Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pendidikan Komunikasi Interkultural dan Pluralitas: Membangun Toleransi Antar Umat Beragama

View through CrossRef
Tulisan ini mencoba mendeskripsikan mengenai efektivitas komunikasi interkultural dalam membangun pemikiran dan sikap pluralitas toleransi antar umat beragama, serta memberi gambaran mengenai konsep komunikasi interkultual dan konsep mengenai pluralitas toleransi umat beragama. Studi ini merupakan studi litelatur melalui karya peneliti lainnya yang didapatkan melalui jurnal, buku, maupun internet. Hasil studi menunjukan konsep komunikasi intercultural memiliki hubungan dalam membangun persepsi, sikap dan tindakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas kehidupan dalam konteks sosial-keagamaan. komunikasi menjadi sebuah media dalam menjalin ikatan antar umat beragama. Integrasi antara toleransi dan pluralitas terkonstruksi dalam sebuah sistem keharmonisan dan kerukunan umat beragama yang berdasar pada sikap manusia dalam berkomunikasi, diantaranya ada beberapa sikap yang ditunjukan ketika individu hadir dan menginternalisasi peristiwa eksternal diantaranya denial, defense, minimization, acceptance, adaptation dan integration. Proses tersebut tentu akan dihadapi oleh masing-masing individu dengan berbagai kriteria sikap yang ditunjukan diantaranya bersikap eksklusif, inklusif dan pluralis. Dengan demikian toleransi hadir dengan komunikasi yang effektif dan effisien serta memberikan pandangan yang positif akan setiap entitas suku, ras, budaya dan agama.      
Jurnal Lentera:Jurnal studi Pendidikan, Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Sumbawa Barat
Title: Pendidikan Komunikasi Interkultural dan Pluralitas: Membangun Toleransi Antar Umat Beragama
Description:
Tulisan ini mencoba mendeskripsikan mengenai efektivitas komunikasi interkultural dalam membangun pemikiran dan sikap pluralitas toleransi antar umat beragama, serta memberi gambaran mengenai konsep komunikasi interkultual dan konsep mengenai pluralitas toleransi umat beragama.
Studi ini merupakan studi litelatur melalui karya peneliti lainnya yang didapatkan melalui jurnal, buku, maupun internet.
Hasil studi menunjukan konsep komunikasi intercultural memiliki hubungan dalam membangun persepsi, sikap dan tindakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas kehidupan dalam konteks sosial-keagamaan.
komunikasi menjadi sebuah media dalam menjalin ikatan antar umat beragama.
Integrasi antara toleransi dan pluralitas terkonstruksi dalam sebuah sistem keharmonisan dan kerukunan umat beragama yang berdasar pada sikap manusia dalam berkomunikasi, diantaranya ada beberapa sikap yang ditunjukan ketika individu hadir dan menginternalisasi peristiwa eksternal diantaranya denial, defense, minimization, acceptance, adaptation dan integration.
Proses tersebut tentu akan dihadapi oleh masing-masing individu dengan berbagai kriteria sikap yang ditunjukan diantaranya bersikap eksklusif, inklusif dan pluralis.
Dengan demikian toleransi hadir dengan komunikasi yang effektif dan effisien serta memberikan pandangan yang positif akan setiap entitas suku, ras, budaya dan agama.
     .

Related Results

Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Banyak isu dan aksi yang mencerminkan perilaku terorisme, ekstremisme, radikalisme, intoleransi, paham takfiri (senang khawatir), dan klaim kebenaran sepihak, dan sebagainya. Hal i...
Gotong Royong Pokok dari Toleransi Antar Umat Beragama Ditinjau dari Natura Negara
Gotong Royong Pokok dari Toleransi Antar Umat Beragama Ditinjau dari Natura Negara
Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan agama memiliki masyarakat yang hidup dan berkembang di tengah-tengah perbedaan suku dan agama. Dari perbedaan ini sering ...
PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
Pada hakekatnya setiap manusia mempunyai sifat fanatik namun pada setiap individu satu dengan yang lain tidak sama dalam tingkat fanatiknya. Begitu juga sebagai umat Buddha yang me...
FENOMENA INTOLERANSI BERAGAMA PADA LINGKUNGAN MAHASISWA INDONESIA
FENOMENA INTOLERANSI BERAGAMA PADA LINGKUNGAN MAHASISWA INDONESIA
Indonesai merupakan sebuah negara kepulauan yang masyarakatnya memiliki beraneka ragam budaya meliputi perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi, dan lain-lain...
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
The Indonesian state has religious pluralism, therefore an effort is needed to maintain inter-religious harmony. One of them is through religious moderation. The principle of relig...
MODERASI BERAGAMA BERBASIS KELUARGA
MODERASI BERAGAMA BERBASIS KELUARGA
Penelitian ini memiliki tujuan yang sangat penting untuk memahami setiap keluarga dapat memiliki dinamika yang berbeda, tetapi peran-peran tersebut mencerminkan pentingnya keluarga...
AKTUALISASI KONSEP MODERASI BERAGAMA DALAM SUTTA PITAKA PADA KEHIDUPAN BERAGAMA UMAT BUDDHA
AKTUALISASI KONSEP MODERASI BERAGAMA DALAM SUTTA PITAKA PADA KEHIDUPAN BERAGAMA UMAT BUDDHA
Moderasi beragama direalisasikan dalam bentuk toleransi antar maupun intern umat beragama. Keberagaman agama dapat menimbulkan konsep yang berbeda dalam memahami makna moderasi. Tu...
Pluralisme dalam Pandangan Mukti Ali
Pluralisme dalam Pandangan Mukti Ali
Mukti Ali disebut sebagai bapak agama, karena beliau adalah tokoh cendekiawan muslim Indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri agama Republik Indonesia, selain itu pemikiran b...

Back to Top