Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PROSES PEMBELAJARAN: PENATAAN RUANG KAWASAN RAWAN BENCANA DAN RENTAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI PULAU ALOR

View through CrossRef
<p>Pulau Alor menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang tingkat kerawanan bencananya tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan kejadian bencana gempa bumi yang terjadi secara kontinu bahkan dalam intensitas besar pada periode 10 tahunan. Bencana sebagai dampak perubahan iklim seperti bencana banjir dan kekeringan juga terjadi di Pulau Alor. Oleh karena itu, Pulau Alor membutuhkan upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi. Upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko bencana sekaligus mengurangi kerentanan dampak perubahan iklim. Penataan ruang Kawasan Rawan Bencana (KRB) menjadi kunci dalam mewujudkan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dengan perspektif tata ruang dalam koridor desa-kota. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi wilayah terdampak, kronologis, dan risiko kerawanan bencana serta kerentanan dampak perubahan iklim. Melalui analisis deskriptif dan juga pemetaan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), kajian ini menghasilkan output pokok-pokok penanganan pasca bencana/rehabilitasi dan rekonstruksi, upaya mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim di masa depan, serta rekomendasi penataan ruang kawasan rawan bencana dan rentan dampak perubahan iklim di Pulau Alor. Kajian ini diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran dalam rangka mewujudkan penataan ruang berbasis mitigasi bencana/adaptasi rentan dampak perubahan iklim. </p><p><strong>Kata kunci:</strong> Mitigasi, adaptasi, dan perubahan iklim</p>
Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia
Title: PROSES PEMBELAJARAN: PENATAAN RUANG KAWASAN RAWAN BENCANA DAN RENTAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI PULAU ALOR
Description:
<p>Pulau Alor menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang tingkat kerawanan bencananya tinggi.
Hal tersebut dibuktikan dengan kejadian bencana gempa bumi yang terjadi secara kontinu bahkan dalam intensitas besar pada periode 10 tahunan.
Bencana sebagai dampak perubahan iklim seperti bencana banjir dan kekeringan juga terjadi di Pulau Alor.
Oleh karena itu, Pulau Alor membutuhkan upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi.
Upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko bencana sekaligus mengurangi kerentanan dampak perubahan iklim.
Penataan ruang Kawasan Rawan Bencana (KRB) menjadi kunci dalam mewujudkan mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dengan perspektif tata ruang dalam koridor desa-kota.
Kajian ini bertujuan mengidentifikasi wilayah terdampak, kronologis, dan risiko kerawanan bencana serta kerentanan dampak perubahan iklim.
Melalui analisis deskriptif dan juga pemetaan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), kajian ini menghasilkan output pokok-pokok penanganan pasca bencana/rehabilitasi dan rekonstruksi, upaya mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim di masa depan, serta rekomendasi penataan ruang kawasan rawan bencana dan rentan dampak perubahan iklim di Pulau Alor.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran dalam rangka mewujudkan penataan ruang berbasis mitigasi bencana/adaptasi rentan dampak perubahan iklim.
 </p><p><strong>Kata kunci:</strong> Mitigasi, adaptasi, dan perubahan iklim</p>.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
KEBIJAKAN PENATAAN RUANG KAWASAN RAWAN BENCANA DI DESA PATTONGKO KECAMATAN SINJAI TENGAH
KEBIJAKAN PENATAAN RUANG KAWASAN RAWAN BENCANA DI DESA PATTONGKO KECAMATAN SINJAI TENGAH
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan dalam penyelenggaraan penataan ruang kawasan rawan bencana di desa Pattongko Kecamatan Sinjai Tengah. Penelitian ini m...
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Slem...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandu...

Back to Top