Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Faktor Psikologis yang Memengaruhi Agresivitas Remaja dalam Pelanggaran Hukum: Studi Kasus Klitih dan Intervensi Efektif

View through CrossRef
Maraknya kekerasan remaja menjadi sorotan publik, salah satunya fenomena klitih di Yogyakarta karena melibatkan tindakan agresif yang dilakukan secara brutal dan dengan tidak memiliki target khusus. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor psikologis dibalik agresivitas remaja yang terlibat dalam pelanggaran hukum khususnya klitih, serta intervensi yang efektif. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode tinjauan literatur naratif dengan menggunakan basis data elektronik pada aplikasi Publish or Perish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang berperan dalam meningkatkan agresivitas remaja. Faktor internal meliputi regulasi emosi yang buruk, insecure attachment, kontrol diri yang rendah, krisis identitas, dan perasaan kesepian. Faktor eksternal meliputi keluarga yang tidak harmonis, pola asuh otoriter, dan komunikasi interpersonal yang buruk antara orang tua dan anak. Intervensi yang efektif untuk mengurangi agresivitas remaja meliputi terapi seni (art therapy) dan konseling kelompok singkat berorientasi solusi dengan menggunakan media boneka. Kedua intervensi ini terbukti efektif dalam membantu remaja mengelola emosi dan perilaku agresif mereka. Terapi seni memberikan wadah bagi remaja untuk mengekspresikan diri dan meningkatkan kontrol diri, sementara konseling dengan media boneka membantu remaja menemukan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap agresivitas remaja dan menerapkan intervensi yang sesuai untuk membantu mereka mengembangkan perilaku yang lebih positif dan adaptif.
Title: Faktor Psikologis yang Memengaruhi Agresivitas Remaja dalam Pelanggaran Hukum: Studi Kasus Klitih dan Intervensi Efektif
Description:
Maraknya kekerasan remaja menjadi sorotan publik, salah satunya fenomena klitih di Yogyakarta karena melibatkan tindakan agresif yang dilakukan secara brutal dan dengan tidak memiliki target khusus.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor psikologis dibalik agresivitas remaja yang terlibat dalam pelanggaran hukum khususnya klitih, serta intervensi yang efektif.
Penelitian kualitatif ini menggunakan metode tinjauan literatur naratif dengan menggunakan basis data elektronik pada aplikasi Publish or Perish.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang berperan dalam meningkatkan agresivitas remaja.
Faktor internal meliputi regulasi emosi yang buruk, insecure attachment, kontrol diri yang rendah, krisis identitas, dan perasaan kesepian.
Faktor eksternal meliputi keluarga yang tidak harmonis, pola asuh otoriter, dan komunikasi interpersonal yang buruk antara orang tua dan anak.
Intervensi yang efektif untuk mengurangi agresivitas remaja meliputi terapi seni (art therapy) dan konseling kelompok singkat berorientasi solusi dengan menggunakan media boneka.
Kedua intervensi ini terbukti efektif dalam membantu remaja mengelola emosi dan perilaku agresif mereka.
Terapi seni memberikan wadah bagi remaja untuk mengekspresikan diri dan meningkatkan kontrol diri, sementara konseling dengan media boneka membantu remaja menemukan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.
Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap agresivitas remaja dan menerapkan intervensi yang sesuai untuk membantu mereka mengembangkan perilaku yang lebih positif dan adaptif.

Related Results

Penegakan Hukum Pidana Dalam Perbuatan Klitih Oleh Anak Di Wilayah Kabupaten Semarang
Penegakan Hukum Pidana Dalam Perbuatan Klitih Oleh Anak Di Wilayah Kabupaten Semarang
This research examines and answers problems regarding criminal law enforcement in criminal law enforcement in acts of child abuse in the Semarang Regency area. This research uses n...
PLURALISME HUKUM DI INDONESIA DARI SUDUT PANDANG ANTROPOLOGI
PLURALISME HUKUM DI INDONESIA DARI SUDUT PANDANG ANTROPOLOGI
Berdasarkan urian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa hukum pada dasarnyaberbasis pada masyarakat. Maka salah satu metode khas dalam antropologi hukum adalah kerjalapangan (fi...
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
<p align="center"><strong><em>Abstract</em></strong></p><p><em>Sooner or later Indonesia will have its own law of contract. Reasons ...
Efektivitas Penerapan Restorative Justice Polres Klaten dalam Fenomena Klitih
Efektivitas Penerapan Restorative Justice Polres Klaten dalam Fenomena Klitih
Klitih merupakan salah satu tindak kejahatan yang umumnya dilakukan oleh anak usia remaja. Tindak pidana klitih merupakan salah satu jenis tindak pidana yang masih marak terjadi di...
POSISI HUKUM ADAT DALAM HUKUM KONTRAK NASIONAL INDONESIA
POSISI HUKUM ADAT DALAM HUKUM KONTRAK NASIONAL INDONESIA
<h2>Abstract</h2><p>Cepat atau lambat Indonesia akan memiliki hukum perjanjiannya sendiri. Alasan dari pernyataan ini adalah bahwa, pertama, hukum kontrak Indoens...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK PELAKU TINDAK PIDANA
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK PELAKU TINDAK PIDANA
Penelitian yang berjudul “Perlindungan Hukum bagi Anak yang melakukan Tindak Pidana” ini bertujuan ntk menganalisis terhadap faktor penyebab anak melakukan tindak pidana dan mengan...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...

Back to Top