Javascript must be enabled to continue!
Konsep Pendidikan Moderasi Beragama Hamka untuk Wujudkan Toleransi Antar Umat Beragama
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perspektif Buya Hamka tentang moderasi beragama dalam mewujudkan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Adapun jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang menitik beratkan pada hasil-hasil kepustakaan, atau jenis penelitian yang memanfaatkan perpustakaan dalam memperoleh data penelitian. Penelitain ini menggunakan analisis isi (Content Analysis), yaitu sebuah teknik analisa yang memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menarik kesimpulan yang sahih dari sebuah buku atau dokumen secara induksi. Berdasarkan hasil dari penelitian yaitu: Latar belakang perumusan pemikiran Buya Hamka mengenai konsep moderasi beragama tidak terlepas dari ruang lingkup sosial yang mengintarinya, seperti pola pikir yang ke-Indonesiaan dan ditambah lingkungan yang heterogen serta lingkungan dari ormas Muhammadiyah. Akan tetapi, semua pemikiran Buya Hamka mengenai konsep moderasi beragama tetap berpijak pada pijakan utama, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah; Pemikiran Buya Hamka mengenai tentang konsep moderasi beragama ialah keseimbangan, istiqomah, keadilan dan toleransi. Dari hal ini nantinya manusia akan saling mengerti dan menghargai, bahwa Islam mengajarkan tidak hanya berhubungan baik dengan Allah, melainkan juga berhubungan baik dengan sesama manusia dan bahkan dalam Islam ritual agama selalu melahirkan output yang cinta damai kepada sesamanya. Jadi, muara akhir dari moderasi beragama Buya Hamka ialah bahagia dan kedamaian antar umat yang berbeda; Langkah-langkah aktualisasi yang dapat dilakukan untuk tercapainya konsep moderasi beragama perspektif Buya Hamka ialah dengan memasukkan materi di pendidikan formal, melakukan seminar ataupun talk show, men-support konten kreator yang bergerak perbedaan, dan membuat platform mengenai moderasi beragama, karena para kaum millenial sering berkecimpung di media sosial, sehingga tujuan akhir moderasi beragama yaitu cinta damai dapat dirasakan di tengah perbedaan yang ada.
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta
Title: Konsep Pendidikan Moderasi Beragama Hamka untuk Wujudkan Toleransi Antar Umat Beragama
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perspektif Buya Hamka tentang moderasi beragama dalam mewujudkan toleransi antar umat beragama di Indonesia.
Adapun jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang menitik beratkan pada hasil-hasil kepustakaan, atau jenis penelitian yang memanfaatkan perpustakaan dalam memperoleh data penelitian.
Penelitain ini menggunakan analisis isi (Content Analysis), yaitu sebuah teknik analisa yang memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menarik kesimpulan yang sahih dari sebuah buku atau dokumen secara induksi.
Berdasarkan hasil dari penelitian yaitu: Latar belakang perumusan pemikiran Buya Hamka mengenai konsep moderasi beragama tidak terlepas dari ruang lingkup sosial yang mengintarinya, seperti pola pikir yang ke-Indonesiaan dan ditambah lingkungan yang heterogen serta lingkungan dari ormas Muhammadiyah.
Akan tetapi, semua pemikiran Buya Hamka mengenai konsep moderasi beragama tetap berpijak pada pijakan utama, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah; Pemikiran Buya Hamka mengenai tentang konsep moderasi beragama ialah keseimbangan, istiqomah, keadilan dan toleransi.
Dari hal ini nantinya manusia akan saling mengerti dan menghargai, bahwa Islam mengajarkan tidak hanya berhubungan baik dengan Allah, melainkan juga berhubungan baik dengan sesama manusia dan bahkan dalam Islam ritual agama selalu melahirkan output yang cinta damai kepada sesamanya.
Jadi, muara akhir dari moderasi beragama Buya Hamka ialah bahagia dan kedamaian antar umat yang berbeda; Langkah-langkah aktualisasi yang dapat dilakukan untuk tercapainya konsep moderasi beragama perspektif Buya Hamka ialah dengan memasukkan materi di pendidikan formal, melakukan seminar ataupun talk show, men-support konten kreator yang bergerak perbedaan, dan membuat platform mengenai moderasi beragama, karena para kaum millenial sering berkecimpung di media sosial, sehingga tujuan akhir moderasi beragama yaitu cinta damai dapat dirasakan di tengah perbedaan yang ada.
Related Results
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
Moderasi beragama dewasa ini perlu ditumbuhkan sehingga menjadi sikap yang melekat di masyarakat Indonesia. Sebagai penggerak moderasi beragama, pegawai BDK Denpasar sudah semestin...
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
Moderasi beragama digambarkan sebagai upaya untuk mengikuti dan mempertahankan prinsip-prinsip agama, mengubahnya menjadi cara hidup dan karakter, sehingga moderasi beragama dapat ...
Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, dan Kontestasi di Ruang Digital
Moderasi Beragama: Akar Teologi, Nalar Kebudayaan, dan Kontestasi di Ruang Digital
Pada hakikatnya, moderasi beragama adalah pendekatan atau sikap yang menekankan pemahaman, toleransi, dan keseimbangan dalam menjalankan praktik keagamaan. Secara etimologi, modera...
Konsep Moderasi Beragama dalam Pandangan Pendidikan Hamka
Konsep Moderasi Beragama dalam Pandangan Pendidikan Hamka
Sebagai tokoh agama yang sangat cinta pada tanah kelahirannya, Indonesia, Hamka memiliki semangat Pancasila. Oleh karena itu, beliau selalu memberikan solusi pemikiran yang berlian...
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Banyak isu dan aksi yang mencerminkan perilaku terorisme, ekstremisme, radikalisme, intoleransi, paham takfiri (senang khawatir), dan klaim kebenaran sepihak, dan sebagainya. Hal i...
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
The Indonesian state has religious pluralism, therefore an effort is needed to maintain inter-religious harmony. One of them is through religious moderation. The principle of relig...
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Dalam era globalisasi dan multicultural yang semakin berkembang, pemahaman dan praktik toleransi beragama menjadi aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis. Pendidika...
THE CONCEPT OF MODERATION AND RELIGIOUS TOLERANCE BETWEEN THE SALAFI AND ASH'ARI APPROACHES
THE CONCEPT OF MODERATION AND RELIGIOUS TOLERANCE BETWEEN THE SALAFI AND ASH'ARI APPROACHES
Abstract
This study examines three main themes: firstly, the concept of moderation and religious tolerance in Islam, secondly the intellectual approaches of the Salafi and Ash'ari ...

