Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Variasi Campuran Minyak Kelapa Sawit Untuk Oli Peredam Kejut Shock Absorber Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi 2

View through CrossRef
Shock absorber atau  shock breaker adalah sebuah alat mekanik yang didesain untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik. Dalam kendaraan, alat ini berfungsi untuk mengurangi efek dari kasarnya permukaan jalan. Dalam penelitian ini, perlakuan berupa pencampuran minyak sawit (CPO) dengan oli peredam kejut, kemudian akan dilihat hasil berupa perubahan yang terjadi pada shock absorber yang diujicobakan, force kompresi, suhu, dan rebound di setiap variasi campuran minyak kelapa sawit dengan oli peredam kejut menggunakan shock absorber rancangan ganesha electric vehicles 1.0 generasi 2 sebagai obyek penelitian. Selanjutnya oli predam kejut yang akan di pakai dalam penelitian ini beserta campuran yang akan di ujikan yaitu Minyak kelapa Sawit (CPO) yang di anggap peneliti untuk meningkatkan daya redam dari shock absorber rancangan ganesha electric vehicles 1.0 generasi 2.            Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 100% sebagai pengujian awal untuk mendapatkan nilai standar yang akan dibandingkan dengan minyak kelapa sawit sebesar 40% dan 20%. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dan didapatkan nilai rata-rata  Compression Force 81.438, Rebound Force 99.51725, dan Temperature 29.74 C. Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 60% dengan minyak kelapa sawit 40% setelah dicampur didapatkan nilai rata-rata Compression Force yaitu -100.4055, nilai rata-rata dari  Rebound Force yaitu  169.14075  dan Temperature 30.69  C. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dibandingkan dengan oli peredam kejut Shock Absorber 60% dengan minyak kelapa sawit 40% terdapat perbedaan dimana viskositas oli tersebut terlalu kental sehingga mendapatkan hasil kompresi terlalu tinggi dan rebound tidak stabil. Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 80% dengan minyak kelapa sawit 20% setelah dicampur didapatkan nilai rata-rata Compression Force yaitu -85.377, nilai rata-rata dari  Rebound Force yaitu  185.73675 dan Temperature 29.82 C. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dan dibandingkan dengan uji oli peredam kejut Shock Absorber 80% dengan minyak kelapa sawit 20% terdapat perbedaan dimana viskositas oli tersebut memenuhi syarat sehingga mendapatkan hasil kompresi stabil  dan rebound stabil.
Title: Analisa Variasi Campuran Minyak Kelapa Sawit Untuk Oli Peredam Kejut Shock Absorber Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi 2
Description:
Shock absorber atau  shock breaker adalah sebuah alat mekanik yang didesain untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik.
Dalam kendaraan, alat ini berfungsi untuk mengurangi efek dari kasarnya permukaan jalan.
Dalam penelitian ini, perlakuan berupa pencampuran minyak sawit (CPO) dengan oli peredam kejut, kemudian akan dilihat hasil berupa perubahan yang terjadi pada shock absorber yang diujicobakan, force kompresi, suhu, dan rebound di setiap variasi campuran minyak kelapa sawit dengan oli peredam kejut menggunakan shock absorber rancangan ganesha electric vehicles 1.
0 generasi 2 sebagai obyek penelitian.
Selanjutnya oli predam kejut yang akan di pakai dalam penelitian ini beserta campuran yang akan di ujikan yaitu Minyak kelapa Sawit (CPO) yang di anggap peneliti untuk meningkatkan daya redam dari shock absorber rancangan ganesha electric vehicles 1.
0 generasi 2.
            Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 100% sebagai pengujian awal untuk mendapatkan nilai standar yang akan dibandingkan dengan minyak kelapa sawit sebesar 40% dan 20%.
Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dan didapatkan nilai rata-rata  Compression Force 81.
438, Rebound Force 99.
51725, dan Temperature 29.
74 C.
Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 60% dengan minyak kelapa sawit 40% setelah dicampur didapatkan nilai rata-rata Compression Force yaitu -100.
4055, nilai rata-rata dari  Rebound Force yaitu  169.
14075  dan Temperature 30.
69  C.
Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dibandingkan dengan oli peredam kejut Shock Absorber 60% dengan minyak kelapa sawit 40% terdapat perbedaan dimana viskositas oli tersebut terlalu kental sehingga mendapatkan hasil kompresi terlalu tinggi dan rebound tidak stabil.
Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 80% dengan minyak kelapa sawit 20% setelah dicampur didapatkan nilai rata-rata Compression Force yaitu -85.
377, nilai rata-rata dari  Rebound Force yaitu  185.
73675 dan Temperature 29.
82 C.
Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dan dibandingkan dengan uji oli peredam kejut Shock Absorber 80% dengan minyak kelapa sawit 20% terdapat perbedaan dimana viskositas oli tersebut memenuhi syarat sehingga mendapatkan hasil kompresi stabil  dan rebound stabil.

Related Results

Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
<p>Abstrak</p><p>Proses penggorengan akan menyebabkan perubahan mutu minyak akibat reaksi hidrolisis, oksidasi dan proses termal. Penelitian ini bertujuan untuk m...
Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat
Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat
Permintaan akan produk minyak kelapa sawit yang terus meningkat di pasar global menjadi ancaman bagi negara-negara yang memproduksi jenis minyak nabati lainnya. Ekspor minyak kelap...
Profil Asam Lemak Jenuh pada Produk Makanan Turunan Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Profil Asam Lemak Jenuh pada Produk Makanan Turunan Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Asam lemak jenuh dapat dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol darah yang berakibat pada penyakit jantung koroner. Minyak nabati seperti kelapa sawit mengandung asam lemak je...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...
Processing and Development of Frying Oil from Fruit of Some Varieties of Dwarf Coconut
Processing and Development of Frying Oil from Fruit of Some Varieties of Dwarf Coconut
<p class="Default">ABSTRACT</p><p class="Default">Fruits of Dwarft coconut commonly are used as young tender (8 months of fruit) for fresh coconut water and raw m...

Back to Top