Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KERJASAMA INDONESIA-ARAB SAUDI DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN TERORISME
View through CrossRef
<p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p align="center"><strong><em> </em></strong></p><p><em>This article describes the diplomatic relations between Indonesia and Saudi Arabia in the security sector. The diplomacy in the security sector is in the form of a bilateral agreement between the two countries in tackling terrorism. This is because terrorism is a global crime that has become the world's attention. The method used in this research is descriptive analytical method. Then the theory used is the concept of national interest. This research was conducted to answer several problems, namely what is the foundation of Indonesia's foreign policy? Then how is the diplomacy between Indonesia and Saudi Arabia in tackling transnational crimes in the form of terrorism? The results of this research are that in implementing foreign policy, Indonesia has three bases as a reference. The foundation is an ideal basis, a constitutional basis and an operational basis. In the security sector, Indonesia and Saudi Arabia have collaborated in the handling of transnational crime, namely terrorism. With the agreement established between the two countries, it is hoped that both Indonesia and Saudi Arabia can carry out efforts to prevent and fight against terrorism effectively and efficiently.</em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Indonesia, Saudi Arabia, Security, Terrorism.</em></p><p><em> </em></p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p align="center"><strong> </strong></p><p>Artikel ini menjelaskan tentang hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi dalam bidang keamanan. Diplomasi dalam bidang keamanan ini ditandain dengan adanya kesepakatan antara dua negara dalam menanggulangi kejahatan terorisme. Hal ini dikarenakan terorisme merupakan kejahatan internasional yang menjadi atensi dunia global. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah desktiptif analitis. Adapun teori yang digunakan adalah konsep kepentingan nasional. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang menjadi landasan kebijakan politik luar negeri Indonesia? kemudian bagaimana diplomasi antara Indonesia dam Arab Saaudi dalam mencegah kejahatan internasional dalam bidang terorisme? Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam mengimplementasikan kebijakan luar negeri, Indonesia memiliki tiga landasan sebagai acuan. Landasan kebijakan luar negeri Indonesia yaitu landasan ideal, konstitusional dan operasional. Dalam bidang keamanan, Indonesia dan Arab Saudi bekerjasama untuk menanggulangi kejahatan transnasional, khususnya terorisme dengan adanya kesepakatan yang terjalin oleh kedua negara tersebut, diharapkan baik Indonesia dan Arab Saudi bisa melakukan upaya pencegahan dan perlawanan terhadap terorisme secara efektif dan efisien.</p><p> </p><p><strong>Kata Kunci: </strong>Indonesia, Saudi Arabia, Keamanan, Terorisme.</p><strong><br clear="all" /></strong>
University of Potensi Utama Medan
Title: ANALISIS KERJASAMA INDONESIA-ARAB SAUDI DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN TERORISME
Description:
<p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p align="center"><strong><em> </em></strong></p><p><em>This article describes the diplomatic relations between Indonesia and Saudi Arabia in the security sector.
The diplomacy in the security sector is in the form of a bilateral agreement between the two countries in tackling terrorism.
This is because terrorism is a global crime that has become the world's attention.
The method used in this research is descriptive analytical method.
Then the theory used is the concept of national interest.
This research was conducted to answer several problems, namely what is the foundation of Indonesia's foreign policy? Then how is the diplomacy between Indonesia and Saudi Arabia in tackling transnational crimes in the form of terrorism? The results of this research are that in implementing foreign policy, Indonesia has three bases as a reference.
The foundation is an ideal basis, a constitutional basis and an operational basis.
In the security sector, Indonesia and Saudi Arabia have collaborated in the handling of transnational crime, namely terrorism.
With the agreement established between the two countries, it is hoped that both Indonesia and Saudi Arabia can carry out efforts to prevent and fight against terrorism effectively and efficiently.
</em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Indonesia, Saudi Arabia, Security, Terrorism.
</em></p><p><em> </em></p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p align="center"><strong> </strong></p><p>Artikel ini menjelaskan tentang hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi dalam bidang keamanan.
Diplomasi dalam bidang keamanan ini ditandain dengan adanya kesepakatan antara dua negara dalam menanggulangi kejahatan terorisme.
Hal ini dikarenakan terorisme merupakan kejahatan internasional yang menjadi atensi dunia global.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah desktiptif analitis.
Adapun teori yang digunakan adalah konsep kepentingan nasional.
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang menjadi landasan kebijakan politik luar negeri Indonesia? kemudian bagaimana diplomasi antara Indonesia dam Arab Saaudi dalam mencegah kejahatan internasional dalam bidang terorisme? Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam mengimplementasikan kebijakan luar negeri, Indonesia memiliki tiga landasan sebagai acuan.
Landasan kebijakan luar negeri Indonesia yaitu landasan ideal, konstitusional dan operasional.
Dalam bidang keamanan, Indonesia dan Arab Saudi bekerjasama untuk menanggulangi kejahatan transnasional, khususnya terorisme dengan adanya kesepakatan yang terjalin oleh kedua negara tersebut, diharapkan baik Indonesia dan Arab Saudi bisa melakukan upaya pencegahan dan perlawanan terhadap terorisme secara efektif dan efisien.
</p><p> </p><p><strong>Kata Kunci: </strong>Indonesia, Saudi Arabia, Keamanan, Terorisme.
</p><strong><br clear="all" /></strong>.
Related Results
Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme Di Indonesia
Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme Di Indonesia
ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ada dalam pelaksanaan sinergitas antara Polri, TNI dan masyarakat dalam rangka penanggulangan tindak pidana ter...
PENINGKATAN KERJASAMA INDONESIA DAN AUSTRALIA DALAM PENANGGULANGAN ISU TERORISME PADA ERA JOKO WIDODO (2014-2019)
PENINGKATAN KERJASAMA INDONESIA DAN AUSTRALIA DALAM PENANGGULANGAN ISU TERORISME PADA ERA JOKO WIDODO (2014-2019)
Abstrak
Kerjasama kontra-terorisme yang di lakukan oleh Australia dan Indonesia merupakan salah satu upaya dalam memerangi isu terorisme serta menjaga keamanan nasional negar...
ANAK TERORISME DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK
ANAK TERORISME DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK
Terorisme menjadi suatu ancaman besar bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan fakta yang ada, tidak jarang anak-anak dilibatkan dalam tindakan terorisme dengan doktrin yang ditanamkan s...
PENANGGULANGAN KEJAHATAN TERORISME DI INDONESIA MELALUI KERJA SAMA INTERNASIONAL
PENANGGULANGAN KEJAHATAN TERORISME DI INDONESIA MELALUI KERJA SAMA INTERNASIONAL
Terorisme kini tak lagi dipandang sebagai tindakan kejahatan biasa yang terbatas pada nasionalisme dan wilayah tertentu, tetapi juga memiliki dimensi ideologis dan lintas batas neg...
KEJAHATAN TERORISME SEBAGAI EXTRAORDINARY CRIME DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INTERNASIONAL
KEJAHATAN TERORISME SEBAGAI EXTRAORDINARY CRIME DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INTERNASIONAL
Terorisme merupakan kejahatan yang sangat menarik perhatian dunia saat ini, tergolong kejahatan terhadap kemanusiaan (Crime against humanity), dan sangat mengancam kedaulatan semua...
Perspektif Kebijakan Kontra-Terorisme ASEAN dan Perbedaan Paradigma Penanggulangan Terorisme oleh Negara-Negara Anggota ASEAN
Perspektif Kebijakan Kontra-Terorisme ASEAN dan Perbedaan Paradigma Penanggulangan Terorisme oleh Negara-Negara Anggota ASEAN
Penelitian ini mengkaji tentang perspektif kebijakan kontra-terorisme ASEAN dan paradigma penanggulangan terorisme oleh negara-negara anggota ASEAN. Secara lebih luas mengamati ins...
Islam, State and Modernity: Mohammed Abed al-Jabri and the Future of the Arab World
Islam, State and Modernity: Mohammed Abed al-Jabri and the Future of the Arab World
Mohammed Abed al-Jabri (1935-2010) is one of the most original Arab philosophers, thinkers, and social theorist of recent times. Al-Jabri, who held the post of Professor of Philoso...
DERADIKALISASI ANAK DARI PELAKU AKSI TERORISME
DERADIKALISASI ANAK DARI PELAKU AKSI TERORISME
 AbstractA number of suicide bombings committed by the terrorist groups in Indonesia have caused a prolonged trauma in the lives of the victims’ families. However, the trauma is...

