Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

THE CONCEPT OF MODERATION AND RELIGIOUS TOLERANCE BETWEEN THE SALAFI AND ASH'ARI APPROACHES

View through CrossRef
Abstract This study examines three main themes: firstly, the concept of moderation and religious tolerance in Islam, secondly the intellectual approaches of the Salafi and Ash'ari traditions, and thirdly, the concept of moderation and religious tolerance in Islam within the framework of the Salafi and Ash'ari approaches. This research utilises a qualitative research approach with a descriptive and analytical approach Using a qualitative, descriptive-analytical method, the study analyses classical and contemporary literature to compare the two approaches. Findings indicate that moderation is understood as a principle of balance that prevents injustice and extremism and is a defining feature of Islam. The Salafi approach tends to emphasize a literal reading of the Qur’an and Sunnah, while the Ash'ari approach integrates rational and dialectical methods. Regarding tolerance, Salafi positions often limit interaction to transactional and social relations, whereas Ash'ari positions more readily support interreligious dialogue and cooperative engagement. Keywords: Moderation, Tolerance, Salafists, Ash'arites   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga tema utama, pertama, konsep moderasi dan toleransi beragama dalam Islam, kedua, pendekatan intelektual keagamaan dari Salafi dan Asy'ari, ketiga, konsep moderasi dalam Islam dan toleransi beragama dalam kerangka pendekatan Salafi dan Asy'ari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analitis. Penelitian kualitatif dipilih karena bertujuan untuk memahami dan menganalisis konsep moderasi dan toleransi beragama dalam perspektif Salafi dan Asy'ariyah secara mendalam. Pendekatan deskriptif-analitis digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis gagasan, perspektif, dan argumen dari kedua kelompok tersebut terkait moderasi dan toleransi beragama. Hasil terpenting yang diperoleh peneliti selama melakukan penelitian ini adalah bahwa moderasi adalah pendekatan ilahiah yang lembut yang mencegah hamba dari kezaliman dan ketidakadilan, dan merupakan salah satu karakteristik Islam yang dicirikan sebagai agama yang moderat, dan dalam memahami moderasi, kaum Salafi bersandar pada pemahaman harfiah terhadap al-Quran dan Sunnah, sementara kaum Asy'ariyah mengembangkan pemahaman moderasi dengan mengintegrasikan pendekatan rasional dan rasio. Dalam toleransi, kaum Salafi membatasinya pada aspek transaksi dan hubungan sosial saja, sedangkan Asy'ariyah mengembangkan dialog dan kerja sama antar umat beragama. Kata Kunci: Moderasi, Toleransi, Salafiyah, Asy’ariyah
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: THE CONCEPT OF MODERATION AND RELIGIOUS TOLERANCE BETWEEN THE SALAFI AND ASH'ARI APPROACHES
Description:
Abstract This study examines three main themes: firstly, the concept of moderation and religious tolerance in Islam, secondly the intellectual approaches of the Salafi and Ash'ari traditions, and thirdly, the concept of moderation and religious tolerance in Islam within the framework of the Salafi and Ash'ari approaches.
This research utilises a qualitative research approach with a descriptive and analytical approach Using a qualitative, descriptive-analytical method, the study analyses classical and contemporary literature to compare the two approaches.
Findings indicate that moderation is understood as a principle of balance that prevents injustice and extremism and is a defining feature of Islam.
The Salafi approach tends to emphasize a literal reading of the Qur’an and Sunnah, while the Ash'ari approach integrates rational and dialectical methods.
Regarding tolerance, Salafi positions often limit interaction to transactional and social relations, whereas Ash'ari positions more readily support interreligious dialogue and cooperative engagement.
Keywords: Moderation, Tolerance, Salafists, Ash'arites   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga tema utama, pertama, konsep moderasi dan toleransi beragama dalam Islam, kedua, pendekatan intelektual keagamaan dari Salafi dan Asy'ari, ketiga, konsep moderasi dalam Islam dan toleransi beragama dalam kerangka pendekatan Salafi dan Asy'ari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analitis.
Penelitian kualitatif dipilih karena bertujuan untuk memahami dan menganalisis konsep moderasi dan toleransi beragama dalam perspektif Salafi dan Asy'ariyah secara mendalam.
Pendekatan deskriptif-analitis digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis gagasan, perspektif, dan argumen dari kedua kelompok tersebut terkait moderasi dan toleransi beragama.
Hasil terpenting yang diperoleh peneliti selama melakukan penelitian ini adalah bahwa moderasi adalah pendekatan ilahiah yang lembut yang mencegah hamba dari kezaliman dan ketidakadilan, dan merupakan salah satu karakteristik Islam yang dicirikan sebagai agama yang moderat, dan dalam memahami moderasi, kaum Salafi bersandar pada pemahaman harfiah terhadap al-Quran dan Sunnah, sementara kaum Asy'ariyah mengembangkan pemahaman moderasi dengan mengintegrasikan pendekatan rasional dan rasio.
Dalam toleransi, kaum Salafi membatasinya pada aspek transaksi dan hubungan sosial saja, sedangkan Asy'ariyah mengembangkan dialog dan kerja sama antar umat beragama.
Kata Kunci: Moderasi, Toleransi, Salafiyah, Asy’ariyah.

Related Results

KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI DALAM KARYA BUSANA READY TO WEAR PRIA BATIK TULIS
KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI DALAM KARYA BUSANA READY TO WEAR PRIA BATIK TULIS
AbstrakArtikel yang berjudul “kakang kawah adhi ari-ari dalam karya busana ready to wear batik tulis” difokuskan pada proses cipta busana ready to wear pria dengan sumber ide konse...
Toleransi Model Salafi
Toleransi Model Salafi
  Abstract As a multicultural area, South Kalimantan is inhabited by various followers of various religions, ethnicities and cultures. Likewise, various religious sects of mass org...
AGENCY IN PIETY: YOUNG SALAFI WOMEN IN DIGITAL BUSINESS
AGENCY IN PIETY: YOUNG SALAFI WOMEN IN DIGITAL BUSINESS
Salafi women are regarded as a more tight and exclusive community than men. This reality highlights Salafi Sharia provisions, which mandate women to stay at home. Nonetheless, youn...
Quaternary volcanic ash of Kharkiv region
Quaternary volcanic ash of Kharkiv region
Formulation of the problem. The article is devoted to detail geological and mineralogical description of quaternary volcanic ash in Kharkiv region. The purpose of the article is t...
Kontestasi Narasi Moderasi Beragama di Instagram
Kontestasi Narasi Moderasi Beragama di Instagram
People who study religion are no longer limited to religious leaders who have direct scientific legitimacy. However, it can be done independently through the internet or social med...
DEVELOPMENT OF RELIGIOUS TOLERANCE OF HIGH SCHOOL LEVELS
DEVELOPMENT OF RELIGIOUS TOLERANCE OF HIGH SCHOOL LEVELS
Religious tolerance of Bogor An-Nur Aliyyah high school students is known that the religious tolerance of students is still low, known to the fact that the majority of students los...
Salafism And Religious Moderation: Reinterpreting Salafi Citizenship
Salafism And Religious Moderation: Reinterpreting Salafi Citizenship
This study examines how and why Salafi groups, recognized for their puritanical and conservative ideologies, come to accept the concept of religious moderation. The objective of th...
MEASURING RELIGIOUS MODERATION AMONG STUDENTS
MEASURING RELIGIOUS MODERATION AMONG STUDENTS
This article aims to describe the results of research on the analysis of factors that influence religious moderation and the influence of religiosity on religious moderation for st...

Back to Top