Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Komponen Kimia Kayu Jati dengan Pertumbuhan Eksentris

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kayu cacat. Spesimen penelitian berupa 10 pohon miring yang diperoleh dari kegiatan penjarangan dari tegakan jati (Tectona grandis L.f.) di Randublatung, Jawa Tengah. Pada setiap pohon, kayu di bagian eksentrisnya dipisahkan \, kemudian sampel serbuk kayu diambil pada bagian teras terluar pada kedua lebar lingkaran tahun maksimum (bagian atas pohon miring) dan pada arah yang berlawanan, yaitu yang mempunyai lebar lingkaran tahun minimum (bagian bawah pohon miring). Serbuk kayu dihaluskan sampai mencapai 40-60 mesh untuk analisis kimia. Analisis data melalui uji t pohon pada kadar ekstraktif etanol-benzena (4-12%), kadar terlarut air panas (1-3%), kadar abu (0,7-3%) dan kadar lignin terlarut asam (0,7-1,4%). Pengukuran menggunakan GC dan GC-MS, menunjukkan tidak ada beda yang mencolok pada jumlah komponen utama ekstraktif etanol-benzena. Sebaliknya, kayu dengan lingkaran tahun paling lebar secara konsisten memiliki kadar lignin Klason lebih tinggi (32-35%) dibandingkan kayu dengan lingkaran tahun sempit (29-33%). Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa eksentris lebih berkaitan dengan komponen dinding sel kayu daripada zat-zat metabolism sekunder. Selanjutnya, tidak terlihat juga adanya indikasi terhadap pembentukan kayu tarik.Kata kunci: Tectona Grandis, kayu eksentris, pohon miring, sifat kimia, riap tumbuh. Chemical Components of Teak Wood with Eccentric Growth AbstractThe objective of this study is to learn the quality of abnormal woods. The specimens were 10 leaning trees obtained from thinned teak (Tectona grandis L.f.) stand in Randublatung, Central Java. In each tree, the eccentric growth parts were isolated, then wood meal sample was drilled at the outer heartwood part of both maximum annual-ring width (upper part of leaning stem) and in its opposite side, which had minimum annual-ring width (lower part of leaning stem). The wood meals were ground to size of 40-60 mesh for chemical analysis. Data analysis by paired t-test showed that no significant difference was found between the upper and lower parts in ethanol-benzene extractive content (4-12%), hot-water soluble content (1-3%), ash content (0.73%) and acid soluble lignin content (0.7-1.4 %) . By means of Gas Chromatography (GC) and Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), no striking difference was also observed in the levels of major components of ethanol-benzene extracts. On the other hand, in Klason lignin content, the wood with widest ring consistently showed a higher content (32-35 %) than that with narrowest ring (29-33 %). These findings indicated that the eccentricity is more related to cell wall components than to secondary metabolites. Further, there is no indication with regard to the formation of tension wood.
Title: Komponen Kimia Kayu Jati dengan Pertumbuhan Eksentris
Description:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kayu cacat.
Spesimen penelitian berupa 10 pohon miring yang diperoleh dari kegiatan penjarangan dari tegakan jati (Tectona grandis L.
f.
) di Randublatung, Jawa Tengah.
Pada setiap pohon, kayu di bagian eksentrisnya dipisahkan \, kemudian sampel serbuk kayu diambil pada bagian teras terluar pada kedua lebar lingkaran tahun maksimum (bagian atas pohon miring) dan pada arah yang berlawanan, yaitu yang mempunyai lebar lingkaran tahun minimum (bagian bawah pohon miring).
Serbuk kayu dihaluskan sampai mencapai 40-60 mesh untuk analisis kimia.
Analisis data melalui uji t pohon pada kadar ekstraktif etanol-benzena (4-12%), kadar terlarut air panas (1-3%), kadar abu (0,7-3%) dan kadar lignin terlarut asam (0,7-1,4%).
Pengukuran menggunakan GC dan GC-MS, menunjukkan tidak ada beda yang mencolok pada jumlah komponen utama ekstraktif etanol-benzena.
Sebaliknya, kayu dengan lingkaran tahun paling lebar secara konsisten memiliki kadar lignin Klason lebih tinggi (32-35%) dibandingkan kayu dengan lingkaran tahun sempit (29-33%).
Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa eksentris lebih berkaitan dengan komponen dinding sel kayu daripada zat-zat metabolism sekunder.
Selanjutnya, tidak terlihat juga adanya indikasi terhadap pembentukan kayu tarik.
Kata kunci: Tectona Grandis, kayu eksentris, pohon miring, sifat kimia, riap tumbuh.
 Chemical Components of Teak Wood with Eccentric Growth AbstractThe objective of this study is to learn the quality of abnormal woods.
The specimens were 10 leaning trees obtained from thinned teak (Tectona grandis L.
f.
) stand in Randublatung, Central Java.
In each tree, the eccentric growth parts were isolated, then wood meal sample was drilled at the outer heartwood part of both maximum annual-ring width (upper part of leaning stem) and in its opposite side, which had minimum annual-ring width (lower part of leaning stem).
The wood meals were ground to size of 40-60 mesh for chemical analysis.
Data analysis by paired t-test showed that no significant difference was found between the upper and lower parts in ethanol-benzene extractive content (4-12%), hot-water soluble content (1-3%), ash content (0.
73%) and acid soluble lignin content (0.
7-1.
4 %) .
By means of Gas Chromatography (GC) and Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), no striking difference was also observed in the levels of major components of ethanol-benzene extracts.
On the other hand, in Klason lignin content, the wood with widest ring consistently showed a higher content (32-35 %) than that with narrowest ring (29-33 %).
These findings indicated that the eccentricity is more related to cell wall components than to secondary metabolites.
Further, there is no indication with regard to the formation of tension wood.

Related Results

KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jati (Tectona grandis L.F) Berdasarkan Posisi pada Batang
Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jati (Tectona grandis L.F) Berdasarkan Posisi pada Batang
Kayu jati merupakan hasil hutan kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun furniture. Batang kayu jati memiliki bagian yang berbeda-beda, yaitu bagian pangkal, tengah, da...
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
Tanaman hutan tropis seperti gempol, sonokeling, mahoni, trembesi dan duren tumbuh subur. Selama ini pemanfaatan kayu hutan tersebut hanya digunakan untuk bahan mebelair serta kons...
Sifat Kimia Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Kayu dan Posisi Batang
Sifat Kimia Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Kayu dan Posisi Batang
ABSTRACT The other properties of medang sereah (Litsea sp.) wood that need to be identified are the chemical properties of wood based on the part (terrace and sapwood) and the posi...
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. This study aims to determine the effect of emotional intelligence and motivation on employee performance at PT. Kimia Farma Tbk Plant Banjaran. This research is motivated...
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyaraka...
SIFAT PEMBAKARAN PARTIKEL DAN UTUHAN KAYU MAHANG (Macaranga tanarius L.) DAN KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK)
SIFAT PEMBAKARAN PARTIKEL DAN UTUHAN KAYU MAHANG (Macaranga tanarius L.) DAN KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK)
Pembakaran merupakan proses oksidasi biomasa dan membebaskan energi dalam bentuk panas, cahaya, dan radiasi inframerah, yang dipengaruhi juga dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran bio...

Back to Top