Javascript must be enabled to continue!
KESIAPAN PROGRAM DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP LAUT PADA KAWASAN MINAPOLITAN
View through CrossRef
Program minapolitan merupakan salah satu program pembangunan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pada kawasan berbasis kelautan dan perikanan. Pada perikanan tangkap laut, pelabuhan perikanan dijadikan zona inti dari program minapolitan dengan tujuan untuk merevitalisasi dan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh infrastruktur yang terdapat pada kawasan tersebut. Pemanfaatan infrastruktur itu diharapkan dapat menstimulasi tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi disekitar kawasan pelabuhan perikanan. Tulisan ini didasarkan pada hasil mail survey dari 67 pelabuhan perikanan dan studi mendalam pada 9 (sembilan) pelabuhan perikanan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menilai kesiapan pelabuhan perikanan dalam melaksanakan program minapolitan dari aspek sosial ekonomi dan menganalisis strategi pelaksanaan program pembangunan pada kawasan minapolitan. Tujuan pertama diperoleh dengan teknik pembobotan berdasarkan 6 (enam) pilar minapolitan, tujuan kedua diperoleh dengan analisis SWOT. Hasil analisis data menunjukkan: 5 (lima) pelabuhan perikanan masuk dalam kategori mandiri, 20 pelabuhan perikanan masuk dalam kategori maju, 22 pelabuhan perikanan masuk dalam kategori pemula dan 8 (delapan) pelabuhan perikanan masuk dalam kategori perintis. Pelaksanaan program minapolitan harus dikonsentrasikan pada pelabuhan perikanan mandiri dan pelabuhan perikanan maju. Strategi pengembangan minapolitan pada pelabuhan perikanan katagori mandiri adalah strategiST (Strengths-Threats). Strategi ini dilakukan dengan memobilisasi infrastruktur yang ada, diikuti dengan berbagai inovasi kebijakan untuk mengendalikan ancaman agar tujuan program minapolitan dapat terwujud. Pada pelabuhan perikanan maju didorong dengan strategi SO (Strengths-Opportunities). Strategi SO dilakukan melalui peningkatan kerjasama dengan Pemda untuk memperbaiki kualitas infrastruktur pelabuhan perikanan. Pengembangan program minapolitan kedepan harus dilakukan dengan konsep klasterisasi pelabuhan perikanan, untuk menghindari persaingan tidak sehat antara pelabuhan perikanan. Title: The Development Strategy of Marine Fisheries in “Minapolitan” Areas Minapolitan known as one of the marine and fisheries development program in order to stimulate the economic growth in the fisheries areas. In the marine fisheries, the fishing port were chozen as the main location to the implementation of minapolitan program. The aims are to revitalisation and to optimize the infrastructure in fisheries fishing ports. This research was used the data from 67 fishing port in all part of Indonesia. Indept studies were conducted in 9 (nine) fishing ports. The main findings of the research revealed the readiness of fishing port to implementing the minapolitan program classified into for categories; 5 (five) fishing port classified as self developed, 20 fishing port classified as developped, 22 fishing ports remain developing and 8 (eight) fishing ports classified as under developing. Based on SWOT analysis, recommendation for the implementation of minapolitan program should be focused on the fishing ports which were classified as self developed and developed. The development strategy to carry out the minapolitan program in the fishing port under self developed categories was ST (Strengths-Threats) strategy. Main while, the strategies to implement minapolitan program in the fishing ports under developed category was SO (Strengths-Opportunities) strategy. This research also recommended that implementation of minapolitan program among fishing ports should be conduct under cluster policy to avoid the unfair competition among fishing ports.
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: KESIAPAN PROGRAM DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP LAUT PADA KAWASAN MINAPOLITAN
Description:
Program minapolitan merupakan salah satu program pembangunan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pada kawasan berbasis kelautan dan perikanan.
Pada perikanan tangkap laut, pelabuhan perikanan dijadikan zona inti dari program minapolitan dengan tujuan untuk merevitalisasi dan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh infrastruktur yang terdapat pada kawasan tersebut.
Pemanfaatan infrastruktur itu diharapkan dapat menstimulasi tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi disekitar kawasan pelabuhan perikanan.
Tulisan ini didasarkan pada hasil mail survey dari 67 pelabuhan perikanan dan studi mendalam pada 9 (sembilan) pelabuhan perikanan.
Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menilai kesiapan pelabuhan perikanan dalam melaksanakan program minapolitan dari aspek sosial ekonomi dan menganalisis strategi pelaksanaan program pembangunan pada kawasan minapolitan.
Tujuan pertama diperoleh dengan teknik pembobotan berdasarkan 6 (enam) pilar minapolitan, tujuan kedua diperoleh dengan analisis SWOT.
Hasil analisis data menunjukkan: 5 (lima) pelabuhan perikanan masuk dalam kategori mandiri, 20 pelabuhan perikanan masuk dalam kategori maju, 22 pelabuhan perikanan masuk dalam kategori pemula dan 8 (delapan) pelabuhan perikanan masuk dalam kategori perintis.
Pelaksanaan program minapolitan harus dikonsentrasikan pada pelabuhan perikanan mandiri dan pelabuhan perikanan maju.
Strategi pengembangan minapolitan pada pelabuhan perikanan katagori mandiri adalah strategiST (Strengths-Threats).
Strategi ini dilakukan dengan memobilisasi infrastruktur yang ada, diikuti dengan berbagai inovasi kebijakan untuk mengendalikan ancaman agar tujuan program minapolitan dapat terwujud.
Pada pelabuhan perikanan maju didorong dengan strategi SO (Strengths-Opportunities).
Strategi SO dilakukan melalui peningkatan kerjasama dengan Pemda untuk memperbaiki kualitas infrastruktur pelabuhan perikanan.
Pengembangan program minapolitan kedepan harus dilakukan dengan konsep klasterisasi pelabuhan perikanan, untuk menghindari persaingan tidak sehat antara pelabuhan perikanan.
Title: The Development Strategy of Marine Fisheries in “Minapolitan” Areas Minapolitan known as one of the marine and fisheries development program in order to stimulate the economic growth in the fisheries areas.
In the marine fisheries, the fishing port were chozen as the main location to the implementation of minapolitan program.
The aims are to revitalisation and to optimize the infrastructure in fisheries fishing ports.
This research was used the data from 67 fishing port in all part of Indonesia.
Indept studies were conducted in 9 (nine) fishing ports.
The main findings of the research revealed the readiness of fishing port to implementing the minapolitan program classified into for categories; 5 (five) fishing port classified as self developed, 20 fishing port classified as developped, 22 fishing ports remain developing and 8 (eight) fishing ports classified as under developing.
Based on SWOT analysis, recommendation for the implementation of minapolitan program should be focused on the fishing ports which were classified as self developed and developed.
The development strategy to carry out the minapolitan program in the fishing port under self developed categories was ST (Strengths-Threats) strategy.
Main while, the strategies to implement minapolitan program in the fishing ports under developed category was SO (Strengths-Opportunities) strategy.
This research also recommended that implementation of minapolitan program among fishing ports should be conduct under cluster policy to avoid the unfair competition among fishing ports.
Related Results
ANALISIS KAWASAN MINAPOLITAN DI DESA PENGAMBENGAN, KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA-BALI
ANALISIS KAWASAN MINAPOLITAN DI DESA PENGAMBENGAN, KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA-BALI
ABSTRAK Sektor perikanan budidaya dan tangkap merupakan salah satu sektor padat karya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja di kawasan pesisir. Pengembangan kawasan minapolitan d...
Analisis Kesesuaian Potensi Pengembangan Kawasan Minapolitan Berbasis Perikanan Budidaya di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara
Analisis Kesesuaian Potensi Pengembangan Kawasan Minapolitan Berbasis Perikanan Budidaya di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian potensi pengembangan kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara. Penelit...
ANALISIS STRATEGI UNTUK PENGEMBANGAN MINAPOLITAN PERIKANAN TANGKAP PPI KARANGSONG YANG EFEKTIF
ANALISIS STRATEGI UNTUK PENGEMBANGAN MINAPOLITAN PERIKANAN TANGKAP PPI KARANGSONG YANG EFEKTIF
Penetapan minapolitan perikanan tangkap di PPI Karangsong perlu didukung dengan strategi pengembangan yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan strategi terbaik bagi pem...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
Strategi Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai
Strategi Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai
Peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banggai Tahun 2012 – 2032 di tetapkan sebagai Kawasan Peruntukan Perikanan atau Kawasan Minapolitan di Kecamatan Pagimana. Pad...
EVALUASI PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN BULUKUMBA
EVALUASI PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN BULUKUMBA
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bulukumba, salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Bulukumba ditetapkan sebagai kawasan pembangunan minapolitan berdasark...
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN LAUT (The Development of Capture Fisheries Management Information System in Relation to the Development of Marine Fisheries Industrialization)
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN LAUT (The Development of Capture Fisheries Management Information System in Relation to the Development of Marine Fisheries Industrialization)
<p>ABSTRACT<br />Developing capture fisheries management information system needs a Management Information System (MIS) which could support various aspects within an in...

