Javascript must be enabled to continue!
Kekerasan dalam Berpacaran (Studi Kasus: Lima Remaja Perempuan Korban Kekerasan dalam Berpacaran di DKI Jakarta)
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan remaja perempuan sebagai korban kekerasan dalam pacaran (KDP) di DKI Jakarta dan membahas mengenai alasan korban bertahan dalam hubungan yang terdapat kekerasan, dampak yang dialami korban, serta analisis budaya patriarki pada remaja perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah remaja perempuan yang mengalami KDP berjumlah lima orang, yaitu MA, CN, HO, YK, dan DL. Hasil temuan penelitian ini adalah terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi remaja perempuan (korban) bertahan dalam kekerasan dalam pacaran. Alasan tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Kemudian, dampak yang dialami korban tersebut antara lain, dampak psikis, fisik, kehidupan sosial, dan ekonomi. Alasan dan dampak yang dialami korban tersebut menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai budaya patriarki yang mengakar dalam pacaran, terutama pada mantan pasangannya yang dominan dan manipulatif.
Universitas Negeri Jakarta
Title: Kekerasan dalam Berpacaran (Studi Kasus: Lima Remaja Perempuan Korban Kekerasan dalam Berpacaran di DKI Jakarta)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan remaja perempuan sebagai korban kekerasan dalam pacaran (KDP) di DKI Jakarta dan membahas mengenai alasan korban bertahan dalam hubungan yang terdapat kekerasan, dampak yang dialami korban, serta analisis budaya patriarki pada remaja perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi.
Subjek penelitian adalah remaja perempuan yang mengalami KDP berjumlah lima orang, yaitu MA, CN, HO, YK, dan DL.
Hasil temuan penelitian ini adalah terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi remaja perempuan (korban) bertahan dalam kekerasan dalam pacaran.
Alasan tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.
Kemudian, dampak yang dialami korban tersebut antara lain, dampak psikis, fisik, kehidupan sosial, dan ekonomi.
Alasan dan dampak yang dialami korban tersebut menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai budaya patriarki yang mengakar dalam pacaran, terutama pada mantan pasangannya yang dominan dan manipulatif.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Pengaruh Insecure Attachment terhadap Perilaku Kekerasan Psikologis dalam Berpacaran pada Remaja
Pengaruh Insecure Attachment terhadap Perilaku Kekerasan Psikologis dalam Berpacaran pada Remaja
Abstract. Cases of dating violence in Bandung City are currently the highest after domestic violence and have been increasing every year. The attachment style theory can be used to...
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF
Tindak kekerasan seksual yang dialami oleh kaum perempuan di Indonesia masih menunjukan angka yang tinggi. Angka tersebut hanya segelintir dari banyaknya kasus kekerasan seksual se...
Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024
Profil Kasus Kekerasan Seksual pada Korban Perempuan dan Anak di Instalansi Forensik dan Medikolegal RS Bhayangkara Tk. III Palangka Raya Tahun 2020–2024
Kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang mengancam kesehatan dan hak asasi perempuan serta anak. Perlindungan terhadap korban diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun ...
UPAYA LEMBAGA RIFKA ANNISA WOMEN’S CRISIS CENTER DALAM MENANGANI KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
UPAYA LEMBAGA RIFKA ANNISA WOMEN’S CRISIS CENTER DALAM MENANGANI KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan hambatan-hambatan Lembaga Rifka Annisa Women’s Crisis Center dalam menangani korban kekerasan terhadap perempuan. Metode pengump...
PSIKO-EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SIBER REMAJA PEREMPUAN DALAM BERMEDIA SOSIAL
PSIKO-EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SIBER REMAJA PEREMPUAN DALAM BERMEDIA SOSIAL
Social media is a platform that is actively used in everyday life to establish communication, especially among teenagers. The development of social media use has been followed by m...
Violence Against Women In The Household From The Perspective Of Victimology
Violence Against Women In The Household From The Perspective Of Victimology
Domestic violence against women is an extraordinary crime against humanity. The number of victims of violence is women, who are always an outlet for perpetrators to commit crimes. ...
Perlindungan Perempuan Dan Anak Dalam Merehabilitasi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual Melalui Media Online
Perlindungan Perempuan Dan Anak Dalam Merehabilitasi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual Melalui Media Online
ABSTRACT
The development of digital technology has both positive and negative impacts on society. One of the most common negative impacts is sexual violence, targeting women and ch...

