Javascript must be enabled to continue!
Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jati (Tectona grandis L.F) Berdasarkan Posisi pada Batang
View through CrossRef
Kayu jati merupakan hasil hutan kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun furniture. Batang kayu jati memiliki bagian yang berbeda-beda, yaitu bagian pangkal, tengah, dan ujung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis kayu jati berdasarkan posisi batang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis varians atau analisis sidik ragam (ANOVA) dengan ? = 5% dengan uji lanjut Duncan. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai rata-rata sifat fisis kayu jati berdasarkan posisi pada batang yg berasal dari Desa Kore memiliki nilai kadar air pada bagian pangkal sebesar 8,20%, bagian tengah sebesar 8,24%, bagian ujung sebesar 8,70%. Nilai kerapatan kayu jati pada bagian pangkal sebesar 0,77 g/cm3, bagian tengah sebesar 0,72 g/cm3, bagian ujung sebesar 0,70 g/cm3. Adapun nilai rata-rata sifat mekanis kayu jati memiliki nilai Modulus of Elasticity (MOE) pada bagian pangkal sebesar 24,06 MPa, bagian tengah sebesar 22,40 MPa, bagian ujung sebesar 21,04 MPa. Nilai Modulus of Rupture (MOR) pada bagian pangkal sebesar 84,07 MPa, bagian tengah sebesar 80,51 MPa, bagian ujung sebesar 79,03 MPa. Hasil Anova menunjukan bahwa sifat fisis dan mekanis kayu jati yang berasal dari Desa Kore tidak memiliki pengaruh yang signifikan antara bagian pangkal, tengah dan ujung batang kayu jati.
Physical and Mechanical Properties of Teak Wood (Tectona grandis L. F) Based on Position on the Trunk
Abstract
Teak wood is a forest product that is used as a building material or furniture. Teak wood trunks have different parts, namely the base, middle, and tip. The purpose of this study was to determine the physical and mechanical properties of teak wood based on the position of the trunk. The research method used is an experimental method using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. Data were analyzed using analysis of variance or analysis of variance (ANOVA) with ? = 5% with Duncan's further test. The results of the analysis showed that the average value of the physical properties of teak wood based on the position of the trunk originating from Kore Village had a water content value at the base of 8.20%, the middle of 8.24%, and the tip of 8.70%. The density value of teak wood at the base was 0.77 g / cm3, the middle of 0.72 g / cm3, and the tip of 0.70 g / cm3. The average value of the mechanical properties of teak wood has a Modulus of Elasticity (MOE) value at the base of 24.06 MPa, the middle of 22.40 MPa, the tip of 21.04 MPa. The Modulus of Rupture (MOR) value at the base is 84.07 MPa, the middle of 80.51 MPa, the tip of 79.03 MPa. The results of Anova show that the physical and mechanical properties of teak wood from Kore Village do not have a significant influence between the base, middle and tip of the teak tree trunk.
Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat - LITPAM
Title: Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Jati (Tectona grandis L.F) Berdasarkan Posisi pada Batang
Description:
Kayu jati merupakan hasil hutan kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun furniture.
Batang kayu jati memiliki bagian yang berbeda-beda, yaitu bagian pangkal, tengah, dan ujung.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis kayu jati berdasarkan posisi batang.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 kali ulangan.
Data dianalisis menggunakan analisis varians atau analisis sidik ragam (ANOVA) dengan ? = 5% dengan uji lanjut Duncan.
Hasil analisis menunjukan bahwa nilai rata-rata sifat fisis kayu jati berdasarkan posisi pada batang yg berasal dari Desa Kore memiliki nilai kadar air pada bagian pangkal sebesar 8,20%, bagian tengah sebesar 8,24%, bagian ujung sebesar 8,70%.
Nilai kerapatan kayu jati pada bagian pangkal sebesar 0,77 g/cm3, bagian tengah sebesar 0,72 g/cm3, bagian ujung sebesar 0,70 g/cm3.
Adapun nilai rata-rata sifat mekanis kayu jati memiliki nilai Modulus of Elasticity (MOE) pada bagian pangkal sebesar 24,06 MPa, bagian tengah sebesar 22,40 MPa, bagian ujung sebesar 21,04 MPa.
Nilai Modulus of Rupture (MOR) pada bagian pangkal sebesar 84,07 MPa, bagian tengah sebesar 80,51 MPa, bagian ujung sebesar 79,03 MPa.
Hasil Anova menunjukan bahwa sifat fisis dan mekanis kayu jati yang berasal dari Desa Kore tidak memiliki pengaruh yang signifikan antara bagian pangkal, tengah dan ujung batang kayu jati.
Physical and Mechanical Properties of Teak Wood (Tectona grandis L.
F) Based on Position on the Trunk
Abstract
Teak wood is a forest product that is used as a building material or furniture.
Teak wood trunks have different parts, namely the base, middle, and tip.
The purpose of this study was to determine the physical and mechanical properties of teak wood based on the position of the trunk.
The research method used is an experimental method using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications.
Data were analyzed using analysis of variance or analysis of variance (ANOVA) with ? = 5% with Duncan's further test.
The results of the analysis showed that the average value of the physical properties of teak wood based on the position of the trunk originating from Kore Village had a water content value at the base of 8.
20%, the middle of 8.
24%, and the tip of 8.
70%.
The density value of teak wood at the base was 0.
77 g / cm3, the middle of 0.
72 g / cm3, and the tip of 0.
70 g / cm3.
The average value of the mechanical properties of teak wood has a Modulus of Elasticity (MOE) value at the base of 24.
06 MPa, the middle of 22.
40 MPa, the tip of 21.
04 MPa.
The Modulus of Rupture (MOR) value at the base is 84.
07 MPa, the middle of 80.
51 MPa, the tip of 79.
03 MPa.
The results of Anova show that the physical and mechanical properties of teak wood from Kore Village do not have a significant influence between the base, middle and tip of the teak tree trunk.
Related Results
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
Peningkatan Kayu Pulai (Alstonia scholaris) dengan Metode Densifikasi Waktu Pengukusan
Peningkatan Kayu Pulai (Alstonia scholaris) dengan Metode Densifikasi Waktu Pengukusan
ABSTRACT
Wood densification is a wood compaction process that aims to increase the density and strength of wood. The application of the densification method to low-quality wood is ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Sifat Kimia Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Kayu dan Posisi Batang
Sifat Kimia Kayu Medang Sereh Berdasarkan Bagian Kayu dan Posisi Batang
ABSTRACT
The other properties of medang sereah (Litsea sp.) wood that need to be identified are the chemical properties of wood based on the part (terrace and sapwood) and the posi...
Sifat Anatomi dan Sifat Fisis Kayu Teras Maesopsis eminii Engl.
Sifat Anatomi dan Sifat Fisis Kayu Teras Maesopsis eminii Engl.
Karakteristik anatomi dan sifat fisis dari kayu merupakan karakteristik fundamental yang diperlukan untuk menentukan kualitas dari suatu jenis kayu. Penelitian ini bertujuan untuk ...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
KARAKTERISASI SIFAT FISIS, MEKANIS DAN REDAMAN AKUSTIK KAYU LOKAL SEBAGAI BAHAN ALAT MUSIK
Tanaman hutan tropis seperti gempol, sonokeling, mahoni, trembesi dan duren tumbuh subur. Selama ini pemanfaatan kayu hutan tersebut hanya digunakan untuk bahan mebelair serta kons...

