Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Tingkat Literasi Halal dan Minat untuk Mengajukan Sertifikasi Halal pada UMKM Kuliner di Kota Bandung

View through CrossRef
Abstract. MSMEs have a major role in economic development as seen from their contribution to GDP. MSMEs are included in the most consistent and continuous business sector. One of the MSME industries is the culinary sector. In Islam, all food, drinks that enter the human body pay great attention to their halal status, so that as Muslims we are obliged to consume halal food, drinks, recommended in the Al-Quran, As-sunnah, and the Law requires culinary MSMEs to be halal certified, based on the Bandung City MSME office, the culinary sector has the largest number. However, the facts in the field are that there are still many culinary MSMEs that are not halal certified. The purpose of this study is to identify halal literacy and the interest of MSMEs in the culinary sector in Bandung City in applying for halal certification. This research method is descriptive quantitative, using a Likert scale. The data used are primary and secondary data. The analysis was carried out quantitatively by scoring the results of respondents' answers using a rating scale. Based on the results of the study, it was found that food and beverage MSMEs in Bandung City have a very good level of halal literacy, both in terms of knowledge of halal and haram laws, awareness of using halal food and beverage ingredients, and understanding of the halal certification process. However, among the three aspects that show the best literacy is the level of knowledge with a total score of 316.7.  In addition, it was also found that culinary MSME players in Bandung City are very interested in applying for halal certification as indicated by a score of 291. Abstrak. UMKM memiliki peran yang besar dalam pembangunan ekonomi dilihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB. UMKM termasuk ke dalam sektor usaha yang paling konsisten dan kontinyu. Salah satu industri UMKM yaitu sektor kuliner. Dalam islam segala sesuatu makanan, minuman yang masuk kedalam tubuh manusia sangat memperhatikan status kehalalannya, sehingga sebagai umat muslim wajib mengkonsumsi makanan, minuman yang halal, dianjurkan dalam Al-Quran, As-sunnah, dan UU mewajibkan UMKM kuliner untuk bersertifikasi halal, berdasarkan dinas UMKM Kota Bandung sektor kuliner memiliki jumlah terbanyak. Namun fakta dilapangan masih banyak UMKM kuliner yang belum bersertifikasi halal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi literasi halal dan minat UMKM sektor kuliner di Kota Bandung dalam mengajukan sertifikasi halal. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan skala likert. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan skoring terhadap hasil jawaban responden menggunakan rating scale. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa UMKM makanan dan minuman di Kota Bandung memiliki tingkat literasi halal yang sangat baik, baik dari aspek pengetahuan tentang hukum halal dan haram, kesadaran menggunakan bahan makanan dan minuman halal, serta pemahaman tentang proses sertifikasi halal. Akan tetapi diantara dari ketiga aspek tersebut yang menunjukkan literasi paling baik adalah tingkat pengetahuan dengan total skor 316,7.  Disamping itu juga ditemukan bahwa para pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung sangat memiliki minat untuk mengajukan sertifikasi halal yang ditunjukkan oleh skor 291.
Title: Identifikasi Tingkat Literasi Halal dan Minat untuk Mengajukan Sertifikasi Halal pada UMKM Kuliner di Kota Bandung
Description:
Abstract.
MSMEs have a major role in economic development as seen from their contribution to GDP.
MSMEs are included in the most consistent and continuous business sector.
One of the MSME industries is the culinary sector.
In Islam, all food, drinks that enter the human body pay great attention to their halal status, so that as Muslims we are obliged to consume halal food, drinks, recommended in the Al-Quran, As-sunnah, and the Law requires culinary MSMEs to be halal certified, based on the Bandung City MSME office, the culinary sector has the largest number.
However, the facts in the field are that there are still many culinary MSMEs that are not halal certified.
The purpose of this study is to identify halal literacy and the interest of MSMEs in the culinary sector in Bandung City in applying for halal certification.
This research method is descriptive quantitative, using a Likert scale.
The data used are primary and secondary data.
The analysis was carried out quantitatively by scoring the results of respondents' answers using a rating scale.
Based on the results of the study, it was found that food and beverage MSMEs in Bandung City have a very good level of halal literacy, both in terms of knowledge of halal and haram laws, awareness of using halal food and beverage ingredients, and understanding of the halal certification process.
However, among the three aspects that show the best literacy is the level of knowledge with a total score of 316.
7.
  In addition, it was also found that culinary MSME players in Bandung City are very interested in applying for halal certification as indicated by a score of 291.
Abstrak.
UMKM memiliki peran yang besar dalam pembangunan ekonomi dilihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB.
UMKM termasuk ke dalam sektor usaha yang paling konsisten dan kontinyu.
Salah satu industri UMKM yaitu sektor kuliner.
Dalam islam segala sesuatu makanan, minuman yang masuk kedalam tubuh manusia sangat memperhatikan status kehalalannya, sehingga sebagai umat muslim wajib mengkonsumsi makanan, minuman yang halal, dianjurkan dalam Al-Quran, As-sunnah, dan UU mewajibkan UMKM kuliner untuk bersertifikasi halal, berdasarkan dinas UMKM Kota Bandung sektor kuliner memiliki jumlah terbanyak.
Namun fakta dilapangan masih banyak UMKM kuliner yang belum bersertifikasi halal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi literasi halal dan minat UMKM sektor kuliner di Kota Bandung dalam mengajukan sertifikasi halal.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan skala likert.
Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder.
Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan skoring terhadap hasil jawaban responden menggunakan rating scale.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa UMKM makanan dan minuman di Kota Bandung memiliki tingkat literasi halal yang sangat baik, baik dari aspek pengetahuan tentang hukum halal dan haram, kesadaran menggunakan bahan makanan dan minuman halal, serta pemahaman tentang proses sertifikasi halal.
Akan tetapi diantara dari ketiga aspek tersebut yang menunjukkan literasi paling baik adalah tingkat pengetahuan dengan total skor 316,7.
  Disamping itu juga ditemukan bahwa para pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung sangat memiliki minat untuk mengajukan sertifikasi halal yang ditunjukkan oleh skor 291.

Related Results

Analisis Dampak Kesadaran Halal dan Label Halal terhadap Niat Beli Mie Instan Korea Pada Remaja di Sumenep Melalui Sikap
Analisis Dampak Kesadaran Halal dan Label Halal terhadap Niat Beli Mie Instan Korea Pada Remaja di Sumenep Melalui Sikap
ABSTRAK Tujuan dilangsungkannya sebuah penelitian ini ialah untuk mengkaji pengaruh kesadaran halal dan label halal terhadap niat beli mie instan Korea pada remaja di Sumenep melal...
Pengaruh Sertifikasi Halal UMKM terhadap Pariwisata Halal di Kawasan Masjid Raya Al Jabbar Kota Bandung
Pengaruh Sertifikasi Halal UMKM terhadap Pariwisata Halal di Kawasan Masjid Raya Al Jabbar Kota Bandung
Abstract. This research aims to analyze the effect of MSME halal certification on halal tourism in the Al Jabar Mosque area in Bandung City, where many MSMEs in the Al Jabbar Grand...
Penguatan literasi sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Penguatan literasi sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
AbstrakPertumbuhan jumlah UMKM di Kota Parepare mencerminkan peran penting sektor ini dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun demikian, rendahnya tingkat kepemilikan sertifik...
PENDAMPINGAN SELF-DECLARE HALAL PADA UMKM BIDANG MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA MALANG
PENDAMPINGAN SELF-DECLARE HALAL PADA UMKM BIDANG MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA MALANG
Halal sudah menjadi aspek kebutuhan di zaman yang sudah berkembang ini. Indonesia dengan mayoritas pemeluk agama islam membuat pemerintah mewajibkan adanya jaminan status halal pro...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Kesiapan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Terhadap Penerapan Sertifikasi Halal di Kota Samarinda
Kesiapan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Terhadap Penerapan Sertifikasi Halal di Kota Samarinda
Artikel ini membahas tentang kesiapan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerapkan sertifikasi halal di Kota Samarinda. Sistem jaminan produk halal yang berlak...

Back to Top