Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konsep Kepribadian Guru Menurut Imam Al – Ghazali dalam Kitab Ihyâ’ Ulumuddin

View through CrossRef
Imam Ghazali dikenal sebagai seorang teolog, filosof dari aliran Sunni. Perhatian Imam Ghazali sangat besar terhadap akhlak, ilmu dan pengajaran, dalam menyiapkan jiwa yang kuat serta memupuk kedekatan dengan Allah SWT. Pengajaran bagi Imam Ghazali termasuk ibadah serta sarana penting untuk perbaikan akhlak manusia. Oleh karena itu Imam Ghazali juga dikenal sebagai tokoh pendidikan yang lebih mengutamakan kompeten kepribadian guru dalam mendidik anak. Dekaden moral masyarakat ditengah perkembangan intelektual, membuat Imam Ghazali merasa terpanggil untuk menanamkan akhlak mahmudah (akhlak terpuji) dan menghilangkan akhlak madzmumah (akhlak tercela) umat. Kesadaran baru (tasawuf) memantik spirit Imam Ghazali untuk memperbaiki moral masyarakat. Imam Ghazali memilih jalan pendidikan dengan menjadi guru di Universitas Nizamiyyah Nisabur sebagai langkah untuk mengobati penyakit moral masyarakat. Imam Ghazali juga sepemikiran dengan filosof-filosof seperti Plato, Rosseou dan Bastalotzi yang juga berpendapat bahwa perbaikan sosial dapat diwujudkan melalui jalur pengajaran yang baik. Imam Ghazali memiliki pendapat yang tajam dan bijaksana berfikir, serta pandangan yang visioner mengenai masalah pengajaran dan problematika lain yang berkaitan dengan hal tersebut. Maka tampaklah bahwa konsep yang dicetusan Imam Ghazali dalam pembahasan tentang pendidikan akhlak sangat erat kaitanya dengan aspek kepribadian guru
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro
Title: Konsep Kepribadian Guru Menurut Imam Al – Ghazali dalam Kitab Ihyâ’ Ulumuddin
Description:
Imam Ghazali dikenal sebagai seorang teolog, filosof dari aliran Sunni.
Perhatian Imam Ghazali sangat besar terhadap akhlak, ilmu dan pengajaran, dalam menyiapkan jiwa yang kuat serta memupuk kedekatan dengan Allah SWT.
Pengajaran bagi Imam Ghazali termasuk ibadah serta sarana penting untuk perbaikan akhlak manusia.
Oleh karena itu Imam Ghazali juga dikenal sebagai tokoh pendidikan yang lebih mengutamakan kompeten kepribadian guru dalam mendidik anak.
Dekaden moral masyarakat ditengah perkembangan intelektual, membuat Imam Ghazali merasa terpanggil untuk menanamkan akhlak mahmudah (akhlak terpuji) dan menghilangkan akhlak madzmumah (akhlak tercela) umat.
Kesadaran baru (tasawuf) memantik spirit Imam Ghazali untuk memperbaiki moral masyarakat.
Imam Ghazali memilih jalan pendidikan dengan menjadi guru di Universitas Nizamiyyah Nisabur sebagai langkah untuk mengobati penyakit moral masyarakat.
Imam Ghazali juga sepemikiran dengan filosof-filosof seperti Plato, Rosseou dan Bastalotzi yang juga berpendapat bahwa perbaikan sosial dapat diwujudkan melalui jalur pengajaran yang baik.
Imam Ghazali memiliki pendapat yang tajam dan bijaksana berfikir, serta pandangan yang visioner mengenai masalah pengajaran dan problematika lain yang berkaitan dengan hal tersebut.
Maka tampaklah bahwa konsep yang dicetusan Imam Ghazali dalam pembahasan tentang pendidikan akhlak sangat erat kaitanya dengan aspek kepribadian guru.

Related Results

KONSEP GURU IDEAL PERSPEKTIF AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA’ ULUMUDDIN
KONSEP GURU IDEAL PERSPEKTIF AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA’ ULUMUDDIN
Tuntutan profesional sebagai guru sangat diwajibkan dimiliki oleh seorang guru, tuntutan utamanya yaitu mendidik, membimbing, mengajar, melatih, mengarahkan, menilai, serta mengeva...
Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin
Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin
The revitalization of Islamic education values has become essential in addressing the moral and spiritual challenges of modern society. Ihya’ Ulumuddin by Imam Al-Ghazali strengthe...
POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
<p><a name="_Hlk39758655"></a><span>Imam al-Ghazali sebagai pengarang kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin </em>memiliki latar belakang hidup yang beragam...
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konsep kompetensi kepribadian guru menurut kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim karya Syaikh Hasyim Asy'ari. (2) Peran guru menurut kit...
Paradigma Pendidikan Karakter Menurut Pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidāyatul Hidāyah
Paradigma Pendidikan Karakter Menurut Pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidāyatul Hidāyah
Education as a forum for the development of human potential has a noble goal, namely to form a generation with character and decorated with noble morals. The current condition is a...
Ta’wil Al-Qur’an Imam Al-Ghazali: Telaah Metodologis atas Kitab Tafsir al-Imam al-Ghazali Karya Muhammad al-Rihani
Ta’wil Al-Qur’an Imam Al-Ghazali: Telaah Metodologis atas Kitab Tafsir al-Imam al-Ghazali Karya Muhammad al-Rihani
The figure of the author of the book Ihya' 'Ulum al-Din, Imam Al-Ghazali, in the field of interpretation is not yet widely known by the public, even though he has made quite a larg...
Karakteristik Kompetensi Professional Guru Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali Pada Kitab Ihya’ Ulumuddin
Karakteristik Kompetensi Professional Guru Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali Pada Kitab Ihya’ Ulumuddin
Problematika dalam dunia pendidikan seringkali terjadi pada saat ini. Salah satunya adalah kekerasan yang dilakukan oleh guru sebagai tindakan hukuman yang wajar. Berdasarkan perma...
Memuliakan Tamu: Analisis Surat Adz-Dzariyat Ayat 24-27 Perspektif Imam Ghazali Dalam Ihya Ulumuddin
Memuliakan Tamu: Analisis Surat Adz-Dzariyat Ayat 24-27 Perspektif Imam Ghazali Dalam Ihya Ulumuddin
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai memuliakan tamu dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 24-27, dikaitkan dengan pandangan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, serta ...

Back to Top