Javascript must be enabled to continue!
PENGUJIAN EFEKTIVITAS SEDIAAN PLESTER TRANSDERMAL DARI SIMPLISIA RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS JANTAN (rattus norvegicus)
View through CrossRef
Luka terbuka dapat disebabkan oleh goresan benda tajam seperti pisau, silet, atau pecahan kaca. Penggunaan obat-obatan sintetis untuk mengobati luka secara terus-menerus berisiko menimbulkan efek samping pada organ tubuh. Oleh karena itu, pemanfaatan tanaman obat tradisional seperti kunyit (Curcuma longa L.), yang mengandung senyawa antiinflamasi seperti flavonoid, menjadi pilihan alternatif yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas plester transdermal berbahan serbuk kunyit (Curcuma longa L.) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan tahapan: identifikasi tumbuhan, pengumpulan dan pengolahan simplisia, pembuatan serbuk simplisia, karakterisasi dan formulasi transdermal patch konsentrasi pada kelompok 1 melakukan uji blanko, kelompok 2 konsentrasi serbuk rimpang kunyit 8%, kelompok 3 konsentrasi serbuk rimpang kunyit 10%, kelompok 4 konsentrasi serbuk rimpang kunyit 15%, kelompok 5 konsentrasi serbuk rimpang kunyit 20%. Metode penelitian berupa eksperimental, dimana dilakukan pengambilan sampel, pembuatan serbuk simplisia, pembuatan patch transdermal dan pemeriksaan uji efektivitas sediaan patch transdermal serbuk simplisia rimpang kunyit. Evaluasi terhadap plester transdermal meliputi uji organoleptik, pH, keseragaman bobot, daya lipat, ketebalan, stabilitas penyimpanan, serta efektivitas penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Sediaan patch dari serbuk kunyit dengan konsentrasi 8%, 10%, 15%, dan 20% menunjukkan bentuk patch yang baik, memiliki pH antara 5,69 hingga 6,60, bobot yang seragam antara 0,0244 hingga 0,0254 gram, daya lipat ≥ 300 kali, ketebalan 0,15–0,16 mm, dan tetap stabil selama masa penyimpanan. Sediaan ini terbukti mampu mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Penelitian ini menunjukkan bahwa serbuk kunyit dapat diformulasikan menjadi sediaan patch transdermal yang efektif, dengan konsentrasi paling optimal pada 20%, yang mencapai penyembuhan luka hingga 100% pada hari ke-6.
Universitas Haji Sumatera Utara
Title: PENGUJIAN EFEKTIVITAS SEDIAAN PLESTER TRANSDERMAL DARI SIMPLISIA RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS JANTAN (rattus norvegicus)
Description:
Luka terbuka dapat disebabkan oleh goresan benda tajam seperti pisau, silet, atau pecahan kaca.
Penggunaan obat-obatan sintetis untuk mengobati luka secara terus-menerus berisiko menimbulkan efek samping pada organ tubuh.
Oleh karena itu, pemanfaatan tanaman obat tradisional seperti kunyit (Curcuma longa L.
), yang mengandung senyawa antiinflamasi seperti flavonoid, menjadi pilihan alternatif yang menjanjikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas plester transdermal berbahan serbuk kunyit (Curcuma longa L.
) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan.
Penelitian ini bersifat eksperimental dengan tahapan: identifikasi tumbuhan, pengumpulan dan pengolahan simplisia, pembuatan serbuk simplisia, karakterisasi dan formulasi transdermal patch konsentrasi pada kelompok 1 melakukan uji blanko, kelompok 2 konsentrasi serbuk rimpang kunyit 8%, kelompok 3 konsentrasi serbuk rimpang kunyit 10%, kelompok 4 konsentrasi serbuk rimpang kunyit 15%, kelompok 5 konsentrasi serbuk rimpang kunyit 20%.
Metode penelitian berupa eksperimental, dimana dilakukan pengambilan sampel, pembuatan serbuk simplisia, pembuatan patch transdermal dan pemeriksaan uji efektivitas sediaan patch transdermal serbuk simplisia rimpang kunyit.
Evaluasi terhadap plester transdermal meliputi uji organoleptik, pH, keseragaman bobot, daya lipat, ketebalan, stabilitas penyimpanan, serta efektivitas penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan.
Sediaan patch dari serbuk kunyit dengan konsentrasi 8%, 10%, 15%, dan 20% menunjukkan bentuk patch yang baik, memiliki pH antara 5,69 hingga 6,60, bobot yang seragam antara 0,0244 hingga 0,0254 gram, daya lipat ≥ 300 kali, ketebalan 0,15–0,16 mm, dan tetap stabil selama masa penyimpanan.
Sediaan ini terbukti mampu mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa serbuk kunyit dapat diformulasikan menjadi sediaan patch transdermal yang efektif, dengan konsentrasi paling optimal pada 20%, yang mencapai penyembuhan luka hingga 100% pada hari ke-6.
Related Results
Aktivitas Penyembuhan Luka Sayat Spray Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus novergicus)
Aktivitas Penyembuhan Luka Sayat Spray Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus novergicus)
Umbi rumput teki mengandung senyawa kimia, yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat menyembuhkan luka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas sediaan s...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa
ABSTRAK
Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae. Senyawa aktif yang terkandung dalam rimpang kunyit (Curc...
Hubungan Status Gizi dan Perawatan Luka Mandiri terhadap Penyembuhan Pasca Sirkumsisi
Hubungan Status Gizi dan Perawatan Luka Mandiri terhadap Penyembuhan Pasca Sirkumsisi
Abstract. Circumcision is a common surgical procedure performed on male children and results in wounds that require an optimal healing process. Post-circumcision wound healing is i...
Kesan Rawatan Krim Ekstrak Air Kacip Fatimah (Labisia pumila) terhadap Analisis Gen yang Terlibat dengan Proses Penyembuhan Luka melalui Kajian in vitro Model Kulit Manusia 3D dan in vivo Model Tikus
Kesan Rawatan Krim Ekstrak Air Kacip Fatimah (Labisia pumila) terhadap Analisis Gen yang Terlibat dengan Proses Penyembuhan Luka melalui Kajian in vitro Model Kulit Manusia 3D dan in vivo Model Tikus
Kajian ini melaporkan kesan rawatan bagi dua sediaan krim yang masing-masing mengandungi 1% ekstrak air bagi dua varieti L. pumila iaitu var. alata dan var. pumila terhadap penyemb...
PENGARUH FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA LINN.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)
PENGARUH FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA LINN.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)
Luka sayat adalah suatu kerusakan yang terjadi pada jaringan kulit akibat trauma benda tajam seperti pisau, silet, kampak tajam maupun pedang. Prevalensi kejadian luka sayat/ter...
Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper ornatum N.E.Br.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus
Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper ornatum N.E.Br.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus
Luka bakar (combustio) adalah kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas sepeti air, api, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar akan mengakibatkan tidak...
Aktivitas Gel Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit dan Gel Gamat Terhadap Penyembuhan Luka
Aktivitas Gel Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit dan Gel Gamat Terhadap Penyembuhan Luka
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat dari gel kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan gel gamat sebagai obat untuk mempercepat proses penyembuhan luka sayatan yang mudah ...
PEMANFAATAN HERBAL DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DAN LUKA SEKSIO SESAREA
PEMANFAATAN HERBAL DALAM PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DAN LUKA SEKSIO SESAREA
Pendahuluan : Masa nifas (puerperium) merupkan masa kembalinya organ reproduksi seperti keadaan sebelum hamil dalam waktu enam minggu setelah melahirkan (Nirwana, 2011). Pada masa ...

