Javascript must be enabled to continue!
REPRESENTASI CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDEN DALAM IKLAN POLITIK LUAR RUANG PARTAI DEMOKRAT
View through CrossRef
Hiruk pikuk pemilu yang baru berlangsung membawa beberapa hal yang menarik. Salah satu hal yang layak untuk diteliti adalah iklan politik. Iklan politik merupakan sarana utama aktivitas politik dalam mendulang dukungan pemilih. Para tokoh politik berlomba-lomba menggunakan iklan sebagai media mencitrakan diri sebagai sosok pemimpin bangsa yang ideal sehingga laik untuk dipilih dalam pemilu. Di dalam iklan politik, bahasa menjadi media yang ampuh untuk menanamkan ideologi, mendapatkan, serta mempertahankan kekuasaan. Berbagai piranti kebahasaan dimanfaatkan untuk meraih simpati, menarik perhatian, membentuk persepsi, mengendalikan pikiran, perilaku, serta nilai yang dianut khalayak. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana cara capres-cawapres dari partai Demokrat merepresentasikan dirinya dalam bahasa iklan politik pemilu di Indonesia. Selain itu, akan dikaji pula penggunaan manipulasi bahasa iklan demi meraih berbagai kepentingan politik. Dalam tulisan ini juga akan dibahas pola relasi antara capres-cawapres dan konstituen pemilih. Berdasarkan analisis, diperoleh hasil bahwa kandidat capres dan cawapres partai Demokrat direpresentasikan sebagai sosok yang bersih, selalu berjuang untuk rakyat, merupakan presiden pilihan, berkomitmen untuk membangun pemerintahan bersih, dan berkomitmen untuk membangun rakyat Indonesia.
Title: REPRESENTASI CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDEN DALAM IKLAN POLITIK LUAR RUANG PARTAI DEMOKRAT
Description:
Hiruk pikuk pemilu yang baru berlangsung membawa beberapa hal yang menarik.
Salah satu hal yang layak untuk diteliti adalah iklan politik.
Iklan politik merupakan sarana utama aktivitas politik dalam mendulang dukungan pemilih.
Para tokoh politik berlomba-lomba menggunakan iklan sebagai media mencitrakan diri sebagai sosok pemimpin bangsa yang ideal sehingga laik untuk dipilih dalam pemilu.
Di dalam iklan politik, bahasa menjadi media yang ampuh untuk menanamkan ideologi, mendapatkan, serta mempertahankan kekuasaan.
Berbagai piranti kebahasaan dimanfaatkan untuk meraih simpati, menarik perhatian, membentuk persepsi, mengendalikan pikiran, perilaku, serta nilai yang dianut khalayak.
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana cara capres-cawapres dari partai Demokrat merepresentasikan dirinya dalam bahasa iklan politik pemilu di Indonesia.
Selain itu, akan dikaji pula penggunaan manipulasi bahasa iklan demi meraih berbagai kepentingan politik.
Dalam tulisan ini juga akan dibahas pola relasi antara capres-cawapres dan konstituen pemilih.
Berdasarkan analisis, diperoleh hasil bahwa kandidat capres dan cawapres partai Demokrat direpresentasikan sebagai sosok yang bersih, selalu berjuang untuk rakyat, merupakan presiden pilihan, berkomitmen untuk membangun pemerintahan bersih, dan berkomitmen untuk membangun rakyat Indonesia.
Related Results
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
PARTAI POLITIK DAN PEMILIHAN UMUM (PEMILU)1. Partai PolitikA. Sejarah Partai Politik di Indonesia.Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Pada mulanya perke...
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
PENGATURAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
Partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga Negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperj...
ANALISIS TERHADAP PEMBAGIAN KEWENANGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN WAKIL PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
ANALISIS TERHADAP PEMBAGIAN KEWENANGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN WAKIL PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
Abstrak
Negara Republik Indonesia menerapkan sistem pemisahan kekuasaan dan puncak kepemimpinan dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden, Indonesia yang menganut sistem Pres...
PERAN PARTAI POLITIK LOKAL DALAM PENYELANGGARAAN OTONOMI KHUSUS DI ACEH
PERAN PARTAI POLITIK LOKAL DALAM PENYELANGGARAAN OTONOMI KHUSUS DI ACEH
AbstactAs a national organization, political parties are considered to have failed in carrying out their roles and functions, especially in the implementation of regional autonomy....
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
Pembentukan citra partai dalam kajian ini diambil pada studi kasus penelitian Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai dan calon legislatif dalam menjelang kontestas...
ANALISIS MAKNA SEMANTIK DAN PRAGMATIK PADA TEKS IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI SEPANJANG JALAN RAYA CIPASUNG KECAMATAN DARMA SAMPAI JALAN SILIWANGI KECAMATAN KUNINGAN KABUPATEN KUNINGAN
ANALISIS MAKNA SEMANTIK DAN PRAGMATIK PADA TEKS IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI SEPANJANG JALAN RAYA CIPASUNG KECAMATAN DARMA SAMPAI JALAN SILIWANGI KECAMATAN KUNINGAN KABUPATEN KUNINGAN
Iklan merupakan alat yang digunakan untuk mempublikasikan suatu informasi, dengan bahasa yang singkat cukup untuk menarik perhatian dan pemahaman pembaca, bahasa yang digunakan men...
Penguatan Ideologi Partai Politik dalam Upaya Peningkatan Kualitas Demokrasi Indonesia
Penguatan Ideologi Partai Politik dalam Upaya Peningkatan Kualitas Demokrasi Indonesia
The shift in the role of ideology in political parties, which was initially a guideline or direction for political parties, has begun to shift and be sidelined by an excessive orie...
Partai Politik dan Penurunan Ambang Batas Pencalonan dalam Pilkada (Studi Perolehan Suara Parpol pada Pemilu 2024 Propinsi Lampung)
Partai Politik dan Penurunan Ambang Batas Pencalonan dalam Pilkada (Studi Perolehan Suara Parpol pada Pemilu 2024 Propinsi Lampung)
Dalam regulasi pilkada lalu kepala daerah wajib memiliki syarat pengusung 20 % suara partai, dan ini menjadikan partai politik menjadi kartel dalam mengusung calon. Hasil pemil...

