Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEREMPUAN BURUK RUPA DI DALAM SASTRA

View through CrossRef
AbstractThe concept of beauty written by the authors of Indonesian contemporary women at this time can be said to experience significant changes, these changes can also be said to be a resistance effort in literature that presents the ugly concept of female characters written by female authors. Ugly is no longer a weak phase, but it is increasingly becoming a force and even power that is presented through the ugly main character. Through literature research on contemporary Indonesian women's novels and short stories, namely Saman's novel by Ayu Utami, the short story of Mereka Bilang, Saya Monyet! The work of Djenar Maesa Ayu, the Wanita Berwajah Penyok by Ratih Kumala, and Si Manis dan Lelaki Ke Tujuh by Intan Paramaditha. The result obtained is that even though the ugly woman has been defeated but at the same time she must be presented in a literary text, or give symbolic resistance through the character of a bad female character apparently towards the establishment of a beauty ideology and patriarchy.Key words: Female, Ugly, Short Story, Novel AbstrakKonsep kecantikan yang ditulis oleh pengarang perempuan kontemporer Indonesia pada saat ini dapat dikatakan mengalami perubahan yang signifikan, perubahan tersebut juga dapat dikatakan sebuah upaya perlawanan di dalam sastra yang menghadirkan konsep buruk rupa pada tokoh perempuan yang ditulis oleh pengarang perempuan. Buruk supa bukan lagi sebagai suatu fase yang lemah, tetapi semakin hadir menjadi sebuah kekuatan bahkan kekuasaan yang dihadirkan melalui tokoh utamanya yang buruk rupa tersebut.Melalui penelitian pustaka pada novel dan cerpen karya perempuan Indonesia kontemporer yaitu Novel Saman karya Ayu Utami, cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet! Karya Djenar Maesa Ayu, Wanita Berwajah Penyok karya Ratih Kumala, dan Si Manis dan Lelaki Ke Tujuh karya Intan Paramaditha. Hasil yang didapatkan adalah meskipun perempuan buruk rupa telah dikalahkan namun sekaligus ia harus dihadirkan dalam teks sastra, atau memberikan perlawanan yang simbolis melalui karakter tokoh perempuan buruk rupanya terhadap kemapanan ideologi kecantikan dan patriarki.Kata-kata kunci: Perempuan, Buruk Rupa, Cerpen, Novel
Jurnal Telaga Bahasa, Kantor Bahasa Gorontalo
Title: PEREMPUAN BURUK RUPA DI DALAM SASTRA
Description:
AbstractThe concept of beauty written by the authors of Indonesian contemporary women at this time can be said to experience significant changes, these changes can also be said to be a resistance effort in literature that presents the ugly concept of female characters written by female authors.
Ugly is no longer a weak phase, but it is increasingly becoming a force and even power that is presented through the ugly main character.
Through literature research on contemporary Indonesian women's novels and short stories, namely Saman's novel by Ayu Utami, the short story of Mereka Bilang, Saya Monyet! The work of Djenar Maesa Ayu, the Wanita Berwajah Penyok by Ratih Kumala, and Si Manis dan Lelaki Ke Tujuh by Intan Paramaditha.
The result obtained is that even though the ugly woman has been defeated but at the same time she must be presented in a literary text, or give symbolic resistance through the character of a bad female character apparently towards the establishment of a beauty ideology and patriarchy.
Key words: Female, Ugly, Short Story, Novel AbstrakKonsep kecantikan yang ditulis oleh pengarang perempuan kontemporer Indonesia pada saat ini dapat dikatakan mengalami perubahan yang signifikan, perubahan tersebut juga dapat dikatakan sebuah upaya perlawanan di dalam sastra yang menghadirkan konsep buruk rupa pada tokoh perempuan yang ditulis oleh pengarang perempuan.
Buruk supa bukan lagi sebagai suatu fase yang lemah, tetapi semakin hadir menjadi sebuah kekuatan bahkan kekuasaan yang dihadirkan melalui tokoh utamanya yang buruk rupa tersebut.
Melalui penelitian pustaka pada novel dan cerpen karya perempuan Indonesia kontemporer yaitu Novel Saman karya Ayu Utami, cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet! Karya Djenar Maesa Ayu, Wanita Berwajah Penyok karya Ratih Kumala, dan Si Manis dan Lelaki Ke Tujuh karya Intan Paramaditha.
Hasil yang didapatkan adalah meskipun perempuan buruk rupa telah dikalahkan namun sekaligus ia harus dihadirkan dalam teks sastra, atau memberikan perlawanan yang simbolis melalui karakter tokoh perempuan buruk rupanya terhadap kemapanan ideologi kecantikan dan patriarki.
Kata-kata kunci: Perempuan, Buruk Rupa, Cerpen, Novel.

Related Results

An Item Analysis Of English Summative Test in EFL Classroom (A case study at Elementary School in Indonesia)
An Item Analysis Of English Summative Test in EFL Classroom (A case study at Elementary School in Indonesia)
This research was conducted to find out whether the test items are good or weak and need to be revised and the possible cause of why the test items are weak, and to propose the alt...
Peran Perempuan dalam Organisasi Aisyiyah
Peran Perempuan dalam Organisasi Aisyiyah
Peran perempuan adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial yang diberikan kepada perempuan. Peran adalah yang harus dilakukan perempuan dalam suatu sit...
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
Pembelajaran sastra di era milenial memang diperlukan perspektif terbaru. Di antara perspektif yang mulai berkembang yaitu pembelajaran botani sastra. Botani sastra adalah selukd b...
KRITIK SASTRA FEMINIS DALAM KARYA SASTRA KAHLIL GIBRAN
KRITIK SASTRA FEMINIS DALAM KARYA SASTRA KAHLIL GIBRAN
Sejarah panjang tentang perempuan dipanggung peradaban telah ditulis dalam berbagai karya. Termasuk karya sastra juga telah banyak melukiskan gambaran kedudukan perempuan, bahkan t...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Peran perempuan Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dramatis. Disatu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, ...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...

Back to Top