Javascript must be enabled to continue!
PENGUKURAN KADAR AIR JENIS BAMBU BETUNG (Dindrocalamos asper), BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris Schard) dan BAMBU SULUK (Gigantochloa levis Merr)
View through CrossRef
The aim of this research is to determine water content of three types of bamboo (betung bamboo (Dindrocalamos asper), kuning bamboo (Bambusa vulgaris Schard), and suluk bamboo (Gigantochloa levis Merr)) and to determine the differences based on their position in bamboo. Five bamboos each species was harvested from Tapin Regency, South Kalimantan. Bamboo was divided into three positions, the bottom, middle, and the end and moisture content were measured. This measurement of water content can provide information for further utilization. Based on the results, the water content of the bamboo betung type, the bottom part was 22.8%, the middle was 16.8%, and the tip was 16.6%, with an average moisture content of 18.7%. The moisture content of kuning bamboo at the bottom was 18.6%, the middle was 18.6% and the tip was 19.8% with an average was 19%. The moisture content of the suluk bamboo at the bottom was 17.2%, the middle was 16.4% and the tip was 14.8% with an average was 16.13%. The results showed that the highest water content in kuning bamboo was 19%. Bamboo moisture content can be used as a consideration for the use of bamboo in the drying and preserving process of bambooPenelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar air pada tiga jenis bambu (Bambu betung (Dindrocalamos asper), bambu kuning (Bambusa vulgaris Schard), dan bambu suluk (Gigantochloa levis Merr)) dan untuk mengetahui perbedaan berdasarkan posisinya dalam bamboo. Lima batang bamboo tiap spesies ditebang dari Kabutpaten Tapin, Kalimantan Selatan. Bambu dibedakan menjadi tiga posisi, pangkal, tengah dan ujung selanjutnya diuji kadar airnya. Pengukuran kadar air ini dapat memberikan informasi pada pemanfaatan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pengukuran kadar air jenis bambu betung bagian pangkal rata-rata 22,8%, tengah 16,8%, dan bagian ujung 16,6% dengan kadar air rata-rata keseluruhan 18,7 %. Hasil pengukuran kadar air jenis bambu kuning bagian pangkal rata-rata 18,6%, tengah 18,6% dan bagian ujung 19,8% dengan kadar air rata-rata keseluruhan 19%. Hasil pengukuran kadar air jenis bambu suluk bagian pangkal rata-rata 17,2%, tengah 16,4% dan bagian ujung 14,8% dengan kadar air rata-rata keseluruhan 16,13 %. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kadar air tertinggi pada bambu kuning sebesar 19%. Kadar air bambu dapat digunakan sebagai pertimbangan penggunaan bambu dalam proses pengeringan dan pengawetan bambu
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: PENGUKURAN KADAR AIR JENIS BAMBU BETUNG (Dindrocalamos asper), BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris Schard) dan BAMBU SULUK (Gigantochloa levis Merr)
Description:
The aim of this research is to determine water content of three types of bamboo (betung bamboo (Dindrocalamos asper), kuning bamboo (Bambusa vulgaris Schard), and suluk bamboo (Gigantochloa levis Merr)) and to determine the differences based on their position in bamboo.
Five bamboos each species was harvested from Tapin Regency, South Kalimantan.
Bamboo was divided into three positions, the bottom, middle, and the end and moisture content were measured.
This measurement of water content can provide information for further utilization.
Based on the results, the water content of the bamboo betung type, the bottom part was 22.
8%, the middle was 16.
8%, and the tip was 16.
6%, with an average moisture content of 18.
7%.
The moisture content of kuning bamboo at the bottom was 18.
6%, the middle was 18.
6% and the tip was 19.
8% with an average was 19%.
The moisture content of the suluk bamboo at the bottom was 17.
2%, the middle was 16.
4% and the tip was 14.
8% with an average was 16.
13%.
The results showed that the highest water content in kuning bamboo was 19%.
Bamboo moisture content can be used as a consideration for the use of bamboo in the drying and preserving process of bambooPenelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar air pada tiga jenis bambu (Bambu betung (Dindrocalamos asper), bambu kuning (Bambusa vulgaris Schard), dan bambu suluk (Gigantochloa levis Merr)) dan untuk mengetahui perbedaan berdasarkan posisinya dalam bamboo.
Lima batang bamboo tiap spesies ditebang dari Kabutpaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Bambu dibedakan menjadi tiga posisi, pangkal, tengah dan ujung selanjutnya diuji kadar airnya.
Pengukuran kadar air ini dapat memberikan informasi pada pemanfaatan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pengukuran kadar air jenis bambu betung bagian pangkal rata-rata 22,8%, tengah 16,8%, dan bagian ujung 16,6% dengan kadar air rata-rata keseluruhan 18,7 %.
Hasil pengukuran kadar air jenis bambu kuning bagian pangkal rata-rata 18,6%, tengah 18,6% dan bagian ujung 19,8% dengan kadar air rata-rata keseluruhan 19%.
Hasil pengukuran kadar air jenis bambu suluk bagian pangkal rata-rata 17,2%, tengah 16,4% dan bagian ujung 14,8% dengan kadar air rata-rata keseluruhan 16,13 %.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kadar air tertinggi pada bambu kuning sebesar 19%.
Kadar air bambu dapat digunakan sebagai pertimbangan penggunaan bambu dalam proses pengeringan dan pengawetan bambu.
Related Results
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District has many wildly bamboo plants. Bamboo is a type of grass that belongs to the Gramineae family and is one...
EKSPLORASI JENIS BAMBU (BAMBUSA, SP) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI di KABUPATEN MAROS
EKSPLORASI JENIS BAMBU (BAMBUSA, SP) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI di KABUPATEN MAROS
ABSTRAK
Sesuai dengan data diatas, Bambu merupakan sumber daya yang sangat melimpah dan memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi, tapi pada kenyataannya adalah tidak semua jenis ...
Studi Pemanfaatan Bambu di kawasan Hutan Adat Penyanggar Desa Cipta Karya Kabupaten Bengkayang
Studi Pemanfaatan Bambu di kawasan Hutan Adat Penyanggar Desa Cipta Karya Kabupaten Bengkayang
Kawasan Hutan Adat Penyanggar banyak ditumbuhi bambu dan dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Ketiat A yang wilayahnya berbatasan langsung dengan hutan adat tersebut. Tujuan peneliti...
Suluk Ukkil on the Barong Expressions, motifs and meanings
Suluk Ukkil on the Barong Expressions, motifs and meanings
With its origin dating back to as early as the 500 BC, the ukkil forms part of a centuries-old woodcarving art and tradition of the Suluk, one of the many indigenous ethnic groups ...
Skrining Dan Aktivitas Antibakteri Fraksi Flavonoid Tunas Bambu Kuning (Bambusa vulgaris Var. Striata) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Skrining Dan Aktivitas Antibakteri Fraksi Flavonoid Tunas Bambu Kuning (Bambusa vulgaris Var. Striata) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Tunas bambu kuning adalah jenis bambu yang biasa digunakan masyarakat dalam pengobatan salah satunya mempunyai fungsi sebagai antioksidan, obat asam urat, dan kolesterol, sedangkan...
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
Kadar serum 25-hidroksi vitamin D berkorelasi negatif dengan interleukin-17 pada acne vulgaris derajat berat
Kadar serum 25-hidroksi vitamin D berkorelasi negatif dengan interleukin-17 pada acne vulgaris derajat berat
Background: Acne vulgaris is a common skin disease in Indonesia. Inflammation is a key factor in its development. 25-hydroxy vitamin D or 25(OH)D is considered to have antioxidant ...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...

