Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis debit banjir menggunakan metode hidrograf satuan sintetis nakayasu dan soil conservation service (SCS) pada sungai krueng kala Aceh besar

View through CrossRef
Sungai Krueng Kala adalah salah satu sungai yang terletak di Kecamatan Lhoong dengan panjang 8,258 km dan luas DAS 15,701 km2. Kecamatan Lhoong merupakan salah satu kawasan yang ketika memasuki musim penghujan akan terdampak bencana banjir. Hal ini terjadi karena meluapnya air pada Sungai Krueng Kala ke kawasan permukiman dan persawahan warga.Dampak yang diakibatkan yaitu kerusakan pada rumah dan lahan pertanian sawah yang terendam. Tujuan dari penelitian ini adalah memperkirakan besarnya nilai debit banjir pada Sungai Krueng Kala dengan menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dan Soil Conservation Service (SCS). Penghitungan nilai debit banjir dengan periode ulang tertentu pada Sungai Krueng Kala ini berdasarkan data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun dari 2 stasiun yaitu Stasiun Krueng Aceh dan Siron. Terdapat beberapa perbedaan antar kedua metode yaitu pada bentuk grafik, waktu puncak, dan debit banjir puncak. Bentuk grafik HSS Nakayasu yaitu kondisi naik yang cepat dan turun yang lamabat, sedangkan HSS SCS kondisi naik dan turun yang relatif hampir sama. Waktu puncak HSS Nakayasu yaitu 1,473 jam, sedangkan HSS SCS yaitu 4 jam. Perbedaan terakhir ada pada debit banjir puncak untuk HSS Nakayasu yaitu 1,231 m3/det dan HSS SCS yaitu 0,722 m3/det.
Title: Analisis debit banjir menggunakan metode hidrograf satuan sintetis nakayasu dan soil conservation service (SCS) pada sungai krueng kala Aceh besar
Description:
Sungai Krueng Kala adalah salah satu sungai yang terletak di Kecamatan Lhoong dengan panjang 8,258 km dan luas DAS 15,701 km2.
Kecamatan Lhoong merupakan salah satu kawasan yang ketika memasuki musim penghujan akan terdampak bencana banjir.
Hal ini terjadi karena meluapnya air pada Sungai Krueng Kala ke kawasan permukiman dan persawahan warga.
Dampak yang diakibatkan yaitu kerusakan pada rumah dan lahan pertanian sawah yang terendam.
Tujuan dari penelitian ini adalah memperkirakan besarnya nilai debit banjir pada Sungai Krueng Kala dengan menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dan Soil Conservation Service (SCS).
Penghitungan nilai debit banjir dengan periode ulang tertentu pada Sungai Krueng Kala ini berdasarkan data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun dari 2 stasiun yaitu Stasiun Krueng Aceh dan Siron.
Terdapat beberapa perbedaan antar kedua metode yaitu pada bentuk grafik, waktu puncak, dan debit banjir puncak.
Bentuk grafik HSS Nakayasu yaitu kondisi naik yang cepat dan turun yang lamabat, sedangkan HSS SCS kondisi naik dan turun yang relatif hampir sama.
Waktu puncak HSS Nakayasu yaitu 1,473 jam, sedangkan HSS SCS yaitu 4 jam.
Perbedaan terakhir ada pada debit banjir puncak untuk HSS Nakayasu yaitu 1,231 m3/det dan HSS SCS yaitu 0,722 m3/det.

Related Results

Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang
Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang
East Nusa Tenggara Province is a dry area where the rain season is relatively short and the rainfall intensity is low. This causes the production of food crops can not be maximized...
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Kota Bima mengalami banjir besar tanggal 21 dan 23 Desember 2016. Banjir berasal luapan Sungai Padolo dan Sungai Melayu. Sungai Padolo memberikan dampak...
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Batang Tambuo adalah sebuah sungai yang mengalir melewati di Kecamatan Aur Birugo, Kota Bukittinggi. Daerah Aliran Sungai Batang (DAS) Tambuo ini sering kali mengalami banjir. Musi...
EVALUASI PENENTUAN DURASI HUJAN EFEKTIF (Tr) PADA HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU
EVALUASI PENENTUAN DURASI HUJAN EFEKTIF (Tr) PADA HIDROGRAF SATUAN SINTETIS NAKAYASU
Durasi hujan efektif (Tr) secara historis belum dapat ditentukan melalui catatan pengamatan di lapangan, namun dapat diprediksi berdasarkan catatan hidrograf banjir yang terjadi. D...
EVALUASI KAPASITAS BANGUNAN PENGELAK TIPE CONDUIT PADA BENDUNGAN TEMEF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
EVALUASI KAPASITAS BANGUNAN PENGELAK TIPE CONDUIT PADA BENDUNGAN TEMEF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Pembangunan bendungan Temef terdiri dari beberapa tahapan yaitu, persiapan pembangunan, perencanaan pembangunan, pelaksanaan konstruksi, dan pengisian awal waduk. Bangunan&#x...
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN MENGGUNAKAN METODE HSS NAKAYASU PADA BENDUNGAN BENER KABUPARTEN PURWOREJO
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN MENGGUNAKAN METODE HSS NAKAYASU PADA BENDUNGAN BENER KABUPARTEN PURWOREJO
Bendungan merupakan sebuah struktur atau bangunan yang memberikan banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai pengendali banjir. Oleh karena itu, dalam perencanaan bendungan diper...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...

Back to Top