Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA

View through CrossRef
Pada hakekatnya setiap manusia mempunyai sifat fanatik namun pada setiap individu satu dengan yang lain tidak sama dalam tingkat fanatiknya. Begitu juga sebagai umat Buddha yang menjalani hidup tentunya lebih berat dalam mempertahankan atau mengendalikan sifta fanatiknya. Fenomena yang terjadi berdasarkan penelitian melalui studi kepustakaan menunjukkan bahwa masih banyak yang belum mengerti manfaat pelaksanaan meditasi empat appamanna dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan jenis Kepustakaan (Library Researh) yang bertumpu pada kajian dan telaah teks. tujuan untuk mengungkap kejadian atau fakta yang terjadi. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: (1) teknik observasi, (2) teknik komunikasi, (3) teknik pengukuran, dan (5) teknik telaah dokumen dan buku-buku yang berkaitan dengan masalah kerukunan umat beragama, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan terjalin kerukuna antar umat beragama maupun seagama menjadi faktor utama untuk terjalin bersatunya bangsa dan Negara. Dalam membina kehidupan bernegara warga bernegara yang damai dan tentram harus berpedoman pada kerukunan, sila yang baik, kedermawanan, dan kebijaksanaan mendasari kerukunan. Selain itu salah satu faktor kerukunan antar umat beragama salah satunya mengembangkan sifat cinta kasih, belas kasihan, perasaan simpati, keseimbangan batin, sehingga kehidupan seagama dan antar umat beragama dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.   Kata Kunci:  Meditasi, Empat Appamanna, Kerukunan Antar Umat Beragama
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri-Jawa Tengah
Title: PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
Description:
Pada hakekatnya setiap manusia mempunyai sifat fanatik namun pada setiap individu satu dengan yang lain tidak sama dalam tingkat fanatiknya.
Begitu juga sebagai umat Buddha yang menjalani hidup tentunya lebih berat dalam mempertahankan atau mengendalikan sifta fanatiknya.
Fenomena yang terjadi berdasarkan penelitian melalui studi kepustakaan menunjukkan bahwa masih banyak yang belum mengerti manfaat pelaksanaan meditasi empat appamanna dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan jenis Kepustakaan (Library Researh) yang bertumpu pada kajian dan telaah teks.
tujuan untuk mengungkap kejadian atau fakta yang terjadi.
teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: (1) teknik observasi, (2) teknik komunikasi, (3) teknik pengukuran, dan (5) teknik telaah dokumen dan buku-buku yang berkaitan dengan masalah kerukunan umat beragama, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dengan terjalin kerukuna antar umat beragama maupun seagama menjadi faktor utama untuk terjalin bersatunya bangsa dan Negara.
Dalam membina kehidupan bernegara warga bernegara yang damai dan tentram harus berpedoman pada kerukunan, sila yang baik, kedermawanan, dan kebijaksanaan mendasari kerukunan.
Selain itu salah satu faktor kerukunan antar umat beragama salah satunya mengembangkan sifat cinta kasih, belas kasihan, perasaan simpati, keseimbangan batin, sehingga kehidupan seagama dan antar umat beragama dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
  Kata Kunci:  Meditasi, Empat Appamanna, Kerukunan Antar Umat Beragama.

Related Results

Harmonisasi Keragaman dalam Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut
Harmonisasi Keragaman dalam Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keharmonisan dalam keragaman komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut. Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut memiliki an...
Harmonisasi Keragaman dalam Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut
Harmonisasi Keragaman dalam Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keharmonisan dalam keragaman komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut. Komunitas Meditasi Kesadaran di Wihara Mendut memiliki an...
POLA PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI INDONESIA DALAM PERSFEKTIF AGAMA BUDDHISME
POLA PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI INDONESIA DALAM PERSFEKTIF AGAMA BUDDHISME
AbstrackKehidupan beragama di Indonesia saat ini mengalami banyak pertikaian dan serselisihan sehingga tidak adanya ketenangan, kedamaian, dan keruknan antar umat beragama. Untuk i...
Meditasi Untuk Mengatasi Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Meditasi Untuk Mengatasi Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Stres adalah suatu kondisi yang dirasakan mahaiswa tingkat akhir dalam proses pengerjaan skripsi yang menjadi salah satu syarat kelulusan yang wajib ditempuh untuk mendapatkan gela...
Teori dan Praktik Vipassanā Bhāvanā
Teori dan Praktik Vipassanā Bhāvanā
Meditasi Vipassāna Bhāvāna merupakan praktik meditasi yang sangat penting dalam ajaran Buddha, namun seringkali disalahpahami. Artikel ini bertujuan untuk mengklarifikasi konsep da...
Interaksi Sosial antar Umat Beragama di Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah
Interaksi Sosial antar Umat Beragama di Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah
This article aims to discuss the views of in Lut Tawar Subdistrict regarding religious life that occurs within society, especially the relationship between religious people. Also t...
TOLERANSI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DALAM KEMAJEMUKAN DAN PLURALITAS
TOLERANSI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DALAM KEMAJEMUKAN DAN PLURALITAS
Penelitian ini dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa kerukunan umat beragama saat ini perlu dipertahankan dengan baik oleh semua pihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganali...
DELIK PENODAAN AGAMA DI TINJAU DARI SUDUT PANDANG HUKUM PIDANA DI INDONESIA
DELIK PENODAAN AGAMA DI TINJAU DARI SUDUT PANDANG HUKUM PIDANA DI INDONESIA
Jaminan kebebasan kehidupan beragama di Indonesia sebenarnya cukup kuat. Namun, keindahan aturan-aturan normatif tidak serta merta indah pula dalam kenyataannya. Banyak sekali warg...

Back to Top