Javascript must be enabled to continue!
Aplikasi Teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) untuk Penanaman Beberapa Varietas Unggul Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) pada Lahan Marginal
View through CrossRef
Cabai merah (Capsicum annuum L.) termasuk ke dalam keluarga tanaman Solanaceae merupakan salah satu tanaman sayuran penting di Indonesia. Teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) merupakan suatu paket teknologi yang tujuannya melipatgandakan produksi cabai baik pada saat on season maupun saat off season. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat adaptasi, pertumbuhan dan perkembangan serta produksi dari beberapa varietas cabai merah yang dibudidayakan pada lahan marginal melalui penerapan teknologi Proliga. Penelitian ini menerapkan lima komponen teknologi proliga yaitu penggunaan varietas unggul, persemaian sehat dengan pemangkasan pucuk, meningkatkan populasi tanaman dengan sistem tanam dua satu zig zag, pengolahan tanah dan pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Varietas-varietas unggul cabai merah keriting yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Lado F1, PM 999 F1, Taro F1 dan Kastilo F1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Lado F1, PM 999 F1, Taro F1 dan Kastilo F1 berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2 dan 4 minggu setelah tanam (MST), umur berbunga dan jumlah cabang umur 5 MST, akan tetapi berpengaruh nyata pada parameter jumlah cabang umur 4 MST. Jumlah cabang terbanyak terdapat pada perlakuan V2 (Varietas PM 999 F1) yaitu 57,50 cabang. Produksi cabai merah per plot plot tertinggi terdapat pada perlakuan V2 (Varietas PM 999 F1) dengan berat buah per plot yaitu 267,88 g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari empat varietas unggul cabai merah yang di tanam pada lahan marginal dengan menerapkan teknologi proliga, varietas PM 999 F1 merupakan varietas unggul cabai merah keriting yang mampu beradaptasi pada lahan marginal.m keluarga tanaman Solanaceae merupakan salah satu tanaman sayuran penting di Indonesia. Teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) merupakan suatu paket teknologi yang tujuannya melipatgandakan produksi cabai baik pada saat on season maupun saat off season. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat adaptasi, pertumbuhan dan perkembangan serta produksi dari beberapa varietas cabai merah yang dibudidayakan pada lahan marginal melalui penerapan teknologi Proliga. Penelitian ini menerapkan lima komponen teknologi proliga yaitu penggunaan varietas unggul, persemaian sehat dengan pemangkasan pucuk, meningkatkan populasi tanaman dengan sistem tanam dua satu zig zag, pengolahan tanah dan pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Varietas-varietas unggul cabai merah keriting yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Lado F1, PM 999 F1, Taro F1 dan Kastilo F1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Lado F1, PM 999 F1, Taro F1 dan Kastilo F1 berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2 dan 4 minggu setelah tanam (MST), umur berbunga dan jumlah cabang umur 5 MST, akan tetapi berpengaruh nyata pada parameter jumlah cabang umur 4 MST. Jumlah cabang terbanyak terdapat pada perlakuan V2 (Varietas PM 999 F1) yaitu 57,50 cabang. Produksi cabai merah per plot plot tertinggi terdapat pada perlakuan V2 (Varietas PM 999 F1) dengan berat buah per plot yaitu 267,88 g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari empat varietas unggul cabai merah yang di tanam pada lahan marginal dengan menerapkan teknologi proliga, varietas PM 999 F1 merupakan varietas unggul cabai merah keriting yang mampu beradaptasi pada lahan marginal.
Universitas Padjadjaran
Title: Aplikasi Teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) untuk Penanaman Beberapa Varietas Unggul Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) pada Lahan Marginal
Description:
Cabai merah (Capsicum annuum L.
) termasuk ke dalam keluarga tanaman Solanaceae merupakan salah satu tanaman sayuran penting di Indonesia.
Teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) merupakan suatu paket teknologi yang tujuannya melipatgandakan produksi cabai baik pada saat on season maupun saat off season.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat adaptasi, pertumbuhan dan perkembangan serta produksi dari beberapa varietas cabai merah yang dibudidayakan pada lahan marginal melalui penerapan teknologi Proliga.
Penelitian ini menerapkan lima komponen teknologi proliga yaitu penggunaan varietas unggul, persemaian sehat dengan pemangkasan pucuk, meningkatkan populasi tanaman dengan sistem tanam dua satu zig zag, pengolahan tanah dan pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Varietas-varietas unggul cabai merah keriting yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Lado F1, PM 999 F1, Taro F1 dan Kastilo F1.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Lado F1, PM 999 F1, Taro F1 dan Kastilo F1 berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2 dan 4 minggu setelah tanam (MST), umur berbunga dan jumlah cabang umur 5 MST, akan tetapi berpengaruh nyata pada parameter jumlah cabang umur 4 MST.
Jumlah cabang terbanyak terdapat pada perlakuan V2 (Varietas PM 999 F1) yaitu 57,50 cabang.
Produksi cabai merah per plot plot tertinggi terdapat pada perlakuan V2 (Varietas PM 999 F1) dengan berat buah per plot yaitu 267,88 g.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari empat varietas unggul cabai merah yang di tanam pada lahan marginal dengan menerapkan teknologi proliga, varietas PM 999 F1 merupakan varietas unggul cabai merah keriting yang mampu beradaptasi pada lahan marginal.
m keluarga tanaman Solanaceae merupakan salah satu tanaman sayuran penting di Indonesia.
Teknologi Proliga (Produksi Lipat Ganda) merupakan suatu paket teknologi yang tujuannya melipatgandakan produksi cabai baik pada saat on season maupun saat off season.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat adaptasi, pertumbuhan dan perkembangan serta produksi dari beberapa varietas cabai merah yang dibudidayakan pada lahan marginal melalui penerapan teknologi Proliga.
Penelitian ini menerapkan lima komponen teknologi proliga yaitu penggunaan varietas unggul, persemaian sehat dengan pemangkasan pucuk, meningkatkan populasi tanaman dengan sistem tanam dua satu zig zag, pengolahan tanah dan pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Varietas-varietas unggul cabai merah keriting yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Lado F1, PM 999 F1, Taro F1 dan Kastilo F1.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Lado F1, PM 999 F1, Taro F1 dan Kastilo F1 berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2 dan 4 minggu setelah tanam (MST), umur berbunga dan jumlah cabang umur 5 MST, akan tetapi berpengaruh nyata pada parameter jumlah cabang umur 4 MST.
Jumlah cabang terbanyak terdapat pada perlakuan V2 (Varietas PM 999 F1) yaitu 57,50 cabang.
Produksi cabai merah per plot plot tertinggi terdapat pada perlakuan V2 (Varietas PM 999 F1) dengan berat buah per plot yaitu 267,88 g.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari empat varietas unggul cabai merah yang di tanam pada lahan marginal dengan menerapkan teknologi proliga, varietas PM 999 F1 merupakan varietas unggul cabai merah keriting yang mampu beradaptasi pada lahan marginal.
Related Results
Uji Adaptasi Teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) Bawang Merah pada Lahan Dataran Tinggi Majalengka
Uji Adaptasi Teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) Bawang Merah pada Lahan Dataran Tinggi Majalengka
Penggunaan biji TSS (true shallot seed) dalam teknologi budidaya produksi lipat ganda (Proliga) bawang merah telah dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. Penelitian ini bertuju...
Analisis Volatilitas Harga Cabai Keriting di Indonesia dengan Pendekatan ARCH GARCH
Analisis Volatilitas Harga Cabai Keriting di Indonesia dengan Pendekatan ARCH GARCH
<strong>English</strong><br />Chili includes a strategic commodity in Indonesia because of its high price volatility that makes it a major determinant of national...
PENERAPAN TEKNOLOGI PROLIGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KEMANDIRIAN PETANI CABAI DI KELOMPOK TANI TUNAS MUDA SULAWESI SELATAN
PENERAPAN TEKNOLOGI PROLIGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KEMANDIRIAN PETANI CABAI DI KELOMPOK TANI TUNAS MUDA SULAWESI SELATAN
Chili is one of Indonesia's primary horticultural commodities, with increasing demand annually for both domestic consumption and export. However, its productivity remains low in se...
EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
Usahatani cabai merah di Kabupaten Kebumen sebagian besar berada di Kecamatan Mirit. Produksi cabai merah di Kecamatan Mirit mengalami peningkatan produksi pada tahun 2012 dan meng...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN CABAI MERAH KERITING (Studi Kasus di Kota Pematangsiantar)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN CABAI MERAH KERITING (Studi Kasus di Kota Pematangsiantar)
Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah lokasi usaha dan mutu barang berhubungan dengan banyaknya cabai merah keriting yang terjual serta untuk mengetahui apakah biaya lokasi...
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di D...
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
SariPeningkatan produksi cabai (Capsicum sp.) dapat dilakukan dengan melakukan diversifikasi jenis baru dari hasil persilangan antar spesies. Tujuan penelitian ialah untuk mempelaj...
Evaluasi Pertumbuhan Enam Varietas Mangga Merah Komersial yang Disambung dengan Teknik Top Working pada Dua Varietas Batang Antara
Evaluasi Pertumbuhan Enam Varietas Mangga Merah Komersial yang Disambung dengan Teknik Top Working pada Dua Varietas Batang Antara
<p>Evaluation of Growth of Six Commercial Red Mango Varieties Grafted by Top Working Technique on Two Interstock Varieties. Rebin, Lukitariati Sadwiyanti, Djoko Sudarso, and ...

