Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Bentuk Cinta Rama dan Sinta dalam Puisi Geram Rama Kepada Sinta, Puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta Puisi Mimpi Sinta Karya Djoko Saryono

View through CrossRef
Abstract: In this study, the authors examine the poem Geram Rama Kepada Sinta, the poem Jawaban Sinta Kepada Rama, and the poem Mimpi Sinta contained in Djoko Saryono's poem collection of Arung Diri. The author focuses on analyzing the three poems based on the meaning of the sign in the existing diction using the semiotic theory proposed by Charles Sanders Peirce. This study aims to (1) describe the meaning of the poem Geram Rama Kepada Sinta, the poem Jawaban Sinta Kepada Rama, and the poem Mimpi Sinta, and (2) describe the love form of Rama and Sinta based on the results of the analysis of the meaning carried out previously. This research uses a qualitative approach method. Then, for data accumulation techniques in this study using library and recording techniques. The method to analyze the data is a descriptive analysis method. The results obtained from this research are first, in the three poems that are the material material in this study, three types of sign elements or semiotics from the theory proposed by Peirce can be found, including elements (1) icons, (2) indexes, and (3) symbols. Then the various sign elements that have been described in the previous description, can be understood and interpreted as the form of love from Rama and Sinta. Keywords: poems, semiotic, Rama, Sinta, form of love. Abstrak: Pada penelitian ini, penulis meneliti puisi Geram Rama Kepada Sinta, puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta puisi Mimpi Sinta yang terdapat dalam kumpulan puisi Arung Diri karya Djoko Saryono. Penulis memfokuskan menganalisis tiga puisi tersebut berdasarkan makna tanda dalam diksi yang ada menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce. Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mendeskripsikan makna puisi Geram Rama Kepada Sinta, puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, dan puisi Mimpi Sinta, serta (2) mendeskripsikan bentuk cinta dari Rama dan Sinta berdasarkan hasil analisis makna yang dilakukan sebelumnya. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan pencatatan. Sementara, teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif analisis. Hasil yang didapat dari penelitian ini yang pertama, dalam ketiga puisi yang menjadi bahan material dalam penelitian ini, dapat ditemukan tiga jenis elemen tanda atau semiotik dari teori yang dikemukakan oleh Peirce, antara lain elemen (1) ikon atau ikonitas, (2) indeks, serta (3) simbol. Kemudian berbagai elemen tanda yang telah dipaparkan pada penjabaran sebelumnya, dapat dipahami dan dimaknai bentuk cinta dari Rama dan Sinta. Kata kunci: puisi, semiotika, Rama, Sinta, bentuk cinta.
Title: Bentuk Cinta Rama dan Sinta dalam Puisi Geram Rama Kepada Sinta, Puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta Puisi Mimpi Sinta Karya Djoko Saryono
Description:
Abstract: In this study, the authors examine the poem Geram Rama Kepada Sinta, the poem Jawaban Sinta Kepada Rama, and the poem Mimpi Sinta contained in Djoko Saryono's poem collection of Arung Diri.
The author focuses on analyzing the three poems based on the meaning of the sign in the existing diction using the semiotic theory proposed by Charles Sanders Peirce.
This study aims to (1) describe the meaning of the poem Geram Rama Kepada Sinta, the poem Jawaban Sinta Kepada Rama, and the poem Mimpi Sinta, and (2) describe the love form of Rama and Sinta based on the results of the analysis of the meaning carried out previously.
This research uses a qualitative approach method.
Then, for data accumulation techniques in this study using library and recording techniques.
The method to analyze the data is a descriptive analysis method.
The results obtained from this research are first, in the three poems that are the material material in this study, three types of sign elements or semiotics from the theory proposed by Peirce can be found, including elements (1) icons, (2) indexes, and (3) symbols.
Then the various sign elements that have been described in the previous description, can be understood and interpreted as the form of love from Rama and Sinta.
Keywords: poems, semiotic, Rama, Sinta, form of love.
Abstrak: Pada penelitian ini, penulis meneliti puisi Geram Rama Kepada Sinta, puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta puisi Mimpi Sinta yang terdapat dalam kumpulan puisi Arung Diri karya Djoko Saryono.
Penulis memfokuskan menganalisis tiga puisi tersebut berdasarkan makna tanda dalam diksi yang ada menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mendeskripsikan makna puisi Geram Rama Kepada Sinta, puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, dan puisi Mimpi Sinta, serta (2) mendeskripsikan bentuk cinta dari Rama dan Sinta berdasarkan hasil analisis makna yang dilakukan sebelumnya.
Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan pencatatan.
Sementara, teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif analisis.
Hasil yang didapat dari penelitian ini yang pertama, dalam ketiga puisi yang menjadi bahan material dalam penelitian ini, dapat ditemukan tiga jenis elemen tanda atau semiotik dari teori yang dikemukakan oleh Peirce, antara lain elemen (1) ikon atau ikonitas, (2) indeks, serta (3) simbol.
Kemudian berbagai elemen tanda yang telah dipaparkan pada penjabaran sebelumnya, dapat dipahami dan dimaknai bentuk cinta dari Rama dan Sinta.
Kata kunci: puisi, semiotika, Rama, Sinta, bentuk cinta.

Related Results

Ironi Cinta Sinta pada “Tanya Sinta, 3” dan “Sinta Gugat, 2” dalam Antologi Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono
Ironi Cinta Sinta pada “Tanya Sinta, 3” dan “Sinta Gugat, 2” dalam Antologi Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono
Abstract: Irony can happen anywhere, especially when it comes to love. Love can be seen as a human perception in looking at life and the world. Love has many forms. The ideal form ...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi metafora konseptual cinta dalam bahasa Batak Toba. Data yang digunakan adalah data tulis dan data lisan. Data tulis dipe...
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....
Wilhelm Dhilthey's Hermeneutic Analysis on Rahwana's the Voice of the Heart
Wilhelm Dhilthey's Hermeneutic Analysis on Rahwana's the Voice of the Heart
In this study, he studied a poem by Djoko Saryono entitled Rahwana's the Voice of the Heart. Researchers reviewed by analyzing the lyrics and background of the author and the creat...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...

Back to Top