Javascript must be enabled to continue!
KEBIJAKAN PENATAAN RUANG KAWASAN RAWAN BENCANA DI DESA PATTONGKO KECAMATAN SINJAI TENGAH
View through CrossRef
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan dalam penyelenggaraan penataan ruang kawasan rawan bencana di desa Pattongko Kecamatan Sinjai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif yang dimaksudkan dapat memberikan gambaran dan uraian yang jelas secara keseluruhan dari permasalahan yang ada mengenai kebijakan penataan ruang kawasan rawan bencana di Desa Pattongko Kecamatan Sinjai Tengah.
Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Subjek dalam Penelitian ini adalah Bidang Penataaan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Sinjai, Kepala Desa Pattongko dan Masyarakat Desa Pattongko.
Berdasarkan hasil dari penelitian Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana di Desa Pattongko Kecamatan Sinjai Tengah maka dapat disimpulkan bahwa 4 indikator dalam upaya meminimalisasi dampak bencana melalui penataan ruang pada daerah rawan bencana yakni, Pengaturan, Pembinaan, Pelaksanaan dan Pengawasan belum terealisasi dengan baik karena masih banyak masyarakat yang mengabaikan aturan untuk tidak mendirikan bangunan di wilayah rawan bencana.
STISIP Muhammadiyah Sinjai
Title: KEBIJAKAN PENATAAN RUANG KAWASAN RAWAN BENCANA DI DESA PATTONGKO KECAMATAN SINJAI TENGAH
Description:
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan dalam penyelenggaraan penataan ruang kawasan rawan bencana di desa Pattongko Kecamatan Sinjai Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif yang dimaksudkan dapat memberikan gambaran dan uraian yang jelas secara keseluruhan dari permasalahan yang ada mengenai kebijakan penataan ruang kawasan rawan bencana di Desa Pattongko Kecamatan Sinjai Tengah.
Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi.
Subjek dalam Penelitian ini adalah Bidang Penataaan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Sinjai, Kepala Desa Pattongko dan Masyarakat Desa Pattongko.
Berdasarkan hasil dari penelitian Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana di Desa Pattongko Kecamatan Sinjai Tengah maka dapat disimpulkan bahwa 4 indikator dalam upaya meminimalisasi dampak bencana melalui penataan ruang pada daerah rawan bencana yakni, Pengaturan, Pembinaan, Pelaksanaan dan Pengawasan belum terealisasi dengan baik karena masih banyak masyarakat yang mengabaikan aturan untuk tidak mendirikan bangunan di wilayah rawan bencana.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KEBIJAKAN PEMERINTAH MELALUI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DALAM PENATAAN RUANG DI KABUPATEN SINJAI
KEBIJAKAN PEMERINTAH MELALUI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DALAM PENATAAN RUANG DI KABUPATEN SINJAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dalam Penataan Ruang di Kabupaten Sinjai. Metodologi penelitian mengg...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
PROSES PEMBELAJARAN: PENATAAN RUANG KAWASAN RAWAN BENCANA DAN RENTAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI PULAU ALOR
PROSES PEMBELAJARAN: PENATAAN RUANG KAWASAN RAWAN BENCANA DAN RENTAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI PULAU ALOR
<p>Pulau Alor menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang tingkat kerawanan bencananya tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan kejadian bencana gempa bumi yang terjadi secara...
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Slem...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Analisis Zonasi dan Kesesuaian Kebijakan Pemanfaatan Lahan pada Kawasan Bencana Longsor
Analisis Zonasi dan Kesesuaian Kebijakan Pemanfaatan Lahan pada Kawasan Bencana Longsor
Kecamatan Gunungsari berada di Kabupaten Lombok Barat, yang memiliki kondisi fisik yang rentan terhadap tanah longsor. Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan analisis kerentanan ...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...

