Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbedaan Status Oksigenasi Setelah Pemberian Nesting pada Asfiksia Neonatorum

View through CrossRef
Kematian neonatus tetap menjadi masalah global yang signifikan, dengan sekitar 4 juta bayi meninggal dalam 4 minggu pertama kehidupan setiap tahun, 85% di antaranya terjadi dalam 7 hari pertama. WHO melaporkan prematuritas sebagai penyebab tertinggi kematian neonatus secara global (36%). Di Asia Tenggara, asfiksia menjadi penyebab kematian neonatus utama kedua (23,9%) dan ketiga terbesar secara global (23%). Pemasangan nesting sebagai metode pengelolaan lingkungan terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi insiden apnea pada bayi asfiksia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelusuran literatur dari tahun 2018 hingga 2024. Dari 32 artikel yang ditemukan, 3 artikel disaring berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perbedaan status oksigenasi setelah pemberian nesting pada asfiksia neonatorum. Hasil: Hasil literatur menunjukkan penggunaan nesting meningkatkan status oksigenasi dan menurunkan insiden apnea pada neonatus dengan asfiksia. Kesimpulan: Pemberian nesting berpotensi meningkatkan status oksigenasi pada neonatus dengan asfiksia. Metode ini bisa diintegrasikan ke dalam perawatan standar, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan dan mengembangkan pedoman praktis di unit perawatan intensif neonatus.
Title: Perbedaan Status Oksigenasi Setelah Pemberian Nesting pada Asfiksia Neonatorum
Description:
Kematian neonatus tetap menjadi masalah global yang signifikan, dengan sekitar 4 juta bayi meninggal dalam 4 minggu pertama kehidupan setiap tahun, 85% di antaranya terjadi dalam 7 hari pertama.
WHO melaporkan prematuritas sebagai penyebab tertinggi kematian neonatus secara global (36%).
Di Asia Tenggara, asfiksia menjadi penyebab kematian neonatus utama kedua (23,9%) dan ketiga terbesar secara global (23%).
Pemasangan nesting sebagai metode pengelolaan lingkungan terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi insiden apnea pada bayi asfiksia.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelusuran literatur dari tahun 2018 hingga 2024.
Dari 32 artikel yang ditemukan, 3 artikel disaring berdasarkan kriteria tertentu.
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perbedaan status oksigenasi setelah pemberian nesting pada asfiksia neonatorum.
Hasil: Hasil literatur menunjukkan penggunaan nesting meningkatkan status oksigenasi dan menurunkan insiden apnea pada neonatus dengan asfiksia.
Kesimpulan: Pemberian nesting berpotensi meningkatkan status oksigenasi pada neonatus dengan asfiksia.
Metode ini bisa diintegrasikan ke dalam perawatan standar, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan dan mengembangkan pedoman praktis di unit perawatan intensif neonatus.

Related Results

HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...
LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
LITERATUR REVIEW : FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA NEONATORUM
Latar belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan di suatu masyarakat. Salah satu kejadian intrapartum yang memiliki kontribusi besar dalam kematian b...
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi kegagalan pada bayi untuk melakukan pernapasan secara teratur dan spontan segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat dicegah salah ...
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang. Risiko asfiksia pada b...
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
IDENTIFIKASI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSIA DIAN PERTIWI KABUPATEN KARANGANYAR
Indikator yang digunakan dalam aspek pengukuran tingkat kesehatan suatu negara ialah angka kematian ibu serta anak. Berat badan kurang pada anak (28,2%) serta asfiksia (25,3%) adal...
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Asfiksia neonatorum merupakan problem kesehatan pada bayi baru lahir yang dapatmenyebabkan gagal ginjal akut jika tidak ditangani dengan baik.Tujuan: untuk mengetahui hubungan anta...
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Abstrak Asfiksia neonatorum merupakan keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus, dan me...

Back to Top