Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BERKELANJUTAN UNTUK PENYANDANG CACAT (DISABILITAS) DI PUSAT KOTA MEDAN

View through CrossRef
Transportasi berkelanjutan merupakan bagian dari konsep kota berkelanjutan (sustainable city), yaitu transportasi yang berbasis pada kelangsungan seluruh sistem transportasi dengan berpegang teguh pada keselarasan terhadap lingkungan alam dan manusia disekitarnya. Prinsip persamaan/kesetaraan (equality) sebagai salah satu prinsip dasar sustainable city diaplikasikan dalam bentuk studi aksesibilitas sebuah sistem transportasi dikawasan pusat Kota Medan. Studi ini menganalisa dan membahas jalur - jalur lalu lintas yang didalamnya terdapat elemen transportasi   antara lain halte, terminal kecil/pengumpan (feeder), dan pedestrian. Aksesibilitas menghubungkan perjalanan yang dilakukan secara bersama - sama orang normal dan penyandang cacat dalam memanfaatkan fasilitas transportasi di dalam ruang kota. Aksesibilitas juga menghubungkan pusat   – pusat aktifitas didalam kota seperti pusat perbelanjaan, tempat pendidikan, sarana kesehatan, tempat ibadah, perkantoran dan kawasan bisnis. Aksesibilitas adalah derajat kemudahan yang dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan. Aksesibilitas tersebut akan berfungsi sangat baik bilamana kemudahan mencapai tempat - tempat yang akan dituju dan seluruh elemen transportasi yang dimaksud terhubung dengan baik pula. Tahapan kerja dalam  penelitian ini adalah mengaplikasikan studi aksesibilitas terhadap sistem transportasi dipusat aktifitas Kota Medan, dengan metode penelitian yaitu mengevaluasi jalur transportasi dikawasan pusat aktifitas Kota Medan, menganalisa titik letak elemen transportasi seperti halte, terminal kecil/pengumpan (feeder). Trotoar/pedestrian rambu - rambu/signage yang informatife bagi penyandang cacat, dan angkutan umum yang dapat digunakan bersama oleh orang normal dan penyandang cacat dengan  rute angkutan umum yang efektif melintasi pusat - pusat aktifitas di pusat Kota Medan seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah membuat studi penelaahan aksesibilitas sebagai penghubung dari sistem transportasi  yang terintegrasi sehingga dapat digunakan secara bersama-sama dengan penyandang cacat (disabilitas) di kawasan pusat Kota Medan.
Title: STUDI AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BERKELANJUTAN UNTUK PENYANDANG CACAT (DISABILITAS) DI PUSAT KOTA MEDAN
Description:
Transportasi berkelanjutan merupakan bagian dari konsep kota berkelanjutan (sustainable city), yaitu transportasi yang berbasis pada kelangsungan seluruh sistem transportasi dengan berpegang teguh pada keselarasan terhadap lingkungan alam dan manusia disekitarnya.
Prinsip persamaan/kesetaraan (equality) sebagai salah satu prinsip dasar sustainable city diaplikasikan dalam bentuk studi aksesibilitas sebuah sistem transportasi dikawasan pusat Kota Medan.
Studi ini menganalisa dan membahas jalur - jalur lalu lintas yang didalamnya terdapat elemen transportasi   antara lain halte, terminal kecil/pengumpan (feeder), dan pedestrian.
Aksesibilitas menghubungkan perjalanan yang dilakukan secara bersama - sama orang normal dan penyandang cacat dalam memanfaatkan fasilitas transportasi di dalam ruang kota.
Aksesibilitas juga menghubungkan pusat   – pusat aktifitas didalam kota seperti pusat perbelanjaan, tempat pendidikan, sarana kesehatan, tempat ibadah, perkantoran dan kawasan bisnis.
Aksesibilitas adalah derajat kemudahan yang dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan.
Aksesibilitas tersebut akan berfungsi sangat baik bilamana kemudahan mencapai tempat - tempat yang akan dituju dan seluruh elemen transportasi yang dimaksud terhubung dengan baik pula.
Tahapan kerja dalam  penelitian ini adalah mengaplikasikan studi aksesibilitas terhadap sistem transportasi dipusat aktifitas Kota Medan, dengan metode penelitian yaitu mengevaluasi jalur transportasi dikawasan pusat aktifitas Kota Medan, menganalisa titik letak elemen transportasi seperti halte, terminal kecil/pengumpan (feeder).
Trotoar/pedestrian rambu - rambu/signage yang informatife bagi penyandang cacat, dan angkutan umum yang dapat digunakan bersama oleh orang normal dan penyandang cacat dengan  rute angkutan umum yang efektif melintasi pusat - pusat aktifitas di pusat Kota Medan seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan sekolah.
Tujuan penelitian ini adalah membuat studi penelaahan aksesibilitas sebagai penghubung dari sistem transportasi  yang terintegrasi sehingga dapat digunakan secara bersama-sama dengan penyandang cacat (disabilitas) di kawasan pusat Kota Medan.

Related Results

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA PEMENUHAN AKSESIBILITAS UNTUK PENYANDANG DISABILITAS GUNA MEWUJUDKAN KESAMAAN KESEMPATAN
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA PEMENUHAN AKSESIBILITAS UNTUK PENYANDANG DISABILITAS GUNA MEWUJUDKAN KESAMAAN KESEMPATAN
Abstrak: Sebagian besar penyandang disabilitas di Indonesia hidup dalam kondisi rentan, terbelakang, dan/atau miskin disebabkan masih adanya pembatasan, hambatan, kesulitan, dan pe...
LITERATUR REVIEW :EFEKTIFITAS MEDIA PERAGA PADA PENYANDANG DISABILITAS
LITERATUR REVIEW :EFEKTIFITAS MEDIA PERAGA PADA PENYANDANG DISABILITAS
Latar belakang : Masyarakat sering menyebut penyandang disabilitas sebagai penyandang cacat dan orang yang tidak bisa produktif atau bahkan mencapai apapun dalam hidupnya. Masyarak...
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28H Ayat (1) dan UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pasal 5 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. UU 1945 Pasal 28H Ayat (1) men...
Pelayanan Transportasi Publik yang Mudah Diakses oleh Penyandang Disabilitas dalam Perspektif HAM
Pelayanan Transportasi Publik yang Mudah Diakses oleh Penyandang Disabilitas dalam Perspektif HAM
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali substansi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pasal 105 s.d 108 Undang-Undang ini berisi mengenai Pelay...
Empati dan Prasangka terhadap Penyandang Disabilitas
Empati dan Prasangka terhadap Penyandang Disabilitas
Abstract— Stereo types toward persons with disability have resulted in many people having prejudice about persons with disability and committing discriminatory behavior. This negat...
Naskah Kebijakan Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Naskah Kebijakan Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia
Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat (1) dan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan memberi jaminan sepenuhnya kepada penyandang dis...
Etika Terhadap Penyandang Disabilitas Perspektif Tafsir Maqashidi
Etika Terhadap Penyandang Disabilitas Perspektif Tafsir Maqashidi
Penyandang disabilitas masih seringkali mendapatkan perlakuan yang diskriminatif. Tidak sedikit dari mereka juga mengalami hambatan dalam mengakses layanan publik seperti akses pen...

Back to Top