Javascript must be enabled to continue!
EFEKTIFITAS PENUTUPAN PERMANEN PERLINTASAN SEBIDANG (Studi Kasus : Perlintasan Sebidang Jl. K. H. Hasyim Ashari)
View through CrossRef
Perlintasan sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Perlintasan sebidang pada Jl. K. H. Hasyim Ashari ditutup permanen pada oktober 2017 yang lalu yang disebabkan oleh lamanya penutupan palang sehingga menyebabkan kemacetan kendaraan yang parah. Perlintasan keretanya melayani kereta dengan frekuensi kereta yang melewati selama sehari sebanyak 263 kereta. Dimana sewaktu peak hour pagi sebanyak 16 kereta, peak hour sore sebanyak 15 kereta dan peak hour kereta sebanyak 17 kereta. Setelah perlintasan sebidang ini ditutup untuk kendaraan, arus kendaraan yang semula melewati perlintasan sebidang ini dialihkan ke flyover yang ada di atasnya. Hal ini menyebabkan penumpukan kendaraan sehingga menaikkan nilai derajat kejenuhan (DS) flyover yang setelah penutupan sebesar 1.06 dan dimana sebelum penutupan sebesar 0.82 dimana terjadi kenaikan DS sebesar 22.64 %. Lamanya penutupan palang yang menjadi penyebab ditutup perlintasan ini sebenarnya dapat diefektifkan keadaan idle closing time-nya dimana idle closing time yaitu waktu jeda penutupan yang mana keadaan aktualnya sebesar 1826 s dan setelah diefektifkan sebesar 2325 s. Sehingga dengan mengefektifkan idle closing time didapatkan penambahan waktu sebesar 499 s. Maka penutupan permanen perlintasan sebidang tidaklah efektif dan harus dibuka kembali dengan mengefektifkan idle closing time-nya.
Title: EFEKTIFITAS PENUTUPAN PERMANEN PERLINTASAN SEBIDANG (Studi Kasus : Perlintasan Sebidang Jl. K. H. Hasyim Ashari)
Description:
Perlintasan sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan.
Perlintasan sebidang pada Jl.
K.
H.
Hasyim Ashari ditutup permanen pada oktober 2017 yang lalu yang disebabkan oleh lamanya penutupan palang sehingga menyebabkan kemacetan kendaraan yang parah.
Perlintasan keretanya melayani kereta dengan frekuensi kereta yang melewati selama sehari sebanyak 263 kereta.
Dimana sewaktu peak hour pagi sebanyak 16 kereta, peak hour sore sebanyak 15 kereta dan peak hour kereta sebanyak 17 kereta.
Setelah perlintasan sebidang ini ditutup untuk kendaraan, arus kendaraan yang semula melewati perlintasan sebidang ini dialihkan ke flyover yang ada di atasnya.
Hal ini menyebabkan penumpukan kendaraan sehingga menaikkan nilai derajat kejenuhan (DS) flyover yang setelah penutupan sebesar 1.
06 dan dimana sebelum penutupan sebesar 0.
82 dimana terjadi kenaikan DS sebesar 22.
64 %.
Lamanya penutupan palang yang menjadi penyebab ditutup perlintasan ini sebenarnya dapat diefektifkan keadaan idle closing time-nya dimana idle closing time yaitu waktu jeda penutupan yang mana keadaan aktualnya sebesar 1826 s dan setelah diefektifkan sebesar 2325 s.
Sehingga dengan mengefektifkan idle closing time didapatkan penambahan waktu sebesar 499 s.
Maka penutupan permanen perlintasan sebidang tidaklah efektif dan harus dibuka kembali dengan mengefektifkan idle closing time-nya.
Related Results
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN PERLINTASAN SEBIDANG JALAN REL DAN JALAN UMUM DI KOTA BANDUNG
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN PERLINTASAN SEBIDANG JALAN REL DAN JALAN UMUM DI KOTA BANDUNG
Abstract
The problem of traffic congestion and the high risk of accidents at level crossings between railways and public roads in Bandung City requires urgent handling of these...
PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API DI KOTA CIREBON
PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API DI KOTA CIREBON
ABSTRACTA level crossing is an intersection where a railway line crosses a road or path at the same level which is located in rural areas or cities. There are four level crossing l...
PRIORITISASI PENANGANAN PERLINTASAN SEBIDANG PADA KRL COMMUTER LINTAS BOGOR MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITIGASI RISIKO BERBASIS EXPOSURE DAN VULNERABILITY
PRIORITISASI PENANGANAN PERLINTASAN SEBIDANG PADA KRL COMMUTER LINTAS BOGOR MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITIGASI RISIKO BERBASIS EXPOSURE DAN VULNERABILITY
Perlintasan sebidang pada jalur KRL Commuter Lintas Bogor menimbulkan risiko keselamatan tinggi akibat interaksi antara moda rel dan jalan. Penelitian ini bertujuan menyusun priori...
Eksternalitas Penutupan Tiktok Shop Terhadap Pendapatan UMKM
Eksternalitas Penutupan Tiktok Shop Terhadap Pendapatan UMKM
Artikel penelitian ini membahas dampak eksternalitas dari penutupan TikTok Shop terhadap pendapatan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia. Studi ini menggunakan meto...
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TIDAK SEBIDANG SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN HUTAN KOTA DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TIDAK SEBIDANG SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN HUTAN KOTA DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN
Perkembangan jumlah penduduk di pemukiman lama maupun daerah yang baru dikembangkan semakin meningkat, hal ini memerlukan penyediaan lokasi pemukiman yang semakin luas juga. Pemban...
Pengaruh Variasi Waktu Clearing (Penjernihan) Toluene Terhadap Kualitas Sediaan Permanen Cimex lectularis
Pengaruh Variasi Waktu Clearing (Penjernihan) Toluene Terhadap Kualitas Sediaan Permanen Cimex lectularis
Preparat Permanen merupakan upaya teknisi laboratorium untuk melakukan pemeriksaan secara mikroskopis baik itu mengidentifikasi, mengenali dan mengetahui struktur tubuh dari morfol...
RANCANG BANGUN DC GENERATOR MAGNET PERMANEN TIPE AXIAL-FLUX PERMANENT MAGNET (AFPM) MENGGUNAKAN RANGKAIAN PENYEARAH
RANCANG BANGUN DC GENERATOR MAGNET PERMANEN TIPE AXIAL-FLUX PERMANENT MAGNET (AFPM) MENGGUNAKAN RANGKAIAN PENYEARAH
DC Generator magnet permanen tipe fluk aksial atau Axial Fluxs Permanent Magnet (AFPM) menggunakan rangkaian penyearah ditujukan sebagai sumber daya inp...
Gambaran Pencabutan Gigi Permanen di Puskesmas Bitung Barat Kecamatan Maesa Kota Bitung Tahun 2012
Gambaran Pencabutan Gigi Permanen di Puskesmas Bitung Barat Kecamatan Maesa Kota Bitung Tahun 2012
ABSTRAKPencabutan gigi adalah proses pengeluaran gigi dari alveolus. Ada berbagai indikasi pencabutan gigi khususnya gigi permanen, namun yang paling sering disebabkan karena penya...

