Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Self-control terhadap Perilaku Merokok Remaja

View through CrossRef
Abstract. The increasing number of adolescent smokers each year has made Indonesia one of the countries with a high adolescent smoking population (Syakriah, 2022). This study aims to examine the effect of self-control on adolescent smoking behavior. The approach used in this study is a quantitative correlational design. The sample consisted of 126 junior high school students in Sukabumi selected through convenience sampling. Data were collected using questionnaires measuring self-control and smoking behavior. This study used a self-control measurement tool developed by Tondok based on Averill's theory, while smoking behavior was measured using a tool developed by Hamdan based on Aritonang's aspects. Statistical analysis using SPSS confirmed that self-control has a significant influence on adolescent smoking behavior (significance level < .001). Self-control contributes 79.3% to smoking behavior. Adolescents with high self-control tend to have lower smoking behavior compared to those with low self-control. These findings are consistent with self-control theory, which explains the role of self-control in restraining individuals from making harmful impulsive decisions, thereby enabling adolescents to better resist social pressure to smoke. However, other influences such as peers and family environment also warrant further study, given that self-control does not contribute 100% to adolescent smoking behavior. Abstrak. Bertambahnya jumlah perokok remaja setiap tahunnya membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan posisi tinggi populasi perokok remaja (Syakriah, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self-control terhadap perilaku merokok remaja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif desain non eksperimental. Sampel terdiri dari 126 siswa SMP di Kota Sukabumi yang dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur self-control dan perilaku merokok. Penelitian ini menggunakan alat ukur self-control yang disusun oleh Tondok berdasarkan teori Averill, lalu perilaku merokok menggunakan alat ukur yang disusun oleh Hamdan berdasarkan aspek Aritonang. Hasil pengujian statistika dengan SPSS membuktikan bahwa self-control memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku merokok remaja (nilai signifikansi < .001). Self-control memberikan kontribusi terhadap perilaku merokok sebesar 79.3%. Remaja dengan self-control tinggi memiliki kecenderungan perilaku merokok yang lebih rendah dibandingkan dengan remaja yang memiliki self-control rendah. Temuan ini selaras dengan teori self-control yang menjelaskan mengenai peran self-control dalam menahan seseorang dari keputusan sesaat yang merugikan, sehingga remaja lebih mampu menolak tekanan sosial untuk merokok. Namun, pengaruh lain seperti teman sebaya dan lingkungan keluarga juga patut untuk diteliti lebih lanjut mengingat bahwa self-control tidak berkontribusi 100% terhadap perilaku merokok remaja.
Title: Pengaruh Self-control terhadap Perilaku Merokok Remaja
Description:
Abstract.
The increasing number of adolescent smokers each year has made Indonesia one of the countries with a high adolescent smoking population (Syakriah, 2022).
This study aims to examine the effect of self-control on adolescent smoking behavior.
The approach used in this study is a quantitative correlational design.
The sample consisted of 126 junior high school students in Sukabumi selected through convenience sampling.
Data were collected using questionnaires measuring self-control and smoking behavior.
This study used a self-control measurement tool developed by Tondok based on Averill's theory, while smoking behavior was measured using a tool developed by Hamdan based on Aritonang's aspects.
Statistical analysis using SPSS confirmed that self-control has a significant influence on adolescent smoking behavior (significance level < .
001).
Self-control contributes 79.
3% to smoking behavior.
Adolescents with high self-control tend to have lower smoking behavior compared to those with low self-control.
These findings are consistent with self-control theory, which explains the role of self-control in restraining individuals from making harmful impulsive decisions, thereby enabling adolescents to better resist social pressure to smoke.
However, other influences such as peers and family environment also warrant further study, given that self-control does not contribute 100% to adolescent smoking behavior.
Abstrak.
Bertambahnya jumlah perokok remaja setiap tahunnya membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan posisi tinggi populasi perokok remaja (Syakriah, 2022).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self-control terhadap perilaku merokok remaja.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif desain non eksperimental.
Sampel terdiri dari 126 siswa SMP di Kota Sukabumi yang dipilih melalui convenience sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur self-control dan perilaku merokok.
Penelitian ini menggunakan alat ukur self-control yang disusun oleh Tondok berdasarkan teori Averill, lalu perilaku merokok menggunakan alat ukur yang disusun oleh Hamdan berdasarkan aspek Aritonang.
Hasil pengujian statistika dengan SPSS membuktikan bahwa self-control memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku merokok remaja (nilai signifikansi < .
001).
Self-control memberikan kontribusi terhadap perilaku merokok sebesar 79.
3%.
Remaja dengan self-control tinggi memiliki kecenderungan perilaku merokok yang lebih rendah dibandingkan dengan remaja yang memiliki self-control rendah.
Temuan ini selaras dengan teori self-control yang menjelaskan mengenai peran self-control dalam menahan seseorang dari keputusan sesaat yang merugikan, sehingga remaja lebih mampu menolak tekanan sosial untuk merokok.
Namun, pengaruh lain seperti teman sebaya dan lingkungan keluarga juga patut untuk diteliti lebih lanjut mengingat bahwa self-control tidak berkontribusi 100% terhadap perilaku merokok remaja.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
Merokok dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan paru-paru, kanker, impotensi, gangguan reproduksi, stroke, serta gangguan kehamilan dan janin. Perilaku merokok merup...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
Pemahaman Remaja Putra Tentang Bahaya Merokok Di SMK Akbar Pekanbaru
Pemahaman Remaja Putra Tentang Bahaya Merokok Di SMK Akbar Pekanbaru
Menurut badan kesehatan dunia WHO (2020), pada tahun 2013 prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% menjadi 9,1%. Kemudian pada tahun 2018, prevalensi mer...
Pemahaman Peer Group Sebagai Kader Kesehatan dalam Mengantisipasi Perilaku Remaja Merokok di Desa Bijiruyung Sempor Kebumen
Pemahaman Peer Group Sebagai Kader Kesehatan dalam Mengantisipasi Perilaku Remaja Merokok di Desa Bijiruyung Sempor Kebumen
ABSTRAK Hasil Rakerda 2013 menunjukkan hasil bahwa remaja merokok usia 15-19 tahun.Peer group sebagai kader kesehatan remaja bisa menjadi model bimbingan  teman sebaya untuk menge...
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI SD NEGERI PELEM 2 DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI SD NEGERI PELEM 2 DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
Abstrak Merokok merupakan salah satu perilaku yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam tahap pertumbuhan. Masalah mer...
Hubungan Tingkat Stres  dengan  Perilaku Merokok pada Remaja Laki-Laki  di SMAN 02 Muaro Jambi
Hubungan Tingkat Stres  dengan  Perilaku Merokok pada Remaja Laki-Laki  di SMAN 02 Muaro Jambi
Stres merupakan kondisi psikologis yang sering dialami remaja akibat berbagai tuntutan, baik akademik, sosial, maupun lingkungan. Salah satu perilaku yang kerap muncul sebagai bent...

Back to Top