Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Zonasi dan Kesesuaian Kebijakan Pemanfaatan Lahan pada Kawasan Bencana Longsor

View through CrossRef
Kecamatan Gunungsari berada di Kabupaten Lombok Barat, yang memiliki kondisi fisik yang rentan terhadap tanah longsor. Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan analisis kerentanan paimin, diperoleh 4 kategori rawan longsor yaitu kategori cukup tinggi, kategori sedang, kategori ringan dan kategori cukup ringan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dari segi kebijakan penataan ruang yang ada di Kabupaten Lombok Barat tentang pengaturan kawasan rawan bencana longsor dan pamanfatan lahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan skunder. Penataan ruang merupakan upaya mewujudkan tata ruang yang teratur dengan memperhatikan keadaan lingkungannya, dengan melihat kebijakan penataan ruang dan kondisi lapangan maka akan mendapatkan gambaran kesesuaian antara zonasi dan kebijakan yang telah ditetapkan dengan pemanfaatan lahannya, dari hasil analisis dengan kriteria kerentanan kawasan terdahap rawan longsor dan fungsi kawasan maka di Kecamatan Gunungsari memiliki 8 zona, diantaranya zona 1 dan 4 memiliki fungsi pemanfatan hutan lindung tetap, sedangkan zona 2, zona 3, zona 5 dan zona 6 memiliki memiliki pemanfaatan budidaya tidak terbangun. Untuk zona 7 dan zona 8 dengan pemanfaatan budidaya terbangun, bila di tinaju dari aspek kebijakan rencana tata ruang yang dapat sesuai dengan hasil analisis namun perlu adanya rencana detail untuk untuk mengatur pemanfaatan ruang yang ada di Kecamatan Gunungsari khususnya di kawasan rawan bencana longsor.
Title: Analisis Zonasi dan Kesesuaian Kebijakan Pemanfaatan Lahan pada Kawasan Bencana Longsor
Description:
Kecamatan Gunungsari berada di Kabupaten Lombok Barat, yang memiliki kondisi fisik yang rentan terhadap tanah longsor.
Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan analisis kerentanan paimin, diperoleh 4 kategori rawan longsor yaitu kategori cukup tinggi, kategori sedang, kategori ringan dan kategori cukup ringan.
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dari segi kebijakan penataan ruang yang ada di Kabupaten Lombok Barat tentang pengaturan kawasan rawan bencana longsor dan pamanfatan lahannya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan skunder.
Penataan ruang merupakan upaya mewujudkan tata ruang yang teratur dengan memperhatikan keadaan lingkungannya, dengan melihat kebijakan penataan ruang dan kondisi lapangan maka akan mendapatkan gambaran kesesuaian antara zonasi dan kebijakan yang telah ditetapkan dengan pemanfaatan lahannya, dari hasil analisis dengan kriteria kerentanan kawasan terdahap rawan longsor dan fungsi kawasan maka di Kecamatan Gunungsari memiliki 8 zona, diantaranya zona 1 dan 4 memiliki fungsi pemanfatan hutan lindung tetap, sedangkan zona 2, zona 3, zona 5 dan zona 6 memiliki memiliki pemanfaatan budidaya tidak terbangun.
Untuk zona 7 dan zona 8 dengan pemanfaatan budidaya terbangun, bila di tinaju dari aspek kebijakan rencana tata ruang yang dapat sesuai dengan hasil analisis namun perlu adanya rencana detail untuk untuk mengatur pemanfaatan ruang yang ada di Kecamatan Gunungsari khususnya di kawasan rawan bencana longsor.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN LONGSOR LAHAN DI KAWASAN PERTAMBANGAN TANAH URUG
ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN LONGSOR LAHAN DI KAWASAN PERTAMBANGAN TANAH URUG
Kegiatan pertambangan tanah urug pada topografi yang berbukit memiliki potensi terjadi longsor lahan. Suatu kejadian longsor lahan pada kegiatan pertambangan dapat menimbulkan keru...
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, ta...
MITIGASI BENCANA BERDASARKAN TINGKAT RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR
MITIGASI BENCANA BERDASARKAN TINGKAT RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR
Bencana Tanah longsor merupakan jenis bencana dengan intensitas kejadian tertinggi ke tiga  di Indonesia pada tahun 2020. Longsor yang terjadi membawa dampak timbulnya korban jiwa ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR
Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor tahun 2016-2036 memiliki 22 (duapuluh dua) Kecamatan yang di tetapkan sebagai kawasan rawan bencana longsor salah satunya Kecamatan Sukamakmur. T...

Back to Top