Javascript must be enabled to continue!
TUJUAN HIDUP DALAM KACAMATA KITAB SARASAMUCCAYA
View through CrossRef
<p>Weda merupakan sumber ajaran agama Hindu. Selain kitab suci Weda, agama Hindu juga mengenal yang dinamakan kitab <em>smerti.</em> Kitab Sarasamuccaya merupakan kitab <em>smerti</em> yang kaya akan ajaran susila di dalamnya. Salah satu ajaran terkait susila dalam kitab Sarasamuccaya adalah Catur Purusartha atau Catur Warga yang dikenal sebagai empat tujuan hidup manusia, seperti <em>dharma </em>(kebenaran)<em>, artha </em>(harta/tujuan)<em>, kama </em>(nafsu/keinginan)<em>, </em>dan<em> moksa </em>(tujuan akhir/kelepasan)<em>. </em>Tulisan ini berusaha untuk mengungkap ajaran Catur Purusartha atau Catur Warga yang terdapat dalam kitab Sarasamuccaya dengan perangkat berupa teori struktur dan teori religi yang didukung oleh metode analisis isi dan deskriptif analisis. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa dasar tujuan hidup manusia pada hakikatnya adalah untuk senantiasa selalu mengusahakan berbuat baik dan menolong diri sendiri dari penderitaan, sehingga dapat mewujudkan hidup yang lebih baik. Adapun pembahasan tujuan hidup (Catur Purusartha atau Catur Warga) dalam kitab Sarasamuccaya, yaitu: ajaran <em>dharma</em> diuraikan dalam segmen keagungan <em>dharma</em>, sumber <em>dharma</em>, dan pelaksanaan <em>dharma</em>. <em>Artha</em> diuraikan melalui keutamaan dana punia. <em>Kama</em> atau nafsu diuraikan dalam pembahasan <em>kama</em> (nafsu) dan perempuan nakal. Terakhir, ajaran kelepasan (<em>moksa</em>) diuraikan dalam konsep dan hakikat orang bijaksana. Keseluruhan pembahasan tersebut merupakan pedoman praktis yang sangat berguna untuk mewujudkan kehidupan yang utama. </p>
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: TUJUAN HIDUP DALAM KACAMATA KITAB SARASAMUCCAYA
Description:
<p>Weda merupakan sumber ajaran agama Hindu.
Selain kitab suci Weda, agama Hindu juga mengenal yang dinamakan kitab <em>smerti.
</em> Kitab Sarasamuccaya merupakan kitab <em>smerti</em> yang kaya akan ajaran susila di dalamnya.
Salah satu ajaran terkait susila dalam kitab Sarasamuccaya adalah Catur Purusartha atau Catur Warga yang dikenal sebagai empat tujuan hidup manusia, seperti <em>dharma </em>(kebenaran)<em>, artha </em>(harta/tujuan)<em>, kama </em>(nafsu/keinginan)<em>, </em>dan<em> moksa </em>(tujuan akhir/kelepasan)<em>.
</em>Tulisan ini berusaha untuk mengungkap ajaran Catur Purusartha atau Catur Warga yang terdapat dalam kitab Sarasamuccaya dengan perangkat berupa teori struktur dan teori religi yang didukung oleh metode analisis isi dan deskriptif analisis.
Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa dasar tujuan hidup manusia pada hakikatnya adalah untuk senantiasa selalu mengusahakan berbuat baik dan menolong diri sendiri dari penderitaan, sehingga dapat mewujudkan hidup yang lebih baik.
Adapun pembahasan tujuan hidup (Catur Purusartha atau Catur Warga) dalam kitab Sarasamuccaya, yaitu: ajaran <em>dharma</em> diuraikan dalam segmen keagungan <em>dharma</em>, sumber <em>dharma</em>, dan pelaksanaan <em>dharma</em>.
<em>Artha</em> diuraikan melalui keutamaan dana punia.
<em>Kama</em> atau nafsu diuraikan dalam pembahasan <em>kama</em> (nafsu) dan perempuan nakal.
Terakhir, ajaran kelepasan (<em>moksa</em>) diuraikan dalam konsep dan hakikat orang bijaksana.
Keseluruhan pembahasan tersebut merupakan pedoman praktis yang sangat berguna untuk mewujudkan kehidupan yang utama.
</p>.
Related Results
HAKIKAT PURWAKARMA DALAM TEKS SARASAMUCCAYA
HAKIKAT PURWAKARMA DALAM TEKS SARASAMUCCAYA
<p><em>The Sarasamuccaya text is the essence of Asta Dasa Parwa abstracted by Bhagawan Wararuci. In the text of Sarasamuccaya there is one of the teachings of Purwakarm...
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
<p class="06IsiAbstrak">Kitab <em>Ta’lim al-Muta’alim</em> yang dikarang oleh shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisikan adab atau etika belajar dan ...
KITAB WAHYU DALAM GEREJA KATOLIK : Sebuah Proses Memaknai Pengharapan
KITAB WAHYU DALAM GEREJA KATOLIK : Sebuah Proses Memaknai Pengharapan
The Book of Revelation is the last book in the Bible. Bible readers (especially Catholics) have very few opportunities to read the Book of Revelation because it does not have much ...
Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Islahudiny Kediri Lombok Barat
Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Islahudiny Kediri Lombok Barat
Abstract
Studying and reading kitab kuning is not an easy thing because it requires perseverance and the right method in teaching it. The objectives pf this research are to find T...
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
melkias gaya hidup para rasul sebagai refleksi gaya hidup egois hamba Tuhan zaman milenial
Seiring berjalannya waktu hingga memasuki zaman milenial ini, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan melahirkan sejumlah model gaya hidup (Life Style) baik yang bersifat postif ma...
Manajemen Pembelajaran Kitab Kuning Pola 100 Jam Menggunakan Metode Tamyiz
Manajemen Pembelajaran Kitab Kuning Pola 100 Jam Menggunakan Metode Tamyiz
Pembelajaran kitab kuning dianggap sulit oleh para santri di pondok pesantren. Terdapat fenomena, metode Tamyiz efektif untuk mengatasi kesulitan membaca kitab kuning. Hal tersebut...
MENGENAL PENULIS KITAB YAKOBUS DAN PENGAJARANNYA
MENGENAL PENULIS KITAB YAKOBUS DAN PENGAJARANNYA
Salah satu kitab yang terdapat dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru adalah Kitab Yakobus, di mana kitab ini sempat menjadi pokok pembicaraan hangat di kalangan teolog Kri...
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. C Groenen OFM)
Resensi Buku: Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Dr. C Groenen OFM)
Nama Buku Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru .merupakan salah satu buku yang di karang atau disusun oleh, Dr. C Groenen OFM .buku ini memberikan informasi desariah saja maka, cuku...

