Javascript must be enabled to continue!
PENDAMPINGAN PENEGASAN BATAS DESA NATAR MENGGUNAKAN METODE KARTOMETRIK DAN SURVEI GNSS DALAM RANGKA MENCEGAH KONFLIK PERBATASAN DESA
View through CrossRef
Dalam pelaksanaan pembangunan desa, harus dimulai dengan perencanaan yang baik, dan didasari data yang benar. Salah satu data yang diperlukan adalah peta batas desa, yang berisi tentang koordinat titik batas desa, posisi obyek sumberdaya desa, infrastruktur jalan, jaringan irigasi, area sawah, perkebunan dan sebagainya. Namun sering terjadi perselisihan di masyarakat yang berujung pada konflik akibat ketidak jelasan batas antar desa, sehingga menghambat kelangsungan pembangunan desa. Saat ini beberapa lokasi di Desa Natar berpotensi terjadi konflik akibat ketidakpastian batas. Tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1. Membuat Peta Batas Desa sesuai dengan Permendagri No.45 tahun 2016, yang bisa digunakan sebagai dasar Peraturan Bupati tentang Peta Batas Desa Natar, 2. Memasang beberapa pilar batas utama (PBU) sebagai tanda batas antar desa, sehingga ada kepastian titik batas di lapangan. Metode kegiatan pengabdian yang digunakan: 1). Memberikan penjelasan tentang pentingnya Peta Batas Desa dalam perencanaan pembangunan, 2). Melakukan pendampingan dalam penetapan titik batas desa secara kartometrik, 3). Melakukan pendampingan dalam pemasangan dan pengukuran PBU dengan menggunakan metode survei GNSS, 4). Pembuatan Peta Batas Desa Natar. Hasil akhir pengabdian ini: 1). Terbuat satu lembar peta batas desa, desa Natar dengan skala 1 : 8.000, 2). Terpasang lima titik PBU.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: PENDAMPINGAN PENEGASAN BATAS DESA NATAR MENGGUNAKAN METODE KARTOMETRIK DAN SURVEI GNSS DALAM RANGKA MENCEGAH KONFLIK PERBATASAN DESA
Description:
Dalam pelaksanaan pembangunan desa, harus dimulai dengan perencanaan yang baik, dan didasari data yang benar.
Salah satu data yang diperlukan adalah peta batas desa, yang berisi tentang koordinat titik batas desa, posisi obyek sumberdaya desa, infrastruktur jalan, jaringan irigasi, area sawah, perkebunan dan sebagainya.
Namun sering terjadi perselisihan di masyarakat yang berujung pada konflik akibat ketidak jelasan batas antar desa, sehingga menghambat kelangsungan pembangunan desa.
Saat ini beberapa lokasi di Desa Natar berpotensi terjadi konflik akibat ketidakpastian batas.
Tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1.
Membuat Peta Batas Desa sesuai dengan Permendagri No.
45 tahun 2016, yang bisa digunakan sebagai dasar Peraturan Bupati tentang Peta Batas Desa Natar, 2.
Memasang beberapa pilar batas utama (PBU) sebagai tanda batas antar desa, sehingga ada kepastian titik batas di lapangan.
Metode kegiatan pengabdian yang digunakan: 1).
Memberikan penjelasan tentang pentingnya Peta Batas Desa dalam perencanaan pembangunan, 2).
Melakukan pendampingan dalam penetapan titik batas desa secara kartometrik, 3).
Melakukan pendampingan dalam pemasangan dan pengukuran PBU dengan menggunakan metode survei GNSS, 4).
Pembuatan Peta Batas Desa Natar.
Hasil akhir pengabdian ini: 1).
Terbuat satu lembar peta batas desa, desa Natar dengan skala 1 : 8.
000, 2).
Terpasang lima titik PBU.
.
Related Results
Integrasi Citra Satelit SPOT-7 dan GNSS-RTK dalam Penentuan Batas Administratif RT 5 Dusun Cisarua
Integrasi Citra Satelit SPOT-7 dan GNSS-RTK dalam Penentuan Batas Administratif RT 5 Dusun Cisarua
The lack of clarity regarding administrative boundaries at the Neighborhood Unit (RT) level is a common problem in rural areas of Indonesia that has the potential to cause territor...
Pemetaan Batas Desa Sebagai Model Perencanaan Partisipatif di Kabupaten Demak
Pemetaan Batas Desa Sebagai Model Perencanaan Partisipatif di Kabupaten Demak
Abstrak. Desa memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional terutama setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Banyaknya permasalahan yang ditimbulkan ak...
Identifikasi Perubahan Batas Kampung Dengan Pendekatan Kartometrik Di Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan
Identifikasi Perubahan Batas Kampung Dengan Pendekatan Kartometrik Di Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan
Kecamatan Rebang Tangkas memiliki permasalahan terkait dengan peta batas desa yang bersumber dari Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW) Badan Informasi Geospasial (BIG). Permasalahan...
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Pemerintah Indonesia melakukan kembali pengembangan di wilayah perbatasan, salah satu wilayah perbatasan yang di fokuskan pengembangannya adalah Kalimantan Utara. Wilayah perbatasa...
PEMETAAN BATAS WILAYAH DALAM RANGKA TERTIB ADMINISTRASI DESA DI DUSUN TALANG BAYUR DESA SUKANEGARA, KECAMATAN TANJUNG BINTANG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PEMETAAN BATAS WILAYAH DALAM RANGKA TERTIB ADMINISTRASI DESA DI DUSUN TALANG BAYUR DESA SUKANEGARA, KECAMATAN TANJUNG BINTANG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Penegasan batas wilayah merupakan aspek fundamental dalam mewujudkan tertib administrasi dan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel. Dusun Talang Bayur, yang merupakan bagian...
METODE PENYELESAIAN SENGKETA BATAS DESA UPT TAMBAK SARI KECAMATAN POTO TANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT
METODE PENYELESAIAN SENGKETA BATAS DESA UPT TAMBAK SARI KECAMATAN POTO TANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Riwayat Artikel:Diterima: …-…-…Disetujui: …-…-… Abstrak: Faktor pemerataan merupakan alasan kebutuhan adanya pemekaraan wilayah desa, tidak sedikit dari pemekaran wilayah desa memi...
PembuatanPeta Kerja Dalam Rangka Identifikasi Panjang Segmen Batas Kelurahan
PembuatanPeta Kerja Dalam Rangka Identifikasi Panjang Segmen Batas Kelurahan
Segmen batas adalah segmen berupa garis batas, biasanya antara dua blok tanah berdekatan. Garis segmen ini penting dalam menentukan batas properti dan menentukan kepemilikan tanah....

