJUANG KEHIDUPAN)
SEJARAH DAKWAH RASYID RIDHA TOKOH PEMBAHARUAN ISLAM (JURNALIS DAN PEJUANG KEHIDUPAN)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meriwayatkan sejarah tentang Rasyid Ridha seorang tokoh intelektual muslim dalam hal pembaharuan (mujadid) pemahaman Islam di belahan ...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
Pembaharuan Pendidikan Islam (Studi Pemikiran Muhammad Abduh Dan Rasyid Ridha)
Pembaharuan Pendidikan Islam (Studi Pemikiran Muhammad Abduh Dan Rasyid Ridha)
This article tries to discuss the renewal education of Islam in the midst of western modernization by taking the thoughts of Muhammad Abduh and Sayyid Muhammad Rasyid Ridha. Muhamm...
PANDANGAN MODERNISME MUHAMMAD ABDUH DAN RASYID RIDHA
PANDANGAN MODERNISME MUHAMMAD ABDUH DAN RASYID RIDHA
Among the figures of modernism in Islam are Muhammad Abduh (1849–1905) and Rasyid Rida (1865–1935). These two modernist figures are teachers and students. This study analyzes the v...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...

