Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Kayu Pulai (Alstonia scholaris) dengan Metode Densifikasi Waktu Pengukusan

View through CrossRef
ABSTRACT Wood densification is a wood compaction process that aims to increase the density and strength of wood. The application of the densification method to low-quality wood is expected to provide added value to the wood so that it is used by the community. For example, in the type of pulai wood which is included in the IV–V strong class with an average specific gravity of 0.38 g/cm3. Wood densification is affected by wood plasticity, wood plasticization can be done with a softening technique before the wood is processed through pre-treatment such as steaming. The purpose of this study is to analyze the effect of steaming time on the physical and mechanical properties of densified pulai wood (A. scholaris). This study used a Complete Random Design of one factor of steaming time treatment with 5 levels of experiments, namely no treatment/control, steaming time of 30 minutes, 45 minutes, 60 minutes and 75 minutes. Physical and mechanical properties testing is carried out on test samples that have been densified. Physical property testing including moisture content and density refers to the standards JIS Z 2102 (1957) and JIS Z 2103 (1957). The mechanical properties tested are MOR and MOE referring to the JIS Z 2113 (1963) standard. The results showed that the steaming time had an effect on the value of moisture content, density, modulus of elasticity and modulus of rupture. The steaming 30-minute, 45-minute and 60-minute times provide results that are not noticeably different, but are markedly different from the 75-minute and control steaming times (without steaming).   Keywords: densification, pulai wood, steaming   ABSTRAK Densifikasi kayu merupakan suatu proses pemadatan kayu yang bertujuan untuk meningkatkan kerapatan dan kekuatan kayu. Penerapan metode densifikasi terhadap kayu-kayu berkualitas rendah diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada kayu tersebut sehingga ragam penggunaannya oleh masyarakat. Misalnya pada jenis kayu pulai yang termasuk dalam kelas kuat IV–V dengan berat jenis rata-rata 0,38 g/cm3. Densifikasi kayu dipengaruhi oleh plastisitas kayu, plastisisasi kayu dapat dilakukan dengan teknik pelunakan sebelum kayu dikempa melalui perlakuan pendahuluan (pre-treatment) seperti pengukusan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh waktu pengukusan terhadap sifat fisis dan mekanis kayu pulai (A. scholaris) yang didensifikasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor perlakuan waktu pengukusan dengan 5 taraf percobaan yaitu tanpa perlakuan/kontrol, waktu pengukusan 30 menit, 45 menit, 60 menit dan 75 menit. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan terhadap contoh uji yang telah didensifikasi. Pengujian sifat fisis meliputi kadar air dan kerapatan mengacu pada standar JIS Z 2102 (1957) dan JIS Z 2103 (1957). Sifat mekanis yang diuji adalah MOR dan MOE mengacu pada standar JIS Z 2113 (1963). Hasil penelitian menunjukkan waktu pengukusan memberikan pengaruh pada nilai kadar air, kerapatan, modulus of elasticity dan modulus of rupture. Waktu pengukusan 30, 45 dan 60 menit memberikan hasil yang tidak berbeda nyata, namun berbeda nyata dengan waktu pengukusan 75 menit dan kontrol (tanpa pengukusan). Kata kunci: densifikasi, pengukusan, kayu pulai
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Peningkatan Kayu Pulai (Alstonia scholaris) dengan Metode Densifikasi Waktu Pengukusan
Description:
ABSTRACT Wood densification is a wood compaction process that aims to increase the density and strength of wood.
The application of the densification method to low-quality wood is expected to provide added value to the wood so that it is used by the community.
For example, in the type of pulai wood which is included in the IV–V strong class with an average specific gravity of 0.
38 g/cm3.
Wood densification is affected by wood plasticity, wood plasticization can be done with a softening technique before the wood is processed through pre-treatment such as steaming.
The purpose of this study is to analyze the effect of steaming time on the physical and mechanical properties of densified pulai wood (A.
scholaris).
This study used a Complete Random Design of one factor of steaming time treatment with 5 levels of experiments, namely no treatment/control, steaming time of 30 minutes, 45 minutes, 60 minutes and 75 minutes.
Physical and mechanical properties testing is carried out on test samples that have been densified.
Physical property testing including moisture content and density refers to the standards JIS Z 2102 (1957) and JIS Z 2103 (1957).
The mechanical properties tested are MOR and MOE referring to the JIS Z 2113 (1963) standard.
The results showed that the steaming time had an effect on the value of moisture content, density, modulus of elasticity and modulus of rupture.
The steaming 30-minute, 45-minute and 60-minute times provide results that are not noticeably different, but are markedly different from the 75-minute and control steaming times (without steaming).
  Keywords: densification, pulai wood, steaming   ABSTRAK Densifikasi kayu merupakan suatu proses pemadatan kayu yang bertujuan untuk meningkatkan kerapatan dan kekuatan kayu.
Penerapan metode densifikasi terhadap kayu-kayu berkualitas rendah diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada kayu tersebut sehingga ragam penggunaannya oleh masyarakat.
Misalnya pada jenis kayu pulai yang termasuk dalam kelas kuat IV–V dengan berat jenis rata-rata 0,38 g/cm3.
Densifikasi kayu dipengaruhi oleh plastisitas kayu, plastisisasi kayu dapat dilakukan dengan teknik pelunakan sebelum kayu dikempa melalui perlakuan pendahuluan (pre-treatment) seperti pengukusan.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh waktu pengukusan terhadap sifat fisis dan mekanis kayu pulai (A.
scholaris) yang didensifikasi.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor perlakuan waktu pengukusan dengan 5 taraf percobaan yaitu tanpa perlakuan/kontrol, waktu pengukusan 30 menit, 45 menit, 60 menit dan 75 menit.
Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan terhadap contoh uji yang telah didensifikasi.
Pengujian sifat fisis meliputi kadar air dan kerapatan mengacu pada standar JIS Z 2102 (1957) dan JIS Z 2103 (1957).
Sifat mekanis yang diuji adalah MOR dan MOE mengacu pada standar JIS Z 2113 (1963).
Hasil penelitian menunjukkan waktu pengukusan memberikan pengaruh pada nilai kadar air, kerapatan, modulus of elasticity dan modulus of rupture.
Waktu pengukusan 30, 45 dan 60 menit memberikan hasil yang tidak berbeda nyata, namun berbeda nyata dengan waktu pengukusan 75 menit dan kontrol (tanpa pengukusan).
Kata kunci: densifikasi, pengukusan, kayu pulai.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Kulit Batang Awar-awar dengan Metode BSLT
Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Kulit Batang Awar-awar dengan Metode BSLT
Abstract. Cancer is a disease that is a major health problem in the world. Pulai leaves (Alstonia scholaris (L.) R. Br.) are part of a plant that is thought to have anticancer pote...
Antidiabetic Activity of Methanol Extract of Bark of Alstonia scholaris from Papua
Antidiabetic Activity of Methanol Extract of Bark of Alstonia scholaris from Papua
One of the biological wealth that grows in Papua is Alstonia scholaris, known by the Maybrat tribe as the swe plant and is used as a traditional medicine for antidiabetic. The Swe ...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang
: Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian y...
Analisa Perbandingan Biaya Pada Kuda Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu (Gedung Dengan Desain Atap Pelana Dan Luas Atap 554 M2)
Analisa Perbandingan Biaya Pada Kuda Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu (Gedung Dengan Desain Atap Pelana Dan Luas Atap 554 M2)
Atap adalah salah satu bagian yang penting pada suatu bangunan. Salah satu bagian dari konstruksi atap adalah kuda-kuda. Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan ...
Analisis Perbandingan Biaya dan waktu Pelaksanaan Perancah Kayu (konvensional) dan Perancah Besi (scaffolding)
Analisis Perbandingan Biaya dan waktu Pelaksanaan Perancah Kayu (konvensional) dan Perancah Besi (scaffolding)
Perancah adalah konstruksi yang memikul atau menerima beban dan memberi kekuatan serta kesetabilan pada bekisting. Dimana perancah memegang peranan penting agar beton tidak terjadi...

Back to Top